Rabu, 11 Agustus 2010

Teknik Kata Untuk Hidup

Batin butuh makanan. Makanan yang khas, makanan yang lembut, makanan yang halus. Makanan yang tidak terlihat. Batin memiliki cara unik untuk makan. Cara makannya justru kadang saat kita berdiam diri.

Merenung. Diam. Hening. Meditasi. Silent. Mutih. Bisu. Capek. Lelah. Bengong. Bingung. Tidak ada yang tepat, tidak ada cara yang paling benar. Setiap batin insan memiliki cara yang unik. Jadi, temukan cara Anda sendiri…

Perenungan dapat membuat warna batin berubah lebih cerah, tercium lebih harum bahkan bertumbuh lebih tinggi. Walau kadang bisa menyesakkan si pemilik dada. Uuuh…

Teknik Internalisasi Sebuah Mindset

Jika Anda menemukan sebuah kalimat motivasi yang sangat berkesan dan dirasa penting untuk menjadi bagian dari nilai-nilai atau sikap hidup (attitude) Anda, siapa tahu teknik internalisasi berikut ini bisa klop dengan pikiran bawah sadar Anda. Berikut ini idenya:

1. Segera sediakan waktu untuk membaca kalimat tersebut dalam hati atau boleh juga dibunyikan (disuarakan) dengan kecepatan sangat perlahan (disarankan 1/3 dari kecepatan baca normal Anda). Baik sekali dilakukan sebanyak 10, 20, 30 atau 50 kali (boleh sekaligus atau diulang terus dalam satu periode waktu).

2. Boleh juga rekam suara Anda saat membaca kalimat-kalimat tersebut, boleh ditambah musik lembut sebagai latar belakang (back sound). Rekam dengan suara yang sangat lembut, perlahan, namun mantaaap! Baik sekali menggunakan alat rekam digital karena mudah diputar berulang-ulang dengan menggunakan fungsi REPEAT. Sehingga mudah untuk di-program masuk ke pikiran bawah sadar Anda.

3. Ketik kalimat tsb pd Screen Saver komputer Anda atau print dalam format yang indah dan tempelkan kalimat ini di depan meja kerja atau dimana saja yang memungkinkan Anda melihatnya terus menerus.

4. Bisa saja atau biasanya saat kalimat motivasi tersebut mau masuk ke dalam relung hati, akan terjadi dialog di dalam diri. Mungkin kecamuk, mungkin penolakan, mungkin hal lainnya. Biarkan saja. Amati saja. Karena dengan perenungan, pertumbuhan batin akan terjadi. Walau kadang agak menyesakkan dada ini. Nikmati saja prosesnya.

5. Nah, setelah tahap perenungan selesai dan kalimat ini meresap ke dalam batin, ke dalam hati atau ke dalam jiwa Anda, barulah ganti lagi dengan kalimat-kalimat motivasi diri lainnya.

6. Setelah itu, bagikan kalimat motivasi yang sudah menjadi sikap hidup Anda ini ke orang lain, siapa saja. Bisa melalui sms, email, print ke bentuk kartu atau apa saja. Karena dengan berbagi, pikiran bawah sadar Anda ikut bertumbuh makin besar. Bahkan keyakinan Andapun akan terus menjulang makin tinggi.

Secara perlahan dan pasti, Anda akan merasakan perubahan peningkatan sikap hidup dalam diri Anda. Menjadi lebih baik tentunya. Berikut ini beberapa contoh perenungan mindset yang saya kutip dari milis Bidadari Words yang pernah saya kelola.

1. BAGAIMANA AKU BISA BANGKIT KEMBALI

“Jangan Bertanya Mengapa Aku Bisa Terjatuh.

Bertanyalah Bagaimana Aku Bisa Bangkit Kembali.” Vince Lombardi

Perenungan Diri:

Cari waktu yang bisa menjadi momentum perubahan dalam diri Anda, untuk me-RENUNG-kan apa saja yang sudah aku lakukanini. Lalu, tarik garis tebal dan ambil keputusan untuk hanya menatap hari esok harus lebih baik.

Lebih baik untuk diri sendiri…

Lebih baik untuk keluargaku…

Lebih baik untuk saudaraku…

Lebih baik untuk sahabatku…

Lebih baik untuk orang lain…

Lebih baik untuk lingkunganku…

Lebih baik untuk masyarakat…

Lebih baik untuk Bangsaku…

2. BERILAH LEBIH

“Jika Kita Bekerja Lebih Keras Dibandingkan Gaji Yang Kita Terima, Maka Pada Akhirnya Kita Akan Digaji Lebih Besar Daripada Pekerjaan yg Kita Lakukan”

Perenungan Diri:

Berilah, berilah dan selalulah memberi lebih dari yang bisa kita lakukan. Karena dengan kebiasaan memberi lebih, akan membuat Otot dan Pikiran kita terlatih menjadi lebih kuat dan lebih kuat!

3. PEDULI

“People don’t care how much you know

Until they know how much you care….” John C. Maxwell

Perenungan Diri:

Hukum alam mengajarkan bahwa dengan memberi maka kita akan menerima.

Kita menabur senyum, kita menuai kebahagiaan.

Kita menabur kagum, kita menuai kebijaksanaan.

Kita menabur peduli, kita menuai persaudaraan.

4. PEGANG TEGUH PRINSIP KEBENARAN

“Orang Yang Mengorbankan Prinsip Kebenaran

Demi Harta Akan Kehilangan Keduanya” Dwight D Eisenhower

Perenungan Diri:

Sejarah di dunia ini mencatat bahwa:

tidak ada orang yang kaya dan bahagia karena mencuri

tidak ada orang yang kaya dan bahagia karena korupsi

tidak ada orang yang kaya dan bahagia karena menipu

tidak ada orang yang kaya dan bahagia karena berjudi

tidak ada orang yang kaya dan bahagia karena membunuh

tidak ada orang yang kaya dan bahagia karena menjual kebenaran

Peganglah terus prinsip kebenaran, karena:

“Yang Benar Pastilah Baik, Yang Baik Belum Tentu Benar”

“Yang Benar Pastilah Indah, Yang Indah Belum Tentu Benar”

5. KESADARAN DIRI

“Bagaimana jika hari ini adalah hari terakhirku dalam hidup ini?”

Perenungan ini baik sekali jika diajukan pada diri sendiri misalnya saat:

- bangun pagi hari

- lelah dan bosan mengerjakan sesuatu

- terlalu lama duduk di bangku “nyaman”

- saat memeluk orang yang dicintai

Atau kapan saja saat sedang berdiam diri.

Kalimat Refleksi ini sangat membantu untuk selalu sadar diri, kapanpun, dimanapun, untuk meletakkan komitmen dalam diri agar selalu memberikan yang terbaik untuk kehidupan ini.

Demikian NLP terapan ala saya, semoga bisa berhikmah untuk para pembacaa PortalNLP dan menjadi inspirasi untuk pengembangan berikutnya. Baiklah, selamat menyelam ke lautan sang batin yang indah.

Gelap hanyalah awal saja…

Buahnya akan matang kemudian hari, saat angin tantangan tiba. Nantinya, barulah Anda akan merasakan nikmatnya keranuman buah tersebut.

Terang dan sangat indah…

Krishnamurti

Renungan Untuk Motivasi

1. TAKLUKKAN DIRI SENDIRI
“Dia yang bisa menaklukkan orang lain adalah manusia kuat.

Dia yang bisa menaklukkan dirinya sendiri adalah manusia super.” (Lao Tze)

Perenungan Diri:

1. Malam hari sambil berbaring tidur, ambil waktu 1 - 2 menit.

2. Lakukan refleksi kegiatan hari ini secara cepat saja.

3. Tanyakan ke dalam diri sendiri: “Apakah masih ada emosi negatif yang tersimpan dalam diriku saat ini ?”

4. Lalu, tarik nafas yang dalam dan tahan nafas selama yang bisa Anda lakukan.

5. Bayangkan kejadian yang menimbulkan emosi negatif tersebut.

6. Buang dan lepaskan dengan menghembuskan nafas sepanjang mungkin.

7. Lanjutkan dengan bernafas perlahan saja, dan makin perlahan, sampai seluruh badan terasa rileks bak tanpa otot.

8. Diam sejenak dan ambil keputusan untuk berubah, misalnya: “Besok mau senyum aja aaah…” dan tidurlah dengan senyum… zzz…zzz…

Karena jika dengan ikhlas kita mulai bisa menaklukkan diri sendiri, maka kekalahan bukan lagi kekalahan, bukan?

2. BELAJAR DARI KEKALAHAN

“Jika Anda belajar sesuatu dari kekalahan,

sesungguhnya Anda tidak kalah” ( Zig Ziglar )

Saat Anda “merasa” kalah, lakukan berikut:

- Duduk diam dan tarik nafas panjang

- Cari penyebab kekalahan tersebut (cepat saja)

- Ambil pelajaran dari kekalahan itu

- Pejamkan mata: Tersenyumlah dan bersyukur

- Hembuskan nafas secepat mungkin

- Bangkit dan lompatlah setinggi mungkin

“Jika Anda belajar sesuatu dari kekalahan,

sesungguhnya Anda tidak kalah”

Pasti ada hikmah dari setiap kejadian, walau diberi nama “kalah”.

3. PELAUT TANGGUH …

(BayangkanWS Rendra, ucapkan syukur dan hormat sebagai rasa kagum pada dia, masuk ke dalam diri dia dan bacakan lirik di bawah ini, bak WS Rendra)

Hidup adalah rangkaian masalah.

Jika kita melihatnya sebagai masalah.

Hidup adalah rangkaian tantangan.

Jika kita melihatnya sebagai peluang.

Tantangan penting untuk otot pikiran.

Tantangan membuat kita bertumbuh.

Tantangan membuat kita kreatif.

(baca berikut ini sambil hembuskan nafas)

Bersyukurlah jika kita mempunyai tantangan.

Karena artinya kita memiliki peluang.

(tahan nafas di perut dan baca dengan keyakinan kuat)

Ya, sebuah peluang untuk Menang.

Pepatah kuno mengatakan:

“Lautan yang tenang,

tidak menghasilkan pelaut yang tangguh”

Atasilah masalah dengan:

Tetaplah tersenyum.

Tetaplah bergandengan tangan.

Kita hanyalah berbeda, itu saja.

4. GIAT BEKERJA KUNCI SUKSES

“Tidak Ada Jalan yg Mulus utk Sukses,

Giat Bekerja Adalah Kuncinya” (George G Williams )

Perenungan Diri:

Hasil penelitian mengatakan bahwa Ketekunan, Keuletan, Kegigihan akan membuat

otot di seluruh tubuh kuat, baik otot badan, otot tangan, otot kaki, bahkan

“otot” di otak kita. Yang paling penting adalah membuat kuat Otot Pikiran kita.

“Anda tidak mungkin memahami Work Smart,

sebelum Anda memiliki mental Work Hard” (Krishnamurti)

Situasi Indonesia boleh tidak menentu,

tetapi nasib kita haruslah kita yang menentukan.

Kita cukup bergiat pada hal yang bisa kita kendalikan.

5. SIAPA YANG KAYA?


“Siapa yang kaya?

Dia yang bersukacita dengan apa yang dimilikinya.” (Benjamin Franklin)

Perenungan Diri:

Bersukacita dan bersyukur dengan apa yang kita miliki, justru akan membuat

kita semakin bertambah makmur dan sejahtera. Hukum alam semesta mengenai

sukses ini sebenarnya sederhana sekali. Kita hanya perlu keyakinan diri

saja bahwa hal ini benar.

6. CHOOSE TO BE HAPPY …

We always have a choice

We can choose to be happy

or we can choose to be grumpy

But It’s always better, smarter and wiser

to choose to be happy… (Melody Ross)

Perenungan diri: (baca dalam hati dengan tempo lambat)

“Bukankah hidup ini adalah pilihan?” (baca lebih lambat)

“Bukankah hidup ini adalah pilihan?” (baca lebih lambat lagi)

“Bukankah hidup ini adalah pilihan?”

7. SETIA PADA HAL KECIL

Bukan tindakan besar dan hebat,

yang menentukan hidup kita,

melainkan kesetiaan dalam menekuni

pekerjaan-pekerjaan kecil dan tidak berarti …. (bunda Teresa)

Perenungan Diri:

Bacalah pesan di atas berulang-ulang sampai meresap.

Bisa dengan cara pelan, sangat pelan, bahkan sangat, sangat pelan.

Boleh juga baca dalam hati dengan perasaan mantap.

Atau, diulang-ulang dalam hati untuk bagian tertentu.

“kesetiaan menekuni pekerjaan-pekerjaan kecil”

“kesetiaan menekuni pekerjaan yang tidak berarti”

Ya, memang mudah untuk dibaca, namun perlu kebesaran hati untuk mencerna.

Dan, tekad besar untuk menelannya.

Agar jadi bagian indah dalam gelora darah kita.

Karena sang musuh adalah di ego diri.

Tapi, mungkin!

8. IMPIAN PERLU UJIAN

(Baca gaya retorik Bung Karno)

kala impian membuat kita berbeda

kala cara pikir kita ditertawakan

kala senyuman kita disiniskan

kala warna semangat mulai meluntur

kala impian membuat hati bias

justru teruslah maju dan berpegang

teruslah berpegang pada impian kita

bangunlah keyakinan demi keyakinan

bukankah layang-layang terbang tinggi

karena melawan arah angin

(tarik nafas dalam dan tahan, lalu lanjutkan baca dengan keyakinan)

impian kita hanya perlu diuji

diuji untuk membangun keyakinan

(baca berikut ini sambil hembuskan nafas panjang)

keyakinan untuk mencapainya

9. TUM SPIRO, SPERO

“Tum Spiro, Spero” artinya:

“Selama Kita Bernafas, Kita Berusaha”

Buanglah kata menyerah dalam hidup ini.

Hidup ini sangat berarti, berkaryalah.

Karena kita adalah manusia, makhluk luar biasa.

Teruslah berjuang sampai nafas yang terakhir.

Sediakan waktu untuk sendiri. Untuk Diam. Untuk Meditasi. Untuk Merenung. Untuk ssst… diaaam, agar hikmah terdengar bunyinya.

Hening membuat bening…

Bening membuat jelas…

Krishnamurti

Laser Matahari Menyembuhkan Penyakit dan Trauma

“Seluruh badan keringatan, himpitan batin kini mulai ringan. Rasa benci dan dendam mulai memudar. Hati dan pikiran jadi longgar”

Demikian SMS dari Budi Temanggung, juga masuk dari Sulis Gresik: “Berkat Matahari itu pikiran saya menjadi plong karna saya lagi berat pikiran”

Nio Surabaya: “Setelah coba terapi matahari, hati & perasaan saya lebih lega & bahkan sampai sekarang kehangatan sinar matahari masih terasa di hati dan perasaan saya. Makasih banyak”

Demikian dari sekian puluh SMS yang masuk ke redaksi Radio Sonora 92.0 FM saat acara Terapi Musik, Minggu, 31 Mei 2009 jam 22:00-24:00 lalu.

Menerima saat berbagi

Saya sungguh sangat bersyukur saat berbagi pengalaman dan melakukan panduan aktif di acara Terapi Musik ini, sungguh sangat bersyukur… Banyak berkat yang saya dapatkan, saya justru banyak belajar, bahkan sering kali saya malahan Self Healing he he…

Saya malahan menyembuhkan diri sendiri, saat saya melakukan panduan aktif untuk acara Terapi Musik tersebut. Jadi, sebenarnya kalo dipikir-pikir, dengan memberi, asalkan tulus dan ikhlas, kita malahan terus menerima dan menerima. Kita yang malah untung ya he he…

Banyak hal yang membuat saya sendiri terkagum-kagum saat setelah sebuah panduan aktif diberikan secara langsung, yang diikuti ribuan pendengar dari berbagai kota besar di Indonesia. Sudah ribuan SMS yang bersaksi akan manfaat dari acara ini. Buat saya, ya tentu senang bahwa talenta yang dipercayakan oleh Tuhan kepada saya, dapat berguna, dapat berhikmah, tidaklah jadi sia-sia… Hal yang paling mengagumkan saya adalah…

Luar biasanya cara kerja Alam Bawah Sadar manusia

Saya sungguh sangat banyak belajar dan mendapat manfaat dari acara Terapi Musik ini, sayalah yang paling beruntung. Mengapa demikian? Saya sungguh terkagum-kagum dengan Tuhan Sang Pencipta alam semesta ini, khususnya penciptaan Alam Bawah Sadar manusia yang sangat hebat dan sangat dahsyat ini.

SMS di atas muncul, sebagai jawaban akan adanya permintaan bagaimana terapi matahari ini bisa menyembuhkan penyakit yang diderita oleh beberapa pendengar. Pertanyaan yang mengandung keyakinan kuat bahwa terapi matahari ini, bisa menjadi solusi yang dahsyat untuk keadaan mereka. Mana mungkin saya menolak? Apa yang saya lakukan? Sambil siaran, saya sejenak…

Berdoa dan mohon ilham dari DIA yang AKBAR

Dan, tiba-tiba muncullah ide yang tidak bisa saya tahan untuk tidak saya ucapkan saat panduan aktif berikutnya. Benar-benar tanpa skrip dan skrenario, semua mengalir begitu saja tanpa bisa saya kendalikan. Karena adanya permintaan menuliskan proses ini, saya siapkan waktu khusus menuliskannya saat ini. Permintaan yang sungguh-sungguh dari para pendengarlah, yang menguatkan dan memotivasi untuk terus berkarya. Ilham yang muncul demikian…

Sinar Matahari menjadi Sinar Laser

1. Setelah Anda melakukan tahapan proses Terapi Matahari sebagaimana yang saya tuliskan terdahulu, yakni: Tip Praktis NLP#69: Terapi Matahari “Sumber Energi Cinta Berlimpah untuk Kesehatan”, dapat Anda klik di: http://portalnlp.com/?p=365

2. Sekarang, buatlah sinar matahari yang masuk kedalam tubuh Anda menjadi seperti sinar laser, buatlah sangat terfokus, mungkin sinar laser yang sangat kecil. yakini, Sinar Laser ini dari Sinar Matahari yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Yakini dan yakini…

3. Lalu, kendalikan sinar laser matahari ini ke bagian tubuh yang ingin disembuhkan, yang mau disegarkan, yang mau dibersihkan, yang ingin diterangkan, yang mau disehatkan, sesuai yang Anda inginkan terjadi. Biarkan saja sinar laser matahari ini bekerja sendiri, karena sinar laser matahari ini tahu apa yang Anda butuhkan. Sinar laser matahari penyembuh ini sangat memahami, apa yang terbaik untuk diri Anda…

Kunci keberhasilan dari kegiatan nomor 3 ini adalah lakukan dengan sangat lambat dan perlahan-lahan…

4. Ulangi kegiatan nomor 3 sesuai kebutuhan Anda. Kapanpun dirasa perlu, sesuai waktu Anda sendiri, juga sebanyak yang Anda inginkan. Atur saja…

Terus terang, jika Anda bertanya bagaimana terapi sinar laser matahari ini menyembuhkan, sungguh saya tidak tahu. Saya benar-benar tidak bisa menjawabnya, saya hanya ingin berbagi pengalaman saja, karena tiba2-tiba sangat banyak pendengar yang mendapat manfaat dari terapi ini, saat disiarkan secara langsung di Radio Sonora. Sungguh, saya sendiri masih bingung he he…

Saya hanya bisa berdoa syukur, saat menerima SMS dari Untung Palembang:

Saya tadi mengikuti teknik instruksi visualisai yang dituntun. Begitu terasa sampai saat ini keringat masih keluar. Sterasa sekali manfaatnya. Saya sudah divonis jantung dan kelainan lain tapi sekarang sakit di dada saya berkurang. Trims banyak, saya anggap ini satu ilmu yang sangat bermanfaat tq”

Manfaat lain: Membakar Kegelapan Trauma

Karena ada pertanyaan yang “memaksa” saya untuk membantu beberapa pengirim SMS akan masalah Trauma mereka di masa lalu, maka muncullah ide pemanfaat sinar laser matahari untuk kebutuhan tersebut. Sungguh, saya hanya mengatakan kalimat ini saja:

1. Sekarang pejamkan mata

2. Amati dimana pikiran Anda menyimpan gambaran trauma di masa lalu tersebut. Di bagian depan wajah Anda, di sebelah kiri, di sebelah kanan atau di belakang diri Anda?

3. Jika sudah ketemu, sekarang bakar semua gambaran gelap trauma tadi, secara perlahan-lahan menggunakan sinar laser matahari tadi. Terus bakar sampai hangus gosong semuanya dan lenyap dari pandangan pikiran Anda.

Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan para pendengar yang melakukan panduan aktif ini, saya hanya menerima SMS respon mereka, beberapa isinya demikian:

1. Wina Sby: “Terima kasih Mas, saya merasa lebih rilex tapi telapak kaki saya sampai sekarang masih terasa panas”

2. “Saya bernapas enak sekali, mas”, dari nomor HP 0878978…

3. Tarmuzi dari OK, Palembang menyempatkan SMS berikut ini:

“Setelah saya mengikuti terapi matahari, tubuh saya berkeringat dan di hati saya yang susah/sedih menjadi tenang. Mata dan hati saya menjadi tenang”

Masih banyak lagi yang lainnya, yang justru malah menguatkan dan memotivasi saya terus berkarya dan berkarya. Termasuk sumbangan sebuah lirik lagu dari seorang guru yang sangat setia menemani saya saat jatuh terpuruk, sampai saat ini. Lirik lagu tersebut demikian…

Matahariku

Ciptaan: Sanghamitta

Hidup ini begitu singkat

Mari cepatkan langkah

Janganlah lagi kau terjebak

Oleh semua duka derita

Duka derita tak akan berlalu

Jika tetap terpaku

Mari maju kuatkan kalbu

Singsing matahari yang baru

Pergilah pergilah…

Semua awan kelabu

Matahari dalam hatiku…

Tlah terangi jalan hidupku

Pergilah pergi…

Semua luka hatiku

Mari tata hidup kembali…

Dengan cahaya Tuhan sejati

Hidup ini buat berarti

Tuhan tempat di hati

Matahari Tuhan Sejati…

Tlah mengisi ruang dihati

Terima kasih atas doa semua saudaraku. Doamu menguatkan saya untuk terus berkarya untuk kehidupan ini, agar menjadi lebih baik dan lebih baik…

Jakarta, 2 Juni 2009

Krishnamurti yang sangat beruntung…

Kata Penyemangat Hidup

“Saya jomblo, jobless & merasa pesimis meraih cita2 karena hidup saya penuh dengan keterbatasan”

Demikian SMS dari Si, Tangerang. Lainnya dari Gun, Jakarta: “Saya merasa galau dgn masa depan saya”

Wa, Cilacap: “Mas,kenapa saya sangat takut menghadapi kenyataan yang saya alami..?”

Di, Yogya: “Saya kok masih sulit ya melupakan kata2 orang yang telah menyakiti hati saya.. Masih terngiang-ngiang ditelinga..”

Ne, Bandung: “Mas Sudah 1 tahun ini saya mengalami kekecewaan, 6 bln terahir saya sangat tertekan dgn keadaanku, hidupku terasa hampa. Saya ingin bangkit dr semua ini”

Demikian sebagian SMS dari puluhan SMS, yang masuk ke redaksi Radio Sonora, pada sebuah acara Terapi Musik yang saya pandu setiap Minggu malam jam 22:00-24:00. Kebetulan malam itu, saya membebaskan para pendengar untuk mengirimkan keluhan atau masalah apa saja yang ingin disampaikan.

Saya ingin mengajak para pendengar untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri, mereka hanya sedang keluar fokus dari tujuan utama dalam hidup ini saja. Makanya, saya mengajak para pendengar untuk…

Kembali Fokus pada tujuan hidup di dunia ini

Jika kita fokus pada masalah, maka hidup kita akan menghasilkan masalah. Jika kita fokus pada kesedihan, maka energi kesedihan akan terus membesar dalam diri kita. Salah satu pembimbing saya, Bapak Col. Haji Izaidin dari ABC Malaysia selalu menasehati saya dengan kalimat demikian:

Anything you give energy to, will grow…

Nah, jika kita fokus pada tujuan hidup, maka masalah hiduppun akan menjadi kecil. Atau, mungkin kita abaikan saja karena ada tugas yang lebih besar menanti diri kita. Mungkin Anda pernah bertanya ke dalam diri dengan kalimat reflektif berikut ini:

“Bila hari ini adalah hari terakhirku di dunia ini,

sebagai apa aku ingin dikenang dalam hidup ini?”

Pertanyaan yang sama pula, yang saya tanyakan kepada seluruh peserta pelatihan Quantum TranceFormation pada malam ke 3 dengan cara silentium (tapa bicara) sampai esok pagi. Lucunya, dipagi hari banyak peserta senyum-senyum sendiri, wajah berseri-seri, tertawa lepas dan sangat rileks. Seperti ada sesuatu yang terlepas dalam diri ini, tapi tidak tahu apa yang terlepas he he… Ya, memang Alam Bawah Sadar Manusia…

Bekerja dengan cara yang unik

Kita tidaklah terlalu perlu memahami cara kerjanya, karena memang luar biasa mengagumkan. Yang perlu kita kuasai adalah cara berkomunikasi yang terbaik dengan Alam Bawah sadar anda sendiri, seperti memberikan pertanyaan yang pas untuk diri kita sendiri, lalu merasakan hasilnya yang luar biasa dalam diri kita. Ya, sungguh mengagumkan hasilnya.

Nah, berikut ini adalah salah satu ide yang saya sudah lakukan sendiri selama bertahun-tahun, yakni hanya dengan teknik sederhana yaitu…

Kalimat pertanyaan refleksi diri

Sebuah kalimat yang bisa menimbulkan SEMANGAT yang besar, energi yang BOOM, suara yang menggelegar, tenaga yang tiada habisnya untuk terus berkarya, berbagi, bergerak, berjalan, berlari bahkan terbang kemanapun yang saya inginkan. Semoga bisa pas juga untuk Anda…

Ide ini sangatlah sederhana, bahkan sangatlah mudah. Namun, perlu waktu untuk mendengarkan jawabannya, perlu keheningan untuk memahaminya, perlu kepekaan untuk menangkapnya. Ide ini adalah bertanya ke dalam diri dengan pertanyaan yang juga sangatlah sederhana, yakni:

“Bila hari ini adalah hari terakhirku di dunia ini,

sebagai apa aku ingin dikenang dalam hidup ini?”

Atau pertanyaan temannya boleh juga demikian:

“Bila hari ini adalah hari terakhirku di dunia ini,

Apakah aku sudah melakukan yang terbaik dalam hidup ini?”

Artinya, Anda boleh bertanya dengan pertanyaan lainnya sesuai keperluan Anda sendiri. Amati hasilnya, bisa lompatan, bisa konflik, bisa bingung, bisa makin hebaaaat… Sekarang Anda mungkin bertanya, pertanyaan itu kan biasa saja, lalu…

Lalu, apanya yang berbeda?

Nah, yang ingin saya bagikan adalah teknik bertanyanya yang berbeda, yakni demikian:

Coba rasakan sendiri “akibat” dari pertanyaan yang sederhana ini, dengan cara yang sedikit berbeda…

1. Siapkan diri Anda setenang mungkin, sehening mungkin, sediam mungkin, sesunyi mungkin. Boleh dengan cara apapun, yang penting pas untuk situasi Anda, seusai dengan diri Anda, sehingga mudah melakukannya… Misalnya:

a. Anda tidur dulu, lalu bangun pada tengah malam. Hati-hati kebablasan “ngorok”-nya he he…

b. Duduk berdiam diri, memandang cahaya bulan, melihat cahaya lilin yang diletakkan di depan Anda.

c. Menikmati musik, mendengarkan bunyi-bunyian tertentu.

2. Setelah suasana hening tercipta, barulah Anda mulai ke tahap selanjutnya, yakni mengatakan kalimat berikut ini dengan bersuara.

“Bila hari ini adalah hari terakhirku di dunia ini,

sebagai apa aku ingin dikenang dalam hidup ini?”

Dibunyikan… dengan lambat, sekitar 1/3 dari kecepatan bicara normal Anda, dengan bunyi yang perlahan saja, boleh hampir nyaris terdengar. Baik juga, kegiatan ini di rekam, agar mudah untuk dievaluasi dan diputar ulang saat mau tidur, di kemudian hari.

Jumlah pengucapan kalimat pengulangan tersebut, boleh diatur sesuai kebutuhan Anda, boleh 1.000 kali, boleh 100 kali, boleh 50 kali, boleh 30 kali, namun tidak boleh 10 kali ha ha ha… diskon melulu, kayak beli baju aja…

3. Anda boleh menekan diri Anda dengan pernyataan negative lanjutan, misalnya (juga dibaca dengan sangat perlahan dan lambat):

- Apakah aku ingin dikenang sebagai orang yang gagal?

- Apakah aku ingin dikenang sebagai seorang pecundang?

- Apakah aku ingin dikenang sebagai orang yang menyusahkan orang lain?

- Apakah aku ingin dikenang sebagai mengesalkan orang banyak?

- Apakah aku ingin dikenang sebagai sampah masyarakat?

- (boleh tambahkan contoh negative lainnya…)

- Jika bukan, lalu sebagai apa aku ingin dikenang dalam hidup ini? (lalu, biarkan Alam Bawah Sadar Anda yang menjawabnya…)

4. Terus lakukan kapanpun Anda membutuhkan. Baik juga dilakukan malam hari, sampai Anda tertidur nyenyaaak…

Nah, bagaimana menguji “program instalasi” kalimat tersebut sudah masuk dalam pikiran Anda?

Semoga (ya semoga) ada rasa yang muncul dan terbangkitkan dalam diri Anda…

Saat teknik ini dipandu di Radio Sonora malam itu, sekitar 2 sampai 3 kali, demikian respon beberapa pendengar:

Cing, Angke: “Saya jadi bisa menerima diri sendiri apa adanya dan berdamai, memaafkan diri saya atas perceraian yg terjadi dan bisa buat saya kembali menata masa depan..thx u”

Djoko Sunter: “Aku malah merasa sedih karena aku belum dapat memberikan kebahagiaan kepada orang tuaku, sebelum aku meninggalkan dunia ini”

Si, Tangerang: “Saya sedikit merasa optimis. Meskipun cuma sedikit, tapi sangat berarti. Semoga aq bisa menjalani hidup lebih baik.”

Al, Wangon: “Andai aku dah gak ada, aku ingin jadi org yang bisa di kenang sebagai orang yang berharga buat keluarga,dan aku tak menyesal bilang jadi saat terakhirku, karena aku dah mengabdikan diriku kpd Tuhan”

Ya, Palembang: “Jika hidup aku berakhir hari ini, aku ingin dikenang sebagai orang yang suka menolong sesama”

Ibu Ti, Magelang: “Jika hari ini adalah hari terakhirku, aku ingin dikenang sebagai seorang ibu biasa yang dengan cintanya mengantar anak2 menjadi orang-orang luar biasa dalam hidupku”

Saya bersyukur SMS setelah panduan latihan ini di Radio Sonora malam itu, berakhir dengan pernyataan positip yang lebih besar jumlahnya dibanding SMS keluhan yang masuk di awal acara Terapi Musik tersebut.

Dan, yakinlah semakin sering Anda lakukan teknik di atas, semakin dahsyat dampaknya dalam diri Anda. Seperti ada energi besar muncul dari dalam diri, yang tidak bisa dihentikan. Ini pengalaman pribadi saya sendiri, semoga juga demikian dampaknya untuk Anda.

Ada sebuah SMS yang sangat memotivasi dan menjadi inspirasi orang banyak, yang dikirimkan oleh:

Ari, Jakarta: “Saya adalah pasien cuci darah, saya harus bertahan hidup dengan sebuah mesin cuci darah, buat saya setiap hari mungkin adalah hari terakhir saya hidup, pesan saya buat setiap kita yang masih bisa melakukan sesuatu untuk orang lain, berikanlah hal terbaik yang bisa anda berikan..”

Thanks Ari, saya kagum dengan Anda!

Jika kita fokus pada masalah, maka hidup kita akan menghasilkan masalah. Yang mana yang selalu Anda fokuskan dalam diri Anda?

Krishnamurti

Selasa, 10 Agustus 2010

Kita Lahir Sebagai Pemenang

1. Aku dilahirkan untuk menjadi PEMENANG.

Keyakinan pertama yang harus aku miliki sebagai anak manusia adalah keyakinan bahwa aku dilahirkan untuk menjadi Pemenang. Aku percaya bahwa tidak mungkin Allah menciptakan aku ke dunia ini, tanpa alasan apapun. Tidak mungkin! Pasti ada alasannya, bukan? (tarik nafas perlahan sebentar)

Nah, jika aku berani lahir, maka aku juga haruslah berani mati (karena aku pasti mati, bukan? He..he..) Lalu, sekarang mati seperti apa yang aku inginkan? (tarik dan tahan nafas yang lama…) Duh, sereeem banget sih pertanyaannya. Iya dong, sekali-sekali serius ah! Baiklah, sekarang pilihan aku sebagai manusia yang hidup, yang masih bernafas, yang masih beredetak jantungnya, hanya tersisa satu pilihan saja, bukan? Yakni aku ingin mati sebagai apa? Ingin dikenang sebagai siapa?

Karena aku yakin bahwa aku dilahirkan untuk menjadi Pemenang, sudah sebaiknya pula aku memilih mati minimal sebagai pemenang. Pemenang seperti apa, itu persoalan lain. Yang penting pilihannya adalah kembali ke Sang Khalik sebagai seorang pemenang. Gak malu-maluin yang “nyiptain”, gitu lho! Orang Sunda bilang: “Tong Ngerakeun”.

Lalu, setelah sadar bahwa aku dilahirkan untuk menjadi Pemenang, berarti aku sekarang harus bangun dari biusnya si tidur. Oke, setelah bangun bukankah diperlukan kekuatan, diperlukan keberanian, diperlukan…? Ya,…

2. Memang diperlukan keberanian untuk melangkah maju ke depan. Namun, bagaimana berani (tahan nafas sebentar) kalau aku tetap diam di tempat?

Betul juga ya. Baiklah aku segera berdiri dan mulai melangkah. Langkah pertama, langkah kedua dan langkah ketiga, tapi oh..oh.. lihat apa yang ada di

depan jalan. Ah, kayaknya agak mendung, agak redup, agak berkelok, agak licin. Ehm, bisa-bisa terpeleset, tergelincir, bahkan terpental saat di

perjalanan? Ya, bisa saja. Namun, aku yakin akan pesan nenekku…

3. Daripada hanya berdiam diri… Melangkah dan mungkin tergelincir (tahan nafas sebentar) adalah pilihan yang jauh lebih baik! (tahan nafas sebentar) Ada banyak pelajaran di sana…

Masak sih? Apakah benar dengan tergelincir aku malahan belajar? Betul, bila aku bisa merasakan sakitnya tergelincir, maka pasti aku akan menghindari

berbuat kesalahan yang sama. Akupun akan mencari ide-ide lain yang lebih baik, lebih tepat guna, lebih kreatif, lebih produktif dan sebagainya.

Kesalahan yang terbesar adalah aku tidak pernah melakukan sesuatu, bahkan mencobanyapun “gak” pernah, malah pikiran aku sering “merancang” imajinasi rasa sakit yang belum tentu terjadi dari sebuah kesalahan atau kekeliruan di masa mendatang. Astaga, ngeri sekali bukan? Karena aku merancang ketakutan, maka seringkali aku hanya berdiam diri. Namun aku sebenarnya percaya bahwa… (baca kalimat berikut ini dengan sangat keras!!!)

4. Orang yang berani bangkit dan belajar dari kegagalan adalah PEMENANG SEJATI!

Huh, lumayan kalimat motivasi ini ya. Cukup kuat dampaknya untuk membangkitkan semangat paling dalam dari diriku. Di dunia ini banyak sekali cerita orang yang pernah mengalami kegagalan dan setelah itu tidak ada lagi ceritanya. Apakah aku mau seperti mereka? Habis terbit, kena awan gelap dan menghilang tanpa bekas? Gone with the wind…

Ah, aku kan bisa punya pilihan lain. Aku ingin jadi pemenang atas diriku sendiri. Cerita kehidupan yang hanya bisa dibagikan adalah cerita

kebangkitan, bukan cerita kegagalan. Wah, jika aku tidak pernah bangkit, maka habislah pula cerita hidupku. Percuma dong aku dilahirkan. Baik,

baiklah dan baiklah! (silahkan teriak dalam hati he..he..) Sekarang aku tanamkan dalam benak aku bahwa aku HARUS bangkit, kapanpun saat aku mengalami apa yang disebut orang lain adalah kegagalan. Karena aku yakin dan percaya bahwa…

5. Apa pun SAYA BISA jika saya mau!

Kuncinya adalah kemauan, bukan kemampuan. Orang yang memiliki kemampuan, jika tidak ada kemauan, bagaikan mayat hidup yang tidak tahu mau kemana. Gak bedanya dengan hidup luntang lantung, gak ada tenaga, gak ada semangat, gak ada spirit, gak nafsu deh hidup kayak gitu. Hidup ini adalah pilihan, kok. Aku bisa memilih sedih (hening 3 detik) , aku bisa memilih senang (hening 2 detik). Aku bisa memilih marah (hening 1 detik) dan aku bisa memilih tenaaang. Nah, jika…

6. Hidup ini adalah pilihan. Aku memilih menjadi orang yang bahagia ….

Aku tahu memang sebuah pilihan yang tidaklah mudah, namun aku harus mulai belajar berani memilih dan memutuskan kemana arah hidupku. Apa pilihan

hidupku? Akulah yang harus menentukan arah jalan hidupku. Akulah yang menentukan titiknya… Besar titiknya… Warna titiknya… Bunyi titiknya… Rasa titiknya… Sinar titiknya… Sinar biasa atau sinar sebuah BERLIAN? Kecil bentuknya (tahan nafas sebentar, lalu katakan dengan keyakinan kuat), namun silau sinarnya. Kekuatan silau sinar berlianlah yang membuat aku tidak mungkin kehilangan arah. Walau disekitarku kadang mendung, kadang redup, kadang gelap. Karena…

7. Semakin aku fokus pada impianku. Semakin cepat aku mencapai impianku.

Fokus menghasilkan energi yang besar, bahkan semakin lama semakin dahsyat. Fokus membuatku bersemangat, berenergi, berkeringat, tetap panas karena membantu aku untuk selalu bergerak. Bergerak melangkah, bergerak lari, bergerak ke arah silau sinar berlian yang memimpinku. Karena fokus, maka apapun situasi disekitarku, tidak akan membuatku terganggu. Jalan yang berkelokpun, kujalani…. Jalan macetpun, kunikmati… Jalan berbatupun, kelewati… Jalan terhalangpun, kulampaui… Karena arah fokusku jelas, arah menuju sinar berlian, sinar tujuan hidupku… Silau namun indah. Maka, aku tidak akan pernah menunggu situasi. Dan sebaiknya…

8. Berhentilah menunggu kondisi membaik. LAKUKAN SESUATU agar kondisi membaik.

Itulah motto hidupku. Banyak hal diluar jangkauan kemampuanku, keadaan alam semesta, keadaan negara, keadaan masyarakat dimana aku berada. Buat apa aku fokus pada sesuatu diluar kendaliku. Lebih baik aku fokus pada sesuatu yang bisa aku kendalikan, bukan? Sesuatu yang bisa aku jangkau, sesuatu yang bisa aku buat lebih baik. Jadi aku pikir, sebaiknya aku fokus saja pada karya. Ya, berkarya, berkarya dan berkarya…

Sekarang setelah aku sadar, aku bangun, aku bangkit dan aku berkarya, aku fokus pada karyaku, maka selanjutnya…

9. Aku bekerja dengan sungguh-sungguh. Aku berdoa dengan sungguh-sungguh.

Selanjutnya, biarlah Tuhan yang menentukan. (Florence Griffit Joyner)

(Sekarang katakan dalam hati dengan rasa keyakinan yang kuat) BENDERA SUDAH DIKIBARKAN.

(lebih perkuat lagi rasa keyakinan Anda) MAKA KIBARKANLAH SETINGGI MUNGKIN.

(tingkatkan rasa keyakinan Anda sekuat-kuatnya) KIBARKANLAH BENDERA KEMENANGAN KEPADA KEHIDUPAN.

KEHIDUPAN YANG BERHIKMAH.

Krishnamurti

Terapi Joget Sumo Untuk Gempa Bumi

oget irama gempa

Saat banyak orang panik lari tunggang-langgang keluar ruangan, dipanggung Student Center FE-UI Depok, saya malah berwaspada dengan berjoget Sumo perlahan mengikuti irama gerakan gempa, saat terjadi gempa Rabu, 2 September 2009 sekitar jam 15:00 lalu.

Hal ini malah membuat peserta yang hadir di acara Seminar UKM-CSR yang diselenggarakan oleh mahasiswa UI, bingung tapi ikutan tenang dan tetap bersiaga, tanpa rasa panik yang berlebihan. Bahkan saya tetap memberikan “ceramah” dalam suasana gempa tersebut. Sebuah pengalaman batin yang luar biasa, paling tidak buat saya pribadi.

Mengapa saya punya ide berjoget Sumo?

Cerita ini berasal dari sebuah ide terapi saat saya menjadi relawan Tsunami Aceh akhir tahun 2004 lalu. Karena umumnya mereka yang selamat dari Tsunami, mengalami trauma berat. Salah satu tantangannya adalah bagaimana mengatasi trauma pasca gempa, khususnya untuk anak-anak kecil?

Pakai Hypnotherapy, ya nggak mungkin. Wong, pejamkan mata aja membuat anak-anak berteriak panik, karena memori serem ombak menerkam, melintas kembali. Singkat cerita, datanglah teman lama saya si Ilham yang muncul tiba-tiba di benak saya, yakni berupa Game Therapy.

Untuk terapi anak-anak, kuncinya adalah bermain. Ide dasar ini sebenarnya berawal dari DR. John Grinder pencipta New Code NLP yang saya ikuti di Kuala Lumpur, sekitar awal tahun 2005 lalu. Rupanya program ini masih ter-install di otak saya he he… Dan, ternyata lumayan berguna…

Sebelum kita membahas ide “Terapi Joget Sumo”, marilah sedikit kita kupas…

Mengapa kita bisa panik?

Karena di otak kita tidak (baca: belum) punya strategi yang tenang untuk mengatasi situasi yang mengejutkan, selain strategi panik, ngacir dan teriak-teriak. Jika kita memiliki beberapa strategi mengatasi situasi yang mengejutkan, maka kita akan tetap tenang dan tetap siaga.

Saya teringat saat masih bekerja sebagai IT Manager sekitar 10 tahun lalu, saat itu saya berada di lantai 6 di gedung tempat saya bekerja. Karena hampir seluruh lantai adalah milik Konglomerat tempat kami bekerja, jadi umumnya kami saling kenal, paling tidak saling tahu satu sama lain.

Nah, yang membuat saya shok adalah saat terjadi gempa, seluruh teman saya ngacir menyelamatkan diri lewat tangga darurat tanpa memikirkan orang lain. Bahkan, salah seorang pejabat tinggi, tega menginjak bawahannya untuk secepatnya turun tangga. Sungguh mengerikan. Seorang teman yang hamil, bahkan ditinggalkan begitu saja.

Waktu itu, saya memilih untuk mengajak teman-teman kerja saya untuk tenang dan memilih berlindung di samping meja atau lemari yang kuat, karena saya tahu teori bagaimana mengatasi gempa.

Namun, umumnya orang panik luar biasa. Setelah selesai gempa, barulah para “bos” tersebut malu dengan “kelakuannya” tadi. Nginjek temen (baca: bawahan atau anak buah) nih yeee he he…

Teman-teman sekerja saya panik dengan gempa, saya “panik” lihat kelakukan para “Bos” saya ha ha ha…

Nah, bagaimana agar kita tetap tenang saat mengalami gempa? Otak kita perlu di-install program yang merespon tenang dan tetap waspada. Bagaimana caranya? Mudah saja…

Tahap awal: Buang dulu semua trauma terkejut

Ya, program Terapi Joget Sumo hanya bisa aktif dan efektif, bila program yang lama dibuang dulu. Cara yang paling mudah dan sederhana adalah meniupnya jauh-jauh sampai hilang.

Begini urutannya:

1. Pikirkan kembali sebuah pengalaman yang membuat Anda sangat terkejut. Bagaimana respon Anda? Apa yang Anda rasakan? Ada dimana gambarannya di benak Anda? Di depankah, di kirikah, di kanankah, di belakangkah atau dimana?

2. Bersyukurlah bila ketemu he he, karena banyak orang sering bingung dimana dia meletakkan trauma masa lalu dalam hidupnya.

Lalu, tarik nafas yang dalam, tahap selama mungkin dan hembuskan nafas Anda melalui mulut, sekeras-kerasnya untuk mendorong, untuk membuang, untuk menyingkirkan segala gambaran, segala pengalaman trauma terkejut tersebut.

Ulangi, langkah nomor 2 ini, sampai trauma tersebut benar-benar kabur dari benak Anda.

3. Setelah selesai, bernafaslah semakin perlahan dan sangat perlahan…

4. Jika memungkinkan, petiklah hikmah dari kejadian trauma tersebut. Misal: menyebutkan dalam hati: “Allah Maha Besar”

Hanya begini saja caranya? Ya, semudah itu saja. Gak percaya, ya nggak apa-apa ha ha ha… (jadi ingat tawanya Mbah Surip)

Catatan:

1. Bagi Anda yang mau jadi relawan untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami trauma akibat gempa, gunakan saja teknik sederhana di atas. Sangat mudah. Kuncinya ada di sikap saja. Akhlak dan niat tulus saja yang menentukan keberhasilan teknik yang sungguh sangat sederhana ini yakni:

“Berikan Hatimu… Maka engkau akan temukan jawabannya disana…”

Demikian teringat pesan Mbah saya, Bapak Uskup Sinaga dari Medan, saat kami jadi relawan Tsunami disana…

2. Usahakan untuk berdoa dulu, minta kuasaNYA, minta ijinNYA, minta restuNYA sebelum melakukan terapi di atas. Bagaimanapun kita hanyalah alatNYA saja… Biarlah kita hanya jadi saranaNYA saja…

Tahapan Install Terapi Joget Sumo

Nah, sekarang mari kita meng-install program “Terapi Joget Sumo”, begini idenya. Tapi sekali lagi, ide ini pas untuk saya dan anak-anak yang pernah kami terapi baik saat Tsunami Aceh ataupun Gempa Jogja, semoga bisa pas juga untuk orang banyak. Semoga aja yaaa…

1. Buat posisi Anda atau klien Anda, yaitu anak-anak seperti posisi orang mau beradu Sumo.
2. Hentakan perlahan kaki kiri, lalu hentakan perlahan kaki kanan. Ulangi hentakan, kaki kiri… hentakan kaki kanan… Kaki kiri… Kaki kanan… terus ulangi dan ulangi, kecepatan hentakan bisa dibuat makin cepat dan makin cepat.
3. Saat hentakan kaki, kepala boleh ikut bergoyang mengikuti arah langkah. Kaki kiri dihentakan, kepala bergoyang juga ke kiri… Gerakan Sumo ini, boleh dibuat menjadi lucu dan gembira.
4. Setelah kira-kira Anda atau klien Anda dalam situasi yang asyik, barulah masukan ke dalam benak Anda atau klien Anda, kalimat sugesti berikut: “Gempaaa Bumiii… gempaaa bumiii…”. Ulangi dan ulangi, sampai terasa biasa saja.
5. Terus lakukan, sampai Anda atau klien Anda yang mengatakannya sendiri kalimat sugesti tadi: “Gempaaa Bumiii… gempaaa bumiii…”
6. Amati dan amati, baik sekali jika sudah terasa nyaman, kecepatan menyebutkan kalimat sugestinya diucapkan lebih cepat, seperti: “Gempa bumi!!! Gempa bumi!!!”
7. Menarik dan uniknya, traumapun langsung “plooong” lenyap. Demikian pengalaman saya selama ini dalam menangani saudara-saudara yang mengalami trauma gempa.

Pelajari dan kuasai teknik sederhana di atas, sampai menjadi seperti bermain. Dan, bisa Anda gunakan untuk diri saya sendiri, juga untuk membantu orang lain.

Pengalaman Gempa di Apartemen lantai 20

Pernah saat mau tidur di suatu malam, terjadi getaran gempa. Sebenarnya biasa saja, namun karena saya sedang berada di sebuah apartemen lantai 20, ceritanya menjadi lain, tauk! Sereeem juga ha ha ha…

Para penghuni apartemen panik, berteriak, histeris dan berlari turun melalui lantai. Wow, perlu puluhan menit untuk tiba di lantai dasar, bukan? Malah, kalau benar terjadi runtuh, kecil kemungkinan saya bisa “mendarat” dengan selamat di tanah, bukan? Demikian saran benak saya he he…

Lalu, apa yang saya lakukan?

Saya hanya ikut bergoyang mengikuti kemana goyangan gempa saja, sambil tetap berbaring di ranjang. Lalu, saya hanya berdoa pasrah dan pasrah. Jika aku harus kembali kepada Dia yang memiliki nafas ini, biarlah saya kembali dalam keadaan berdoa…

Ah, maaf. Saya hanya berbagi perasaan saja. Nggak usah sedih he he… Ini hanyalah sedikit cerita saja. Entah kenapa, saya teringat pada sebuah syair yang saya tulis saat dalam perjalanan di bus malam dari Pontianak menuju kota Sintang, di pedalaman Kalimantan Barat. Saat itu mungkin sekitar jam 2 atau 3 pagi dini hari.

Syair itu mengajak berandai-andai bagaimana bila terjadi hari terakhir itu? Semoga bisa menjadi obat dari kepanikan diri ini dan juga semoga memotivasi yooo…

Ijinkan aku kembali

Ah, kadang aku suka berandai
Ya, hanyalah berandai-andai saja
Akan kujawab apa saat dipanggil Nya?

Bolehkah kujawab ijinkan aku kembali
Banyak hal yang belum kuselesaikan
Banyak hal yang masih kusia-siakan
Banyak kelalaian yang belum kubayar

Ijinkan aku kembali
Banyak keliru yang belum kuperbaiki
Banyak kotoran yang belum kubersihkan
Banyak debu yang belum kusapu

Ijinkan aku kembali
Aku malu dengan diriku
Aku lalai dengan misiku

Ijinkan aku kembali
Semoga masih ada waktu kedua
Ya, hanya semoga

Pontianak, 20 Agustus 2009
Krishnamurti – sedang di bus malam menuju Sintang

Harapan cerita

Demikian syair yang saya tulis dengan Black Berry saya malam itu, sebenarnya lebih untuk refleksi diri saya sendiri saja. Karena saya sulit tidur di bus malam saat itu, namun yang terus muncul dalam diri saya adalah reflektif dan reflektif…

Semoga syair ini bisa membangkitkan diri Anda juga, untuk terus berkarya dan berkarya bagi sesama. Berbagi dan berbagi. Berbuat kebenaran dan kebenaran.

Terus menebar energi bersih bagi kehidupan ini. Sehingga saat ada gempa kembali, Anda tenang menghadapinya. Karena sudah siap…

Palembang, 3 September 2009

Krishnamurti – di pesawat terbang dari Jakarta menuju Palembang.

Terapi Penyembuhan Penyakit

Keinginan kuat untuk sembuhlah, yang menyembuhkan.

Seorang ibu peserta pelatihan kami “Executive Camp” dari Lampung, terbengong-bengong bingung, bagaimana mungkin sakit pening berat di leher kanan, yang cukup lama dideritanya mendadak lenyap begitu saja, setelah melakukan terapi “Maaf + Ikhlas” yang saya pandu.

Apakah saya yang menyembuhkannya? Tentu saja tidak. Keyakinan ibu tersebutlah yang menyembuhkan sakit yang dideritanya. Keinginan kuat dari ibu tersebut, untuk sembuhlah yang menyembuhkannya. Saya hanyalah berbagi ide saja. Ya, hanya sebuah ide yang bisa cocok untuk ibu tersebut, yang semoga juga bisa cocok untuk Anda.

Kita tidak tahu pesan Alam Bawah Sadar kita

Tubuh kita sering mengkomunikasikan sesuatu pada kita, namun kita tidak tahu. Alam bawah sadar kita mengirimkan pesan untuk kita dalam rupa rasa sakit, tapi kita obati rasa sakit tersebut, kita “paksa” untuk hilangkan rasa sakit itu dengan berbagai obat. Padahal alam bawah sadar kita memunculkan rasa sakit, karena berawal dari rasa marah yang belum terselesaikan, tapi kita “save” di ulu hati. Rasa benci kita “simpan” di pencernaan.

Karena kita “tidak atau belum” pernah belajar cara alam bawah sadar kita berkomunikasi dengan kita, yaaa makin bingunglah kita saat mengalami sebuah rasa yang nggak nyaman dalam diri kita ini. Strategi yang kita miliki, hanyalah menelan obat pereda rasa sakit atau Pain Killer, yang akhirnya kitapun ikut jadi “Killer” atau pembunuh untuk diri kita sendiri he he he…

Rasa Sakit adalah Pesan Alam Bawah Sadar

Jika kita setuju dan meyakini bahwa rasa sakit adalah pesan dari alam bawah sadar kita, maka jauh lebih baik kita intropeksi ke dalam diri dan bertanya ke dalam diri, apa maksud alam bawah sadar kita dengan adanya sakit tersebut.

Ini akan sangat membantu penyembuhan dari dalam diri, dari pada kita mencari penyebab rasa sakit yang kita alami tersebut, di luar diri kita. Karena memang alam bawah sadar manusia sangat jenius, sangat pandai, sangat pintar, sangat kreatif. Tuhan sungguh telah memberikan rahmat yang luar biasa dalam tubuh manusia ini.

Baiklah, saya akan berbagi ide yang sangat sederhana, bagaimana kita “menyembuhkan” diri sendiri dari berbagai rasa sakit, dengan cara berkomunikasi langsung ke alam bawah sadar kita.

Berikut ini tahapan Terapi Diri Maaf + Ikhlas:

Sebelum Anda melakukan teknik terapi “Maaf + Ikhlas” ini, yakinkan diri Anda bahwa begitu mudahnya teknik ini, sehingga Anda sendiri bisa melakukannya, bahkan sangat mudah juga Anda ajarkan ke orang lain yang sekiranya membutuhkan.

1. Sentuh dengan telunjuk + jari tengah

Pada bagian tubuh yang sedang dirasa sakit, mungkin kepala bagian belakang, leher, dada, perut, kaki atau bagian manapun, sentuhlah dengan jari telunjuk dan jari tengah Anda, boleh gunakan tangan kiri, boleh gunakan tangan kanan. Bebas saja, ikuti pilihan hati Anda, karena itu tangan Anda sendiri he he…

Mengapa harus dengan 2 jari ini?

Nah, kalau ini sungguh saya juga tidak tahu he he, sungguh. Namun, seringkali tiba-tiba ide muncul begitu saja dalam benak saya, saat menghadapi sebuah situasi di lapangan. Mungkin karena niat saya yang kuat untuk membantu, mungkin… Sungguh saya “belum” tahu mengapa sentuhan paling jitu, “harus” dengan jari telunjuk dan jari tengah. Jadi, maaf saya belum punya jawaban yang “ilmiah”, yang menurut saya tidaklah terlalu penting mengapa.

2. Katakan “Maaf”

Bernafaslah lebih perlahan, makin perlahan sampai sangat perlahan, sebelum melakukan tahap ke dua ini. Lalu, lanjutkan dengan mengatakan maaf.

Ya, katakan maaf pada bagian tubuh yang dirasa sakit, yang Anda sentuh dengan jari telunjuk dan jari tengah tadi. Sampaikan dengan sungguh-sungguh. Boleh diucapkan, boleh dalam hati. Jangan keras-keras, nanti disangka “edan” oleh tetangga he he…

Katakan maaf, karena selama ini kita tidak memahami apa maksud pesan yang ingin disampaikan oleh alam bawah sadar kita sendiri, melalui rasa sakit itu. Sehingga pesan itu terabaikan. Sekali lagi katakan maaf dengan sungguh-sungguh. Contoh:

“Maaf ya leher yang sakit, saya mengabaikanmu selama ini”

“Maaf ya pundak yang sakit, saya tidak memahami maksud rasamu selama ini”

“Maaf ya mata yang perih, saya tidak memahami pesanmu selama ini”

“Maaf ya perut, saya salah makan yang tidak sesuai dengan kebutuhanmu hari ini atau selama ini”

“Maaf ya kaki, saya bekerja terlalu keras hari ini”

Boleh gunakan kalimat lain yang bergaya bahasa Anda sendiri, seperti bicara dengan teman saat kecil, seperti bicara dengan seorang sahabat.

Lalu, amati bagian tubuh yang Anda sentuh tersebut, bagaimana rasanya sekarang? Amati dan amati saja. Setelah itu, lanjutkan ke langkah berikutnya…

3. Bertanggung Jawablah

Sambil terus menyentuh bagian tubuh yang sakit, katakan pada bagian yang sakit tersebut bahwa: “Aku bertanggung jawab atas rasa sakit kamu”.

Bukanlah tidak akan ada asap, jika tidak ada api. Bagaimana bisa ada buah, jika kita tidak menanam sebuah bibit. Di dunia ini ada hukum sebab-akibat. Bertanggungjawablah pada “Sebab”-nya. Mungkin sebuah keputusan yang keliru di masa lalu, mungkin sebuah marah yang belum terselesaikan. Mungkin, sebuah kekecewaan yang tersimpan.

Kuncinya adalah mengambil tanggung jawab dari rasa sakit tersebut. Bahwa kita pernah salah, bahwa kita pernah keliru, bahwa kita pernah kotor di masa lalu…

Lalu, amati bagian tubuh yang Anda sentuh tersebut, bagaimana rasanya sekarang? Amati dan amati saja. Setelah itu, lanjutkan ke langkah berikutnya…

4. Terima atau lepaskan dengan ikhlas

Nah, sekarang ada 2 pilihan. Tanya ke alam bawah sadar Anda apakah sakit ini adalah bagian yang harus diterima, cukup seperti bertanya: “Apakah rasa sakit ini adalah bagian yang harus aku jalani?”. Jika terasa ada jawaban “ya” dari dalam diri Anda, maka:

Tariklah nafas panjang yang dalam, sebagai sarana menerima rasa sakit yang Anda sentuh tadi dengan ikhlaaas… Lakukan beberapa kali sampai benar-benar terasa ikhlas. Tahapan ini dikombinasikan dengan doa-doa yang sesuai dengan iman keyakinan Anda, tentulah sangat membantu.

Pilihan ke 2, bila sakit itu bukanlah milik kita, mungkin dapat “kiriman kado” he he… Ya, sudah lakukan saja:

Buanglah nafas yang panjang, sebagai sarana melepaskan rasa sakit yang Anda sentuh tadi ke alam semesta yang demikian luasnya. Kata alam semesta bisa Anda ganti menjadi: Tuhan, Allah atau sebutan lainnya yang selaras dengan iman keyakinan Anda. Terus lakukan beberapa kali sampai benar-benar terasa ikhlas untuk dilepaskan. Diiringi dengan doa akan makin mantaaap…

Sekarang, amati lagi bagian tubuh yang Anda sentuh tersebut, bagaimana rasanya sekarang? Amati dan amati saja. Setelah itu, lanjutkan ke langkah berikutnya…

5. Berterimakasih

Nah, ini bagian yang terpenting dalam teknik terapi diri ini yaitu berterimakasih pada alam bawah sadar Anda. Ya, berterimakasihlah dengan sangat sungguh-sungguh. Lakukan seperti Anda ngomong: “Terima kasih ya, terima kasih…” pada bagian tubuh yang Anda sentuh tadi. Boleh dilanjutkan dengan berdoa sesuai iman Anda.

Baik juga setelah sesi terapi “Maaf + Ikhlas” ini selesai dilakukan, Anda tidur sejenak, tidurlah jika tubuh Anda ingin Anda tidur. Tidurlah…

Oh ya, jangan lupa untuk melepaskan sentuhan jari Anda dari bagian rasa sakit di tubuh Anda tadi, setelah terapi ini he he…

Sakit bagian tubuh apa saja yang bisa sembuh dengan teknik terapi ini?

Sungguh sangat banyak cerita tentang keberhasilan ide sederhana ini. Saya agak sungkan untuk membagikannya karena seperti “Kok, bisa ya?”. Biarlah Anda sendiri yang memetik manfaatnya. Rasakan sendiri saja. Buktikan sendiri saja.

Semoga ide terapi “Maaf + Ikhlas” ini dapat melengkapi koleksi terapi diri untuk Anda sendiri, maupun untuk orang lain. Mungkin saja, ide terapi ini belum pas untuk sebuah situasi sakit tertentu, tidak apa-apa juga. Anda bisa kombinasikan dengan ide terapi diri lainnya. Ini hanyalah salah satu ide pelengkap saja. Yang siapa tahu berguna dan berhikmah…

Harapan Akhir Cerita

Karena seringkali saya mendapat ilham dengan tiba-tiba dan gratis dari DIA, maka artiklel inipun bebas untuk di-copy dan disebarluaskan, agar makin banyak orang yang bisa mendapat manfaatnya.

Ya, Allah terima kasih atas begitu banyaknya berkah yang saya terima selama hidup ini, semoga dengan tulisan ini, berkah itu terus tersebarkan…

Jakarta, 4 september 2009

Krishnamurti – Di atas pesawat Palembang menuju Jakarta, lanjut ke Medan.

Pecahkan Balon, Buang Masalah

“Bagaimana Anda bisa membuat Impian dengan baik, jika masih ada Setan yang menganggu di pikiran? Jernihkanlah dulu pikiran Anda…”

Demikian jawaban saya saat ada peserta pelatihan yang bertanya tentang metode terbaik NLP dalam membuat impian yang benar-benar bisa terwujud.

Mencari bukanlah Melakukan

Banyak sekali orang sibuk mencari teknik, metode atau cara tercanggih dalam menyusun dan membuat impian yang pasti bisa terwujud. Namun, apa yang terjadi? Justru, orang tersebut sulit mewujudkan impiannya. Mengapa demikian? Karena dia sibuk mencari, bukan menjalankannya he he… Mudah saja, bukan?

Nah, jika demikian. Jauh lebih baik kita menyiapkan diri dulu agar saat membuat impian, menyusun cita-cita, mencanangkan Outcome, walau dengan apapun tekniknya, sesederhana apapun caranya, dapat terwujud menjadi sebuah wujud yang nyata.

Sebenarnya, sungguh sangat banyak teknik dalam membuat sebuah impian (Outcome). Saya sudah menjalankan banyak teknik dan semuanya bisa diterapkan. Yang membedakan satu teknik dengan teknik lainnya, hanyalah kecepatan waktu saja, yang juga sebenarnya tergantung dari keyakinan (Belief) dan sikap (Attitude) kita sendiri saja.

NB: Ooops. saya tambahkan istilah dalam bahasa Inggris biar kelihatan lebih hebat sedikit hi hi hi… Abis katanya tulisan saya sangatlah sederhana, sehingga kurang keren he he…

Bila air bening, mudah melihat ikan menari

Saat ada waktu luang, biasanya di Bali, saya akan sempatkan menyelam ke dalam lautan. Waktu yang paling baik adalah pagi hari sebelum jam 10 pagi, karena air laut cukup tenang dan air lautan di kedalaman 10-15 meterpun terlihat bening, kadang sangat bening.

Dan, saat bening yang hening inilah, saya bisa melihat, menikmati dan bermain lembut dengan Nemo yang menari di antara elusan warna-warni bunga karang. Jika kita bisa melayang dengan sangat perlahan, maka Nemopun akan ikut tenang dan siap dipotret karena Nemo juga sudah bergabung dengan saya dalam kelompok narsis he he…

Jika air bisa bening, demikianpun pikiran manusia

Saat pikiran butek, jangankan membuat impian, disuruh mikir saja nggak bisa. Sepertinya berat, bingung, gak ada ide, maunya ikut-ikutan saja. Nah, bila membuat Outcome dalam situasi ini, tentu hasilnya juga akan ikutan bingung he he… Buah tidak pernah jatuh jauh dari pohonnya, bukan?

Nah, jauh lebih bijak kita menenangkan pikiran dulu sebelum membuat Outcome. Banyak cara yang bisa dipelajari. Salah satu Guru saya, Bapak Col. Izzy dari ABC Training Malaysia, biasanya menggunakan strategi mengunjungi dan ber-“semedi” beberapa minggu di Mekkah saat beliau membuat atau menyusun rencana atau Outcome.

Saya kadang memilih berada di sebuah tempat yang sunyi, yang hening, jauh dari keramaian. Kadang, saya memilih sebuah tempat yang pernah dikunjungi orang besar seperti Bung Karno saat beliau melakukan tirakat. Saya melakukan “modelling” yakni melakukan apa yang beliau lakukan.

Kadang, saya tapa bicara, kadang saya puasa, mutih atau kegiatan lainnya yang jarang atau bahkan belum pernah saya lakukan. Semua ini hanyalah untuk menerapkan berbagai ide yang saya dapatkan, yang semoga bisa berguna untuk dibagikan juga kepada orang banyak, agar dapat menjadi masukan ataupun inspirasi.

Muncul Ide Gila yang Aneh…

Suatu saat entah dari mana, muncullah sebuah yang menurut saya gila dan aneh he he… Saat itu, saya mengalami suatu situasi yang sulit sekali untuk menjadi tenang. Pikiran seperti lari kesana kemari, melayang jauh, kadang terbang ke sebuah tempat, kadang sangat fokus, kadang kosong, sangat kacau. Begitu kacaunya, di pikiran saya seperti ada setan.

Lalu, saya teringat sebuah kisah dari negeri Tiongkok tentang mercon yang digunakan orang jaman saat itu untuk mengusir setan. Katanya, setan sangat takut dengan bunyi yang keras, yang saat sebelum ditemukan mercon, masyarakat Tiongkok membakar bambu agar menimbulkan bunyi keras “Daaar” dan setanpun kabuuur… Sekarang para ahli NLP baru diketahui bahwa setanpun bisa di-“Pattern Interrupt” he he…

Kemudian, saya cari sebuah balon, lalu saya tiup balon tersebut dan membayangkan seluruh rasa tidak nyaman dalam tubuh saya pindah ke balon. Terus saya buang perasaan galau itu sampai balon pecah “Daaar”, kepala saya “hang” dan tiba-tiba pikiran saya jernih plooong…

Setelah itu, barulah saya mulai merancang Outcome saya yakni mencapai omset training 1 Milyar dalam1 bulan, cihuuuy… Saya ingin menjadi Motivator dengan penghasilan 1 Milyar per bulan., boleh kan? Masak nggak boleh, namanya juga impian he he…

Pernahkan Anda meniup balon? Kemungkinan besar, pernah. Namun, pernahkah Anda meniup balon dan sengaja meniupnya sampai pecah, sampai meledak? Mungkin, sangat sedikit orang yang melakukannya.

Prosesnya mudah sekali

Semoga ide yang sederhana banget ini bisa juga berguna untuk Anda, demikian tahapan prosesnya:

1. Belilah beberapa balon yang murah, biasanya cukup tipis karena yang kita perlukan adalah untuk dipecahkan, biasanya tukang balon menggunakan istilah balon untuk 18 kali tiupan.
2. Amati pikiran Anda saat ini, apakah sedang galau, sedang bingung, sedang sulit berpikir, sedang kacau, tidak punya ide, hang, malas, ada trauma takut gagal, tidak percaya diri, nggak tahu mau ngapain dan sebagainya.
3. Siapkan sebuah balon dan tiuplah perlahan-lahan saja, namun sebaiknya terus meniup dan jangan berhenti. Walau lelah, namun teruslah meniup balon itu.
4. Nah, saat meniup balon, lakukan beberapa hal ini:

* Pindahkan rasa trauma, rasa marah, kecewa, kesal, bingung, kacau di dalam diri dan buang ke balon.
* Boleh juga bayangkan warna hitam keluar dari dalam pikiran Anda dan mengumpul makin besar di balon dan terus semakin besar.
* Jika ada gambaran atau wajah seseorang yang ingin Anda ikut buang, buanglah dan masukan ke dalam balon, terus tiup sampai dia pindah ke dalam balon.
* Buang semua rasa yang ingin Anda buang, baik gambaran, suara yang membuat Anda terngiang-ngiang, perasaan yang menghambat ke dalam balon tersebut.

5. Teruslah meniup balon sampai sebesar mungkin, terus meniup sampai balon tersebut meledak “Daaar”, maka setan dalam pikiran Andapun kabur menghilang ketakutan.

6. Lega deh… Kalau belum lega juga? Ya, tiup aja lagi beberapa balon he he…

Sedikit ide tambahan:

* Sebelum meniup balon, bila perlu pemanasan baik sekali untuk melakukan kegiatan buang nafas sebanyak mungkin dari perlahan ke ritme yang cepat dan semakin cepat. Bahkan, boleh dihentak. Setelah itu, lanjutkan dengan meniup balon.
* Setelah meniup balon, jika Anda mau melanjutkan dengan berteriak, lakukan dengan berteriak sangat keras. Baik juga dilakukan berkali-kali sampai terasa sangat plooong… Bila malu dengan tetangga atau teman kos, tutup mulut dan wajah Anda dengan batal saat berteriak sebagai alat peredam suara he he…
* Ide lain yang sering saya gunakan dalam meniup balon adalah simulasi proses mewujudkan cita-cita itu seperti orang meniup balon. Terus tiup dan tiup sampai pecah, boleh melambat namun jangan pernah sampai berhenti, karena akan membuat lebih berat saat mau melanjutkan tiup balon tersebut.

Uji Coba Meledakkan Balon

Saya paling hobi menguji coba sebuah ide ke beberapa kelompok orang sebelum saya tuliskan ide ini menjadi sebuah artikel. Misalnya, saya coba untuk membuang trauma anak-anak korban gempa, hasilnya sangat seru, lucu dan traumapun lenyap begitu cepatnya.

Ide meledakkan balon ini juga, sering saya gunakan saat ada sesi “Stress Management”. Sangat efektif untuk membuang stres. Kadang, kalau sedang iseng saya belikan balon untuk ulang tahun yang sulit sekali pecah ha ha ha…

Bahkan, saya pernah mengajak para penderita pasca Stroke untuk meledakkan balon bersama-sama, waktu itu hadir sekitar 500an peserta di Bumi Perkemahan Cibubur, mereka sangat semangat untuk mencoba, mereka bisa terbahak-bahak dan bahagia karena berhasil meledakkan balon. Salah satu dampak lainnya, mereka lebih percaya diri.

Adakah resiko balon meledak?

Resiko teknik tiup balon ini sebenarnya tidak ada, hampir tidak mungkin pecahan balon yang meledak itu menyerang muka Anda. Resiko yang paling mungkin adalah Anda terciprat air liur Anda yang bau pete saja ha ha ha…

Banyaklah manfaat lainnya yang bisa didapatkan dari ide yang sederhana ini, Anda bisa kembangkan sendiri sesuai kebutuhan Anda atau orang lain yang mungkin memerlukannya. Silakan dibagikan, karena bukan sebuah ide baru dan hebat. Ini hanyalah sebuah ide yang sederhana saja. Saya hanya kebetulan tertarik untuk mengeksplorasi manfaat dari sisi lainnya saja. Paling tidak ada yang mencatat ide ini.

Setelah setan kabur, inilah saat yang terbaik Anda membuat Outcome… Berikut ini sebuah syair penutup untuk Anda para pembaca:

Saat hening akan tercipta

Itulah pesan tersirat Mengheningkan Cipta.

Saat diam seringkali pikiran lebih berkata.

Merancang sesuatu yang belum ada menjadi ada.

Keyakinan menjadi bara menyusun cita.

Menggerakan tangan menulis Cinta.

Tercanang sebuah Misi ke depan masa.

Untuk sebuah hidup yang lebih indah.

Untuk senyum yang lebih tawa.

Heningkan pikiranmu…

Diamkan setan benakmu…

Bicaralah dengan aku dalam dirimu…

Buatlah cita-citamu…

Jadikan itu arahmu…

Arah untuk melihat jauh…

Agar melangkah benar…

Berakhir di kemuliaan Dia…

Surabaya, 1 Desember 2009. Mengenang kepergian seorang sahabat, Ibu Eva Tan yang selalu berulang-ulang membaca dan minta dibacakan buku “Share The Key”, terutama di bagian Misi Hidup sampai diakhir nafasnya.

Sungguh, engkau adalah sahabat setia kami. Engkau menemani kami, menjenguk kami, menyemangati kami, tetap mempercayai kami, justru saat kami dicampakkan, dicemooh, ditolak untuk bicara, bahkan difitnah.

Seorang sahabat, akan tetap menggandeng tangan, walau sahabatnya sedang terperosok. Terima kasih Tuhan, Engkau memberikan kami seorang sahabat setia. Selamat jalan sahabatku…

Krishnamurti