“Mengapa monyet kurus jelek ini mahal sekali?”
Tanya seorang pembeli kepada penjaga toko Pet Shop. Dan, langsung dilanjutkan dengan kalimat: “Sedangkan monyet yang lebih besar itu harganya hanya Rp. 100.000,- saja padahal lancar mengetik. Malahan, monyet disebelahnya lagi lebih murah tuh. Bisa nyanyi lagi…”
Si penjaga toko menjawab: “Mengapa monyet yang dua ini lebih murah harganya, dibanding dengan monyet kurus jelek itu, yang harganya mencapai Rp. 1 juta,- walau tidak bisa mengetik dan menyanyi. Karena hanya monyet yang kurus ini, yang bisa menyuruh ke dua monyet lainnya itu, untuk mengetik dan menyanyi….”
“Oooh, gitu…” gumam si calon pembeli, sambil melanjutkan: “Pantesan mahaaal….”
Itulah Leader
Seorang leader mungkin saja tidak bisa mengetik.
Seorang leader mungkin saja tidak bisa menembak jitu.
Seorang leader mungkin saja tidak bisa menghafal dengan baik.
Seorang leader mungkin saja tidak bisa dan tidak tahu NLP, Hypnosis dan sebagainya…
Namun, intinya adalah leader bisa “menyuruh”, mengajak (influence), mempengaruhi, menggerakkan atau “mengapusi” (membohongi) orang lain untuk melakukan sesuatu. Baik disadari ataupun tidak disadari orang lain saat melakukan ajakannya. Lupakan sejenak, leader yg baik atau leader yg buruk, karena bukan itu konteks dari tulisan ini.
Seorang leader sangat mahir mem-pacing dan me-leading orang lain untuk melakukan apa yang diinginkannya, baik karena tujuan mereka sama, ataupun hanya untuk kepentingan leader tersebut.
Pertanyaan berikutnya, mana yang harus kita pilih untuk mendidik anak-anak kita?
Jadi orang CERDAS atau CERDIK?
Melatih anak-anak menjadi cerdas itu sangatlah mudah. Apalagi dengan teknik-teknik NLP, sungguh sangat banyak strategi untuk mencetak anak-anak cerdas. Misalnya teknik cara mengingat, bisa diajarkan dalam 5-10 menit saja.
Teknik cara menghafal, bahkan saya sering mengajarkan anak-anak sekolah cara “menyontek” yang aman ha ha ha… Tentunya bukan dengan “kepekan”, tapi dengan menghafal buku secara imajiner. Dan, saat ujian, mereka hanya perlu membuka buku di halaman tertentu yang sesuai dengan jawaban dari soal, persis seperti membuka buku, namun secara imajiner. Seakan-akan ada buku di depannya. Asyik, bukan? Idenya sederhana, dari memodel MIND MAP-nya Bapak Tony Buzan yang saya kembangkan sendiri.
Banyak sekali teknik untuk melatih anak menjadi cerdas, namun melatih anak menjadi cerdik, tentu tidak mungkin dengan membaca buku. Gimana caranya? Aneh banget, ada anak cerdik karena membaca buku he he he… Untuk ide atau inspirasi, okelah. Namun, untuk situasi nyata, sebaiknya anak tersebut…
Dilatih dengan tantangan
Ya, ditantang agar otaknya mendapat stimulus, rangsangan, sehingga otak mereka akan terus aktif merespon, membuat respon baru, memilih respon, mencari ide baru, mencari solusi baru dan sebagainya. Nah, bagaimana membuat tantangan? Mudah sekali… berikut ini beberapa ide.
1. Tantangan yang menekan
Misalnya melakukan atau mengerjakan sebuah kegiatan yang dibatasi oleh waktu yang sempit. Buat tantangannya dari waktu yang lebih longgar dulu, lalu terus tingkatkan tekanannya ke waktu yang sangat ketat. Amati responnya, bagaimana si anak merespon saat tertekan, saat stres, apakah dia bisa tetap tenang, apakah dia menyerah, apakah dia memiliki daya tahan baik saat ditekan?
Bentuk kegiatan, bisa olah raga, permainan atau yang lainnya. Belajar di keramaian, saat dia belajar, Anda putar musik yang keras dan sebagainya.
2. Tantangan yang membosankan
Rancanglah secara sengaja sebuah situasi yang menimbulkan kebosanan, kebingungan, gak tahu mesti ngapain, lalu amati apa yang dilakukan si anak saat mengalami hal tersebut. Ada idenya? Bagaimana responnya dengan situasi yang monoton?
Ciptakan tantangan-tantangan lainnya, yang baru, yang unik, yang disesuaikan dengan kondisi situasi saat ini, saat main internet, listrik dipadamkan, apa responnya? Kalo dia teriak minta dinyalakan, coba lakukan saat Anda berada diluar rumah, apa responnya?
Jika tidur selalu menggunakan AC, sekali-sekali dimatikan (dirusak secara sengaja) dan amati apa responnya? Masih banyak sekali ide lainnya, silahkan Anda kembangkan sendiri. Yang paling penting adalah…
Anak manusia tuh Canggih
Ingat, mindset dasarnya adalah si anak bisa dilatih untuk menyikapi, mengatasi situasi apapun. Karena anak manusia sangatlah adaptif. Semakin si anak fleksibel dalam sebuah situasi yang berubah-rubah, maka si anak dapat dikatakan sebagai anak cerdik. Latihlah dengan memberikan tantangan-tantangan yang melingkupi aspek-aspek: Penglihatan (Visual). Pendengaran (Audiotori), Perasaan (kinestetik: indra peraba), Penciuman dan Pengecapan. Berikan tantangan seperti mereka bermain GAME yang levelnya terus meningkat, dari mudah ke sulit, bahkan sangat sulit. Lalu, apa kunci sukses dari sebuah tantangan?
Curiousity: Kunci Sukses Tantangan
Betul-betul, Anda harus kreatif, jeli, pintar untuk membangunkan dulu rasa ingin tahu si Anak. Curiousity. Semakin besar rasa ingin tahu si anak, bisa dibangun, semakin baik hasilnya. Dan, curiousity-lah yang menjadi dasar penemuan NLP di dunia ini. Ya, karena ada rasa ingin tahu yang sangat besar dari DR Bandler dan DR Grinder.
Cinta adalah Kunci Terpenting!
Amati betul, bagaimana situasi emosi si anak saat itu, sebelum tantangan diberikan. Jangan sampai salah strategi. Si Anak sedang sakit, sedang down, Anda teriak-teriak. Hasilnya bisa baik, bisa juga buruk. Juga, ada baiknya Andapun menguasai teknik-teknik untuk recovery mental, jika terjadi sesuatu yang membuat anak tersebut kaget banget atau shock he he he…
Yang mana cara yang paling tepat? Cara yang paling baik? Cara yang paling benar?
Tidak tahu, yakini saja selama Anda memang secara sengaja merancang dan ingin melatih anak Anda dengan NIAT TULUS, dengan CINTA, dengan SAYANG, yakinlah hasinya akan BAIK juga. Yakinlah TUHAN akan merestui NIAT TULUS Anda terhadap manusia kecil titipanNYA ini. Teknik dan Cara akan menyusul dengan sendirinya. Gak usah terlalu dipikirin…
Demikian catatan ringan ini, yang saya sarikan selama setahun terakhir keliling Indonesia bersama Shahnaz Haque, Prof Arief dan teman-teman Psikolog, juga para Ahli Gizi untuk berbagi kepada para orang tua dalam mendidik anak mereka menjadi ANAK TANGGUH!
Mohon banget, tambahkan ide-ide Anda di kolom komentar, dibawah ini. Apa dan bagaimana pengalaman nyata Anda dalam membuat dan mendidik anak Anda menjadi anak yang Cerdik dan Tangguh…
Saya tunggu saharing pengalaman nyata Anda. Dan, jika Anda mengijinkan, pengalaman Anda akan saya sharingkan juga di acara saya Motivasi Pagi di Radio Sonora 92.0 FM Jakarta, setiap Senin Pagi jam 06:00-08:00.
Atau, mungkin juga kita jadikan buku bersama, yang isinya pengalaman nyata Anda semua. Nanti hasil penjualannya kita jadikan dana sosial bea siswa untuk anak-anak yang belum mampu sekolah, ya siapa tahu? Yang penting, kita bercita-cita dulu he he he…
Jakarta, 18 Maret 2009 jam 01:45 menulis karena ada misi yang terbangkitkan…
Krishnamurti
Mindset Motivator
Senin, 16 Agustus 2010
Rabu, 11 Agustus 2010
Penenangan Diri Yang Murah Dengan Garam
Peserta pelatihan selalu ingin tahu dan tertarik apa saja yang dilakukan oleh si Pembicara dalam hidupnya. Ya, begitulah resiko menjadi Pembicara, karena banyak bicara he..he.. Sehingga kadang banyak pertanyaan yang (awalnya menurut saya) aneh namun sebetulnya sangat baik dan tanpa disadari pertanyaan tersebut sangat berguna untuk kita. Karena kadang saya sendiri tidak menyadari sudah melakukan sesuatu hal yang baik untuk diri sendiri sampai ada yang bertanya kepada saya.
Misalnya seminggu yang lalu ada seorang wartawan bertanya pada saya: “Dalam 5 tahun karir Anda sebagai Motivator yang sudah bicara lebih dari 600 kelas, apakah Anda pernah sakit? Apakah Anda pernah berobat? Kalau tidak, bagaimana Anda menyembuhkan diri sendiri?”. Dalam hati saya menjawab: “Elo pikir gua Dewa kagak pernah sakit he..he..” Setelah berdiam diri sejenak, saya sharing pengalaman berikut dan saya berjanji untuk saya bagikan juga ke website ini www.PortalNLP.com agar banyak orang yang bisa memetik dari pengalaman pribadi ini.
Sekali lagi, teknik ini hanyalah sharing dari pengalaman pribadi saya dalam melakukan Self Healing. Pas dan cocok untuk saya, belum tentu pas dan cocok untuk Anda. Karena Unconcious manusia sangatlah unik dan bersifat pribadi, demikianpun cara komunikasi Unconcious Anda. Sungguh sangat unik dan luar biasa rahmat Allah ini.
A. Ide Pertama: MANDI GARAM
Kebiasaan saya Self Healing, khususnya setelah memberikan pelatihan adalah mandi air hangat (cenderung agak panas) dengan digosok atau diborehi garam ke seluruh tubuh, Teknik ini saya dapatkan dari seorang sahabat yang belajar dan menekuni penyembuhan diri melalui tenaga Prana sekitar 5 tahun lalu saat kami berangkat bersama ke Kuala Lumpur, Malaysia untuk belajar mengenai Bisnis & Uang. Sahabat yang sangat baik dan sangat perhatian pada saya ini bernama Bapak Bandono (almarhum). Beliau kebetulan sudah mendahului kita sekitar 2 tahun lalu. Tulisan ini saya dedikasikan untuk beliau yang saya hormati. Saya merasa sangat kehilangan beliau dan lucunya saya bertemu dengan orang yang mirip dengan beliau baik wajah dan tutur kata, sekarang menjadi sahabat saya yakni Bapak Krisnawan.
Berikut urutan kegiatannya:
1. Sirami tubuh dengan air hangat.
2. Borehi seluruh tubuh dengan garam, termasuk seluruh kulit kepala, baik juga borehi garam agak berlebih di ketiak dan dikempit.
3. Biarkan tubuh yang telah diborehi garam tersebut beberapa menit. Biasanya saya gunakan waktu tersebut untuk berdiam diri bermeditasi sejenak untuk merasakan kondisi seluruh bagian tubuh saat itu dari ujung kepala sampai ke ujung kaki. Kadang saya bersikat gigi, buang air besar, membaca atau mendengarkan 1 atau 2 buah lagu.
4. Bilas seluruh tubuh dengan air hangat sampai bersih.
5. Setelah itu, silahkan ber-shampoo dan bersabun ria.
Catatan:
- Saya biasanya hanya gunakan garam dapur yang agak kasar berwarna putih gading, biasanya disebut garam kampung. Maklum deh buat saya Bath Salt mahal boooh, walau wangi sih. Namun, sekali-sekali masih okelah gunakan Bath Salt.
- Sambil mandi garam, baik sekali kalau Anda melakukan Unconcious Dialog sebagaimana yang disampaikan berikut ini.
- Setelah mandi garam dan Anda mau langsung tidur malam, baik sekali gunakan wangi-wangian yang terbuat dari bahan alami sebelum tidur, sangatlah membantu Self Healing saat Anda tidur.
B. Ide Kedua: UNCONCIOUS DIALOG
Bicara dengan Unconcious kita sendiri ini, ternyata sering saya lakukan sebelum mendapat latihan ini saat saya ikut kelas NLP Trainer di NLP Academy London, Maret 2006 bersama DR John Grinder, Carmen Bostic & Michael Caroll. Saat itu saya dipandu oleh salah seorang Coach dari Amerika untuk berdialog dengan Unconcious saya apa yang dibutuhkan diri saya selama belajar di London yang sangat dingin saat itu. Setelah sesi selesai, ternyata badan saya menjadi hangat bahkan berkeringat. Lucunya, selama pelatihan berlangsung saya hanya menggunakan kaos lengan pendek sebagaimana layaknya orang bule. Rupanya saya pernah berkata dalam hati: “I am a Londoner, I am a Londoner” saat kedinginan keluar dari bandara Heathrow, London.
Bagaimana melakukan Unconsious Dialog?
Kunci awal yang sangat penting dalam Self Healing dengan cara Unconcious Dialog ini adalah Anda harus bisa dulu menerima diri Anda apa adanya. Terimalah (menurut versi Anda bukan menurut versi Sang Pencipta) kekurangan diri Anda dengan ikhlas. Syukuri dan sayangi diri Anda luar dalam…
Salah satu ide caranya adalah sbb:
1. Tenangkan diri Anda.
2. Masuk dalam suasana hening sampai terasa sangat nyaman.
3. Lakukan Unconcious Dialog dalam hati, katakan dengan sangat perlahan dan dalam tempo yang sangat lambat, kata-kata berikut ini (boleh diganti atau disesuaikan dengan keyakinan Anda):
“Aku adalah Aku”
“Aku menerima diriku apa adanya dengan ikhlas”
“Aku menerima…” (sebutkan, bayangkan atau rasakan bagian-bagian tubuh dari ujung kepala sampai ujung kaki, baik yang terlihat maupun yang ada di dalam diri Anda. Contoh: “Aku menerima mataku apa adanya dengan ikhlas”)
Catatan: Jika Anda merasa masih belum nyaman untuk menerima diri Anda apa adanya, maka ulangi lagi dari langkah nomor 1. Tidak perlu terburu-buru, karena waktu adalah milik Anda.
“Aku adalah Aku”
“Aku mensyukuri diriku apa adanya dengan ikhlas”
“Aku mensyukuri…” (ikuti contoh diatas)
Catatan: Jika Anda merasa masih belum bisa mensyukuri diri Anda apa adanya, maka ulangi lagi dari langkah nomor 1.
“Aku adalah Aku”
“Aku menyayangi diriku apa adanya dengan ikhlas”
“Aku menyayangi…” (ikuti contoh diatas)
Catatan: Jika Anda merasa masih belum bisa menyayangi diri Anda apa adanya, maka ulangi lagi dari langkah nomor 1. Tidak ada kata salah atau benar dalam melakukan latihan ini, Anda hanya belum terbiasa saja.
Setelah Anda bisa menerima diri Anda dengan ikhlas, maka Self Healing berikutnya akan menjadi sangat mudah dan menyenangkan. Mengapa? Karena sederhana dan ampuh, juga sangat murah karena tidak perlu berobat kemana-mana. Anda adalah dokter untuk diri Anda sendiri dan diri Anda adalah apotik yang luar biasa obatnya.
C. Ide Ketiga: UNCONCIOUS DIALOG untuk Self Healing
Contoh 1: Tangan Kiri kena minyak panas mendidih
Sekitar 10 tahun lalu, saat mau menumis masakan dan karena kekeliruan menaruh minyak panas yang mendidih ke mangkuk dan mau saya ambil sedikit dengan mengangkat pakai tangan kanan, maka tersiramlah seluruh tangan kiri sampai seluruh jari terasa panas sekali dan matang seperti udang rebus dan tidak bisa digerakkan. Saya teringat teknik Meditasi yang saya pernah latih jika saya mengalami sakit kepala. Saya tenangkan diri dan terus menikmati saja rasa sakit yang luar biasa tersebut.
Terus berikutnya saya hanya obati tangan kiri saya tersebut dengan foam Body Lotion dan saya terus ber-meditasi sambil mengatakan dalam diri: “Terima kasih Tuhan atas kejadian ini, pasti ada hikmahnya. Aku bersyukur proses penyembuhan sedang terus terjadi.” sambil saya terus menikmati rasa sakit tersebut.
Dalam beberapa minggu berikutnya tangan kiri saya tersebut sembuh total tanpa luka bakar sedikitpun. Kata kuncinya; Menikmati rasa sakit.
Contoh 2: Jempol kiri digigit kucing sampai bolong 3 lobang
Saat Jakarta banjir bulan Februari 2007 yang lalu, saya membantu teman-teman untuk keluar dari lokasi banjir dan kami ketemu kucing yang kedinginan dan terjebak banjir. Karena kasihan melihat kucing tersebut, saya berinisiatif mengangkat dia pindah ke posisi yang lebih tinggi. Saya pegang kucing tersebut dan karena dia ketakutan, dia tetap bertahan dengan mencekal makin kuat tempat dia berdiri, karena saya agak memaksa, akhirnya dia menggigit jempol kiri saya dengan 4 lobang gigitan yang menembus daging jempol kiri saya, bahkan sampai menusuk ke tulang jempol kiri. Sungguh sakitnya luar biasa, saya diam bertahan dan kucing tersebut akhirnya melepaskan gigitannya. Karena tidak berhasil memindahkannya, kamipun meninggalkan kucing tersebut.
Bagaimana saya melakukan Self Healing untuk hal ini?
1. Saya siapkan air hangat agak panas segelas diaduk dengan 2-3 sendok makan garam dapur.
2. Saya rendam jempol kiri bekas gigitan kucing tadi ke dalam gelas tersebut, sakitnya luar biasa, namun kuncinya tenangkan diri dan nikmati rasa sakit tersebut.
3. Lalu, saya katakan dalam hati pada Unconcious Anda: “Maaf, maaf dan maaf atas kelalaian tadi” lalu diam dan saya petik hikmah atas kejadian tersebut, lalu ucapkan “Terima kasih” ke dalam diri. Dan, mohon kepada Unconcious jalan terbaik untuk penyembuhan ini sesuai dengan waktunya.
Catatan: Bisa Anda lakukan berulang-ulang sampai sembuh, cari cara yang pas untuk Anda. Untuk saya, ternyata hanya dalam 2-3 hari berikutnya luka gigitan kucing di jempol kiri tersebut sembuh total.
D. Ide Keempat: UNCONCIOUS DIALOG untuk Menjaga Kesehatan
1. Pijat sendiri atau saat dipijat oleh ahli pijat khususnya dibagian tubuh yang sedang terasa tidak nyaman, lelah atau sakit, katakan dalam hati dengan tulus permohonan maaf pada bagian tersebut dan ucapkan terima kasih atas usahanya selama ini. Mohon pada Unconcious Anda cara terbaik untuk penyembuhannya dalam waktunya sendiri. Kata kuncinya adalah “Maaf dan Terima kasih”.
2. Wangi-wangian dengan aroma alami atau aroma terapi dapat membantu Anda melakukan Self Healing ataupun Menjaga Kesehatan dengan ide cara sbb: Cari tempat yang tenang dan nyaman, aktifkan wangi-wangian yang Anda rasa pas & cocok untuk suasana hati Anda saat itu. Paling baik juga suasana di alam terbuka. Pilih posisi tubuh yang nyaman, boleh duduk bersila, bersujud ataupun tiduran. Saat diri Anda terasa sangat nyaman, rasakan atau bayangkan aliran wangian tersebut mengalir membersihkan tubuh Anda dari kepala sampai ke ujung kaki dan menyembuhkan diri Anda dari segala penyakit.
3. Dengarkan musik lembut sambil merasakan penyembuhan dalam diri sedang terjadi. Fokuskan perhatian penyembuhan pada bagian tubuh yang sedang sakit atau lelah. Catatan: musik bisa apa saja, ternasuk rekaman Mengaji (misal CD rekaman Teh Ninih atau Muhtalib Tjiu membaca ayat-ayat Al”Quran), lagu Alhamdulillah dari Opick, CD Mantra-mantra Buddha seperti Om Mani Padme Hum, CD lagu puji-pujian Kristiani atau CD Doa-doa Taize. Atau Anda sendirilah yang bernyanyi, boleh juga bergumam lembut perlahan.
4. Kebiasaan rutin lainnya adalah:
- Sejak SMP (saya lupa dapat ide ini dari mana, kayaknya dari sebuah buku) saya sering berterima kasih pada seluruh bagian tubuh saya saat mandi walau kadang waktu mandi menjadi agak lama he..he.. Saya katakan dalam hati tentunya: “Terima kasih betisku yang telah menopang aku seharian ini, maaf ya kalau tadi sempat lupa diri sehingga membuatmu menjadi pegal” sambil saya memijat lembut dengan sabun,
- Juga saat mau tidur adalah saat yang terbaik untuk melakukan self healing dengan berdialog ke seluruh bagian tubuh, cukup katakan terima kasih dengan tulus saja dan terima diri kita apa adanya.
Demikian sharing pribadi ini dan semoga bermanfaat juga untuk Anda. Seperti biasa, jika teknik ini bermanfaat untuk Anda, mohon teknik ini dibagikan dan diajarkan ke orang lain juga agar banyak orang yang mendapat manfaat dari teknik ini. Dan pesan saya, agar tidak terima uang jika Anda mengajarkan terapi ini ke orang lain, lakukan saja dengan tulus dan biarlah Allah yang membalasnya. Segala pertanyaan dan kesan pesan, silahkan email ke: krishnamurti@indo.net.id atau via SMS ke 0816 1815 333.
Tabik sujud untuk Unconcious Anda,
Krishnamurti
Misalnya seminggu yang lalu ada seorang wartawan bertanya pada saya: “Dalam 5 tahun karir Anda sebagai Motivator yang sudah bicara lebih dari 600 kelas, apakah Anda pernah sakit? Apakah Anda pernah berobat? Kalau tidak, bagaimana Anda menyembuhkan diri sendiri?”. Dalam hati saya menjawab: “Elo pikir gua Dewa kagak pernah sakit he..he..” Setelah berdiam diri sejenak, saya sharing pengalaman berikut dan saya berjanji untuk saya bagikan juga ke website ini www.PortalNLP.com agar banyak orang yang bisa memetik dari pengalaman pribadi ini.
Sekali lagi, teknik ini hanyalah sharing dari pengalaman pribadi saya dalam melakukan Self Healing. Pas dan cocok untuk saya, belum tentu pas dan cocok untuk Anda. Karena Unconcious manusia sangatlah unik dan bersifat pribadi, demikianpun cara komunikasi Unconcious Anda. Sungguh sangat unik dan luar biasa rahmat Allah ini.
A. Ide Pertama: MANDI GARAM
Kebiasaan saya Self Healing, khususnya setelah memberikan pelatihan adalah mandi air hangat (cenderung agak panas) dengan digosok atau diborehi garam ke seluruh tubuh, Teknik ini saya dapatkan dari seorang sahabat yang belajar dan menekuni penyembuhan diri melalui tenaga Prana sekitar 5 tahun lalu saat kami berangkat bersama ke Kuala Lumpur, Malaysia untuk belajar mengenai Bisnis & Uang. Sahabat yang sangat baik dan sangat perhatian pada saya ini bernama Bapak Bandono (almarhum). Beliau kebetulan sudah mendahului kita sekitar 2 tahun lalu. Tulisan ini saya dedikasikan untuk beliau yang saya hormati. Saya merasa sangat kehilangan beliau dan lucunya saya bertemu dengan orang yang mirip dengan beliau baik wajah dan tutur kata, sekarang menjadi sahabat saya yakni Bapak Krisnawan.
Berikut urutan kegiatannya:
1. Sirami tubuh dengan air hangat.
2. Borehi seluruh tubuh dengan garam, termasuk seluruh kulit kepala, baik juga borehi garam agak berlebih di ketiak dan dikempit.
3. Biarkan tubuh yang telah diborehi garam tersebut beberapa menit. Biasanya saya gunakan waktu tersebut untuk berdiam diri bermeditasi sejenak untuk merasakan kondisi seluruh bagian tubuh saat itu dari ujung kepala sampai ke ujung kaki. Kadang saya bersikat gigi, buang air besar, membaca atau mendengarkan 1 atau 2 buah lagu.
4. Bilas seluruh tubuh dengan air hangat sampai bersih.
5. Setelah itu, silahkan ber-shampoo dan bersabun ria.
Catatan:
- Saya biasanya hanya gunakan garam dapur yang agak kasar berwarna putih gading, biasanya disebut garam kampung. Maklum deh buat saya Bath Salt mahal boooh, walau wangi sih. Namun, sekali-sekali masih okelah gunakan Bath Salt.
- Sambil mandi garam, baik sekali kalau Anda melakukan Unconcious Dialog sebagaimana yang disampaikan berikut ini.
- Setelah mandi garam dan Anda mau langsung tidur malam, baik sekali gunakan wangi-wangian yang terbuat dari bahan alami sebelum tidur, sangatlah membantu Self Healing saat Anda tidur.
B. Ide Kedua: UNCONCIOUS DIALOG
Bicara dengan Unconcious kita sendiri ini, ternyata sering saya lakukan sebelum mendapat latihan ini saat saya ikut kelas NLP Trainer di NLP Academy London, Maret 2006 bersama DR John Grinder, Carmen Bostic & Michael Caroll. Saat itu saya dipandu oleh salah seorang Coach dari Amerika untuk berdialog dengan Unconcious saya apa yang dibutuhkan diri saya selama belajar di London yang sangat dingin saat itu. Setelah sesi selesai, ternyata badan saya menjadi hangat bahkan berkeringat. Lucunya, selama pelatihan berlangsung saya hanya menggunakan kaos lengan pendek sebagaimana layaknya orang bule. Rupanya saya pernah berkata dalam hati: “I am a Londoner, I am a Londoner” saat kedinginan keluar dari bandara Heathrow, London.
Bagaimana melakukan Unconsious Dialog?
Kunci awal yang sangat penting dalam Self Healing dengan cara Unconcious Dialog ini adalah Anda harus bisa dulu menerima diri Anda apa adanya. Terimalah (menurut versi Anda bukan menurut versi Sang Pencipta) kekurangan diri Anda dengan ikhlas. Syukuri dan sayangi diri Anda luar dalam…
Salah satu ide caranya adalah sbb:
1. Tenangkan diri Anda.
2. Masuk dalam suasana hening sampai terasa sangat nyaman.
3. Lakukan Unconcious Dialog dalam hati, katakan dengan sangat perlahan dan dalam tempo yang sangat lambat, kata-kata berikut ini (boleh diganti atau disesuaikan dengan keyakinan Anda):
“Aku adalah Aku”
“Aku menerima diriku apa adanya dengan ikhlas”
“Aku menerima…” (sebutkan, bayangkan atau rasakan bagian-bagian tubuh dari ujung kepala sampai ujung kaki, baik yang terlihat maupun yang ada di dalam diri Anda. Contoh: “Aku menerima mataku apa adanya dengan ikhlas”)
Catatan: Jika Anda merasa masih belum nyaman untuk menerima diri Anda apa adanya, maka ulangi lagi dari langkah nomor 1. Tidak perlu terburu-buru, karena waktu adalah milik Anda.
“Aku adalah Aku”
“Aku mensyukuri diriku apa adanya dengan ikhlas”
“Aku mensyukuri…” (ikuti contoh diatas)
Catatan: Jika Anda merasa masih belum bisa mensyukuri diri Anda apa adanya, maka ulangi lagi dari langkah nomor 1.
“Aku adalah Aku”
“Aku menyayangi diriku apa adanya dengan ikhlas”
“Aku menyayangi…” (ikuti contoh diatas)
Catatan: Jika Anda merasa masih belum bisa menyayangi diri Anda apa adanya, maka ulangi lagi dari langkah nomor 1. Tidak ada kata salah atau benar dalam melakukan latihan ini, Anda hanya belum terbiasa saja.
Setelah Anda bisa menerima diri Anda dengan ikhlas, maka Self Healing berikutnya akan menjadi sangat mudah dan menyenangkan. Mengapa? Karena sederhana dan ampuh, juga sangat murah karena tidak perlu berobat kemana-mana. Anda adalah dokter untuk diri Anda sendiri dan diri Anda adalah apotik yang luar biasa obatnya.
C. Ide Ketiga: UNCONCIOUS DIALOG untuk Self Healing
Contoh 1: Tangan Kiri kena minyak panas mendidih
Sekitar 10 tahun lalu, saat mau menumis masakan dan karena kekeliruan menaruh minyak panas yang mendidih ke mangkuk dan mau saya ambil sedikit dengan mengangkat pakai tangan kanan, maka tersiramlah seluruh tangan kiri sampai seluruh jari terasa panas sekali dan matang seperti udang rebus dan tidak bisa digerakkan. Saya teringat teknik Meditasi yang saya pernah latih jika saya mengalami sakit kepala. Saya tenangkan diri dan terus menikmati saja rasa sakit yang luar biasa tersebut.
Terus berikutnya saya hanya obati tangan kiri saya tersebut dengan foam Body Lotion dan saya terus ber-meditasi sambil mengatakan dalam diri: “Terima kasih Tuhan atas kejadian ini, pasti ada hikmahnya. Aku bersyukur proses penyembuhan sedang terus terjadi.” sambil saya terus menikmati rasa sakit tersebut.
Dalam beberapa minggu berikutnya tangan kiri saya tersebut sembuh total tanpa luka bakar sedikitpun. Kata kuncinya; Menikmati rasa sakit.
Contoh 2: Jempol kiri digigit kucing sampai bolong 3 lobang
Saat Jakarta banjir bulan Februari 2007 yang lalu, saya membantu teman-teman untuk keluar dari lokasi banjir dan kami ketemu kucing yang kedinginan dan terjebak banjir. Karena kasihan melihat kucing tersebut, saya berinisiatif mengangkat dia pindah ke posisi yang lebih tinggi. Saya pegang kucing tersebut dan karena dia ketakutan, dia tetap bertahan dengan mencekal makin kuat tempat dia berdiri, karena saya agak memaksa, akhirnya dia menggigit jempol kiri saya dengan 4 lobang gigitan yang menembus daging jempol kiri saya, bahkan sampai menusuk ke tulang jempol kiri. Sungguh sakitnya luar biasa, saya diam bertahan dan kucing tersebut akhirnya melepaskan gigitannya. Karena tidak berhasil memindahkannya, kamipun meninggalkan kucing tersebut.
Bagaimana saya melakukan Self Healing untuk hal ini?
1. Saya siapkan air hangat agak panas segelas diaduk dengan 2-3 sendok makan garam dapur.
2. Saya rendam jempol kiri bekas gigitan kucing tadi ke dalam gelas tersebut, sakitnya luar biasa, namun kuncinya tenangkan diri dan nikmati rasa sakit tersebut.
3. Lalu, saya katakan dalam hati pada Unconcious Anda: “Maaf, maaf dan maaf atas kelalaian tadi” lalu diam dan saya petik hikmah atas kejadian tersebut, lalu ucapkan “Terima kasih” ke dalam diri. Dan, mohon kepada Unconcious jalan terbaik untuk penyembuhan ini sesuai dengan waktunya.
Catatan: Bisa Anda lakukan berulang-ulang sampai sembuh, cari cara yang pas untuk Anda. Untuk saya, ternyata hanya dalam 2-3 hari berikutnya luka gigitan kucing di jempol kiri tersebut sembuh total.
D. Ide Keempat: UNCONCIOUS DIALOG untuk Menjaga Kesehatan
1. Pijat sendiri atau saat dipijat oleh ahli pijat khususnya dibagian tubuh yang sedang terasa tidak nyaman, lelah atau sakit, katakan dalam hati dengan tulus permohonan maaf pada bagian tersebut dan ucapkan terima kasih atas usahanya selama ini. Mohon pada Unconcious Anda cara terbaik untuk penyembuhannya dalam waktunya sendiri. Kata kuncinya adalah “Maaf dan Terima kasih”.
2. Wangi-wangian dengan aroma alami atau aroma terapi dapat membantu Anda melakukan Self Healing ataupun Menjaga Kesehatan dengan ide cara sbb: Cari tempat yang tenang dan nyaman, aktifkan wangi-wangian yang Anda rasa pas & cocok untuk suasana hati Anda saat itu. Paling baik juga suasana di alam terbuka. Pilih posisi tubuh yang nyaman, boleh duduk bersila, bersujud ataupun tiduran. Saat diri Anda terasa sangat nyaman, rasakan atau bayangkan aliran wangian tersebut mengalir membersihkan tubuh Anda dari kepala sampai ke ujung kaki dan menyembuhkan diri Anda dari segala penyakit.
3. Dengarkan musik lembut sambil merasakan penyembuhan dalam diri sedang terjadi. Fokuskan perhatian penyembuhan pada bagian tubuh yang sedang sakit atau lelah. Catatan: musik bisa apa saja, ternasuk rekaman Mengaji (misal CD rekaman Teh Ninih atau Muhtalib Tjiu membaca ayat-ayat Al”Quran), lagu Alhamdulillah dari Opick, CD Mantra-mantra Buddha seperti Om Mani Padme Hum, CD lagu puji-pujian Kristiani atau CD Doa-doa Taize. Atau Anda sendirilah yang bernyanyi, boleh juga bergumam lembut perlahan.
4. Kebiasaan rutin lainnya adalah:
- Sejak SMP (saya lupa dapat ide ini dari mana, kayaknya dari sebuah buku) saya sering berterima kasih pada seluruh bagian tubuh saya saat mandi walau kadang waktu mandi menjadi agak lama he..he.. Saya katakan dalam hati tentunya: “Terima kasih betisku yang telah menopang aku seharian ini, maaf ya kalau tadi sempat lupa diri sehingga membuatmu menjadi pegal” sambil saya memijat lembut dengan sabun,
- Juga saat mau tidur adalah saat yang terbaik untuk melakukan self healing dengan berdialog ke seluruh bagian tubuh, cukup katakan terima kasih dengan tulus saja dan terima diri kita apa adanya.
Demikian sharing pribadi ini dan semoga bermanfaat juga untuk Anda. Seperti biasa, jika teknik ini bermanfaat untuk Anda, mohon teknik ini dibagikan dan diajarkan ke orang lain juga agar banyak orang yang mendapat manfaat dari teknik ini. Dan pesan saya, agar tidak terima uang jika Anda mengajarkan terapi ini ke orang lain, lakukan saja dengan tulus dan biarlah Allah yang membalasnya. Segala pertanyaan dan kesan pesan, silahkan email ke: krishnamurti@indo.net.id atau via SMS ke 0816 1815 333.
Tabik sujud untuk Unconcious Anda,
Krishnamurti
Memori Cinta Buat Lansia
“Apakah NLP bisa membantu masalah-masalah yang dihadapi para Lansia?”
Demikian pertanyaan salah seorang Paman saat kami membahas penerapan NLP dalam kehidupan sehari-hari. Adapun Lansia singkatan dari Lanjut Usia. Sayapun tidaklah terlalu tahu apakah NLP bisa membantu, karena belum menjadi Lansia he..he.. Namun, tantangan tersebut sangat menarik perhatian saya. Karena cukup banyak klien saya yang menghadapi situasi ini, juga undangan untuk bicara kepada kelompok Lansia yang terus berdatangan.
Modelling dan “Future” Time Line
Nah, karena dasar ilmu NLP adalah modelling, sayapun me-”model” beberapa Lansia. Dan, dengan teknik “Future” Time Line yang saya dapatkan saat berguru dengan DR Richard Bandler di Orlando, Amerika, Maret 2008 lalu, sayapun menuju ke masa depan untuk mencari ide solusi, menjadi seorang yang Lanjut Usia, lalu kembali lagi ke saat ini… Bagaimana prosesnya? Nanti saya jelaskan di artikel lainnya, karena kali ini saya lebih tertarik berbagi terapan NLP-nya, bukan NLP-nya…
Cukup banyak masalah yang dihadapi para lansia, namun saya fokuskan untuk sharing pada artikel ini adalah bagaimana bisa terus berkarya yang terbaik untuk kehidupan ini, walau dalam usia yang sudah dianggap lanjut.
Mencari Sumber Energi Motivasi Terdahsyat
Karena minat sayaadalah motivasi, maka pertanyaan yang saya munculkan kedalam diri saya, juga tentang motivasi. Kali ini, saya mencari sumber energi yang terdahsyat, yang dapat mendorong, yang dapat menggerakan, yang dapat memberikan tenaga yang dahsyat untuk saya “sebagai Lansia” agar bisa terus bergerak dan berkarya yang terbaik untuk diri ini, untuk keluarga, untuk orang lain, bahkan untuk masyarakat dan negeri ini.
Dalam penerungan di masa depan, sebagai Lansia, Unconscious saya memberikan solusi, tentunya untuk saya sebagai Lansia. Siapa tahu bisa pas juga untuk orang lain. Sayapun tidak tahu. Saya hanya munculkan ide ini, saya sharingkan orang banyak, saya observasi, setelah beberapa kali uji coba, maka saya tuliskan artikel ini.
Kenangan Cinta
Astaga, ternyata sumber energi terdahsyat yang saya temukan adalah kenangan cinta, Love Memory. Sulit menuliskan rasanya, namun sungguh sangat dahsyat. Uh, luar biasa… Indah, menguatkan, mendorong dan menyembuhkan… Dan, saat memutar ulang memory itu disaat ini, film itu nampak jelas seperti terjadi sekarang… Ah, sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata yang terbatas ini…
Saya sangat bersyukur pada DR Richard Bandler akan hal ini, saat saya berkesempatan menghadiri program NLP terapan yang bertemakan “Design Human Engineering” (DHE) saya sungguh terkagum-kagum akan ide dasar penciptaan program ini. Yang menarik buat saya, bukanlah materinya. Karena saya sudah tahu, namun latar belakang ide, dasar pemikiran dan mindset dasar membuat program tersebutlah yang mengagumkan.
Karena setelah saya memahami dasar pemikiran pembuatan program DHE, maka sayapun bisa membuat ide-ide terapan NLP lainnya, yang memang menjadi minat besar saya dalam menerapkan NLP untuk kehidupan orang banyak.
Bagaimana Caranya?
Berikut ini panduan atau tepatnya berbagi saran untuk para Lansia atau bagi Anda yang ingin memberikan motivasi kepada orang tua Anda yang mungkin sudah sepuh…
1. Cari atau siapkan sebuah situasi yang nyaman.
2. Pikirkan kembali atau ingat-ingat kembali, sebuah pengalaman Cinta di masa lalu, yang memiliki kenangan yang sangat indah, yang sangat mengharukan, yang sangat mendorong, yang sangat memotivasi, yang sangat “tak terlupakan”, yang sangat “Aaaahhh!!!
3. Jika ada foto kenangan yang sangat kuat (sangat meng-anchor), baik sekali digunakan sebagai sarana pintu masuk ke Love Memory itu. Silahkan jga untuk gunakan yang lainnya, seperti: Lagu kenangan, putar berulang-ulang, bernyanyilah… Baik dan indah sekali, jika lagu kenangan ini terus diputar saat mau tidur, bahkan sampai tertidur…
4. Putar kembali film “Love Memory” yang indah itu perlahan-lahan, selama yang diinginkan. Nikmati… Syukuri…
5. Terus lakukan langkah ke 4, sampai menimbulkan perasaan yang dahsyat, yang menguatkan, yang mendorong, yang membangkitkan semangat, motivasi dari dalam diri…
6. Lalu, perkuat perasaan yang dahsyat ini, gandakan 2x lipat, gandakan 2xlipat lagi, perbesar perasaan ini, terus perbesar, sampai sebesar yang bisa Anda bayangkan atau Anda rasakan.
7. Jika Anda merasa ada rasa yang memutar, apakah itu dari dalam diri memutar keluar, bisa juga memutar dari luar diri ke dalam, maka percepat putaran perasaan ini ini. Buat lebih cepat, buat lebih cepat dan buat lebih cepat… secepat yang bisa Anda putar. Uh, dahsyat bukan rasanya?
8. Nah, ini yang penting. Jika sudah muncul sumber energi motivasi dahsyat yang membangkitkan ini, maka STOP, STOP dan STOP putar film “Love Memory” tersebut. Stop secepat mungkin dan relaks… Sekarang, kembali ke kehidupan SAAT INI.
9. Sekarang gunakan energi motivasi ini untuk merancang “Kegiatan atau karya apa yang ingin dilakukan sekarang?”. Sesuatu yang meninggalkan kebanggaan untuk anak cucu?
10. Langsunglah bergerak dan berkarya….
Catatan # 1: “Bad Memory”
Jika saat memunculkan Love Memory, ternyata ada “Bad Memory”, segera lakukan ide-ide berikut ini:
- Buang gambaran “Bad Memory” yang muncul sejauh mungkin, sampai hilang, sampai sirna, sampai lenyap dari benak Anda.
- Boleh dengan cara membayangkan “Bad Memory” tersebut ditenggelamkan ke dalam lautan, boleh membayangkan “Bad Memory” tersebut melayang terbang menyatu dengan awan, boleh juga membayangkan “Bad Memory” tersebut disimpan di balik gunung, atau boleh teknik apa saja yang penting “Bad Memory” tersebut lenyap.
- Boleh juga melepasakan “Bad Memory” tersebut dengan cara meniup atau saat membuang nafas.
Catatan # 2: “Other Memory”
- Boleh gunakan Memory lainnya yang berdampak bisa membangunkan perasaan yang kuat, seperti pengalaman sukses, pengalaman sangat percaya diri, pengalaman menjadi diri sendiri, pengalaman mengambil keputusan yang terbaik dalam hidup dan sebagaina yang sejenis.
- Namun, jika memang ada, Love Memory adalah yang terkuat, paling tidak menurut saya he..he..
Demikian sharing saya sebagai Lansia “Future Time Line”, semoga bisa berhikmah untuk orang banyak, khususnya para Lansia, para kaum muda yang ingin memotivasiorang tuanya, atau siapapun.
Juga thanks khusus untuk Oom Puspo dari Asisi, Tebet, yang memberikan kesempatan pada saya untuk berbagi ke para Lansia, sehingga tantangan ini memunculkan ide kreatif saya. Sekali lagi semoga berhikmah…
Tabik sujud anakmu,
Krishnamurti
NB:
- Sebagai bentuk ucapan terima kasih dan hormat saya akan jasa-jasa para Lansia, untuk itu bagi Anda para Lansia yang berminat atau Anda yang mau memberikan kepada orang tua Anda, sebuah CD Panduan Aktif yang saya buat untuk latihan:
- Relaksasi Otot
- Membuat tempat damai di pikiran
- ataupun Deep Sleep
Sebagaimana dimuat dalam artikel-artkel saya di PortalNLP.com ini, silahkan tulis:
- Nama, Nomor HP dan situasi emosi/perasaan yang Anda alami saat ini sebagai Lansia di kolom komentar di bawah ini.
- Khusus para Lansia, hanya perlu mengganti ongkos kirim dan biaya produksi CD saja.
- CD Panduan Aktif Relaksasi ini sedang diproduksi oleh Kanisius Multi Media, Jogjakarta. diperkirakan akhir Juli 2008 sudah bisa didistribusi.
Demikian pertanyaan salah seorang Paman saat kami membahas penerapan NLP dalam kehidupan sehari-hari. Adapun Lansia singkatan dari Lanjut Usia. Sayapun tidaklah terlalu tahu apakah NLP bisa membantu, karena belum menjadi Lansia he..he.. Namun, tantangan tersebut sangat menarik perhatian saya. Karena cukup banyak klien saya yang menghadapi situasi ini, juga undangan untuk bicara kepada kelompok Lansia yang terus berdatangan.
Modelling dan “Future” Time Line
Nah, karena dasar ilmu NLP adalah modelling, sayapun me-”model” beberapa Lansia. Dan, dengan teknik “Future” Time Line yang saya dapatkan saat berguru dengan DR Richard Bandler di Orlando, Amerika, Maret 2008 lalu, sayapun menuju ke masa depan untuk mencari ide solusi, menjadi seorang yang Lanjut Usia, lalu kembali lagi ke saat ini… Bagaimana prosesnya? Nanti saya jelaskan di artikel lainnya, karena kali ini saya lebih tertarik berbagi terapan NLP-nya, bukan NLP-nya…
Cukup banyak masalah yang dihadapi para lansia, namun saya fokuskan untuk sharing pada artikel ini adalah bagaimana bisa terus berkarya yang terbaik untuk kehidupan ini, walau dalam usia yang sudah dianggap lanjut.
Mencari Sumber Energi Motivasi Terdahsyat
Karena minat sayaadalah motivasi, maka pertanyaan yang saya munculkan kedalam diri saya, juga tentang motivasi. Kali ini, saya mencari sumber energi yang terdahsyat, yang dapat mendorong, yang dapat menggerakan, yang dapat memberikan tenaga yang dahsyat untuk saya “sebagai Lansia” agar bisa terus bergerak dan berkarya yang terbaik untuk diri ini, untuk keluarga, untuk orang lain, bahkan untuk masyarakat dan negeri ini.
Dalam penerungan di masa depan, sebagai Lansia, Unconscious saya memberikan solusi, tentunya untuk saya sebagai Lansia. Siapa tahu bisa pas juga untuk orang lain. Sayapun tidak tahu. Saya hanya munculkan ide ini, saya sharingkan orang banyak, saya observasi, setelah beberapa kali uji coba, maka saya tuliskan artikel ini.
Kenangan Cinta
Astaga, ternyata sumber energi terdahsyat yang saya temukan adalah kenangan cinta, Love Memory. Sulit menuliskan rasanya, namun sungguh sangat dahsyat. Uh, luar biasa… Indah, menguatkan, mendorong dan menyembuhkan… Dan, saat memutar ulang memory itu disaat ini, film itu nampak jelas seperti terjadi sekarang… Ah, sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata yang terbatas ini…
Saya sangat bersyukur pada DR Richard Bandler akan hal ini, saat saya berkesempatan menghadiri program NLP terapan yang bertemakan “Design Human Engineering” (DHE) saya sungguh terkagum-kagum akan ide dasar penciptaan program ini. Yang menarik buat saya, bukanlah materinya. Karena saya sudah tahu, namun latar belakang ide, dasar pemikiran dan mindset dasar membuat program tersebutlah yang mengagumkan.
Karena setelah saya memahami dasar pemikiran pembuatan program DHE, maka sayapun bisa membuat ide-ide terapan NLP lainnya, yang memang menjadi minat besar saya dalam menerapkan NLP untuk kehidupan orang banyak.
Bagaimana Caranya?
Berikut ini panduan atau tepatnya berbagi saran untuk para Lansia atau bagi Anda yang ingin memberikan motivasi kepada orang tua Anda yang mungkin sudah sepuh…
1. Cari atau siapkan sebuah situasi yang nyaman.
2. Pikirkan kembali atau ingat-ingat kembali, sebuah pengalaman Cinta di masa lalu, yang memiliki kenangan yang sangat indah, yang sangat mengharukan, yang sangat mendorong, yang sangat memotivasi, yang sangat “tak terlupakan”, yang sangat “Aaaahhh!!!
3. Jika ada foto kenangan yang sangat kuat (sangat meng-anchor), baik sekali digunakan sebagai sarana pintu masuk ke Love Memory itu. Silahkan jga untuk gunakan yang lainnya, seperti: Lagu kenangan, putar berulang-ulang, bernyanyilah… Baik dan indah sekali, jika lagu kenangan ini terus diputar saat mau tidur, bahkan sampai tertidur…
4. Putar kembali film “Love Memory” yang indah itu perlahan-lahan, selama yang diinginkan. Nikmati… Syukuri…
5. Terus lakukan langkah ke 4, sampai menimbulkan perasaan yang dahsyat, yang menguatkan, yang mendorong, yang membangkitkan semangat, motivasi dari dalam diri…
6. Lalu, perkuat perasaan yang dahsyat ini, gandakan 2x lipat, gandakan 2xlipat lagi, perbesar perasaan ini, terus perbesar, sampai sebesar yang bisa Anda bayangkan atau Anda rasakan.
7. Jika Anda merasa ada rasa yang memutar, apakah itu dari dalam diri memutar keluar, bisa juga memutar dari luar diri ke dalam, maka percepat putaran perasaan ini ini. Buat lebih cepat, buat lebih cepat dan buat lebih cepat… secepat yang bisa Anda putar. Uh, dahsyat bukan rasanya?
8. Nah, ini yang penting. Jika sudah muncul sumber energi motivasi dahsyat yang membangkitkan ini, maka STOP, STOP dan STOP putar film “Love Memory” tersebut. Stop secepat mungkin dan relaks… Sekarang, kembali ke kehidupan SAAT INI.
9. Sekarang gunakan energi motivasi ini untuk merancang “Kegiatan atau karya apa yang ingin dilakukan sekarang?”. Sesuatu yang meninggalkan kebanggaan untuk anak cucu?
10. Langsunglah bergerak dan berkarya….
Catatan # 1: “Bad Memory”
Jika saat memunculkan Love Memory, ternyata ada “Bad Memory”, segera lakukan ide-ide berikut ini:
- Buang gambaran “Bad Memory” yang muncul sejauh mungkin, sampai hilang, sampai sirna, sampai lenyap dari benak Anda.
- Boleh dengan cara membayangkan “Bad Memory” tersebut ditenggelamkan ke dalam lautan, boleh membayangkan “Bad Memory” tersebut melayang terbang menyatu dengan awan, boleh juga membayangkan “Bad Memory” tersebut disimpan di balik gunung, atau boleh teknik apa saja yang penting “Bad Memory” tersebut lenyap.
- Boleh juga melepasakan “Bad Memory” tersebut dengan cara meniup atau saat membuang nafas.
Catatan # 2: “Other Memory”
- Boleh gunakan Memory lainnya yang berdampak bisa membangunkan perasaan yang kuat, seperti pengalaman sukses, pengalaman sangat percaya diri, pengalaman menjadi diri sendiri, pengalaman mengambil keputusan yang terbaik dalam hidup dan sebagaina yang sejenis.
- Namun, jika memang ada, Love Memory adalah yang terkuat, paling tidak menurut saya he..he..
Demikian sharing saya sebagai Lansia “Future Time Line”, semoga bisa berhikmah untuk orang banyak, khususnya para Lansia, para kaum muda yang ingin memotivasiorang tuanya, atau siapapun.
Juga thanks khusus untuk Oom Puspo dari Asisi, Tebet, yang memberikan kesempatan pada saya untuk berbagi ke para Lansia, sehingga tantangan ini memunculkan ide kreatif saya. Sekali lagi semoga berhikmah…
Tabik sujud anakmu,
Krishnamurti
NB:
- Sebagai bentuk ucapan terima kasih dan hormat saya akan jasa-jasa para Lansia, untuk itu bagi Anda para Lansia yang berminat atau Anda yang mau memberikan kepada orang tua Anda, sebuah CD Panduan Aktif yang saya buat untuk latihan:
- Relaksasi Otot
- Membuat tempat damai di pikiran
- ataupun Deep Sleep
Sebagaimana dimuat dalam artikel-artkel saya di PortalNLP.com ini, silahkan tulis:
- Nama, Nomor HP dan situasi emosi/perasaan yang Anda alami saat ini sebagai Lansia di kolom komentar di bawah ini.
- Khusus para Lansia, hanya perlu mengganti ongkos kirim dan biaya produksi CD saja.
- CD Panduan Aktif Relaksasi ini sedang diproduksi oleh Kanisius Multi Media, Jogjakarta. diperkirakan akhir Juli 2008 sudah bisa didistribusi.
Cara Melatih Anak Agar Tak Rewel
Bagaimana mengatasi anak yang sering rewel?
Demikian pertanyaan yang sering muncul saat saya bersama Shanaz Haque dan 2 pembicara lainnya, diundang untuk memberikan seminar setengah hari dengan harga sangat terjangkau sebagai bagian dari kegiatan pelayanan pada masyarakat yang didukung oleh Nakita tabloid Panduan Tumbuh Kembang Anak dan Dancow Parenting Center. Kebetulan saya & Shanaz Haque wajib hadir di 11 kota-kota besar di Indonesia. Seminar dibawakan oleh 3 pembicara dan saya selalu kebagian sesi yang “santai” yakni sebagai pembicara ketiga yang berbagi tentang topik “Terapi Tawa - Menghadapi Anak Tanpa Amarah”
Sebagai pemandu seminar, Shanaz haruslah hadir dari pagi sampai siang (kacian deh elo, Naz! He..he..) sehingga dia tahu betul pertanyaan-pertanyaan peserta yang muncul sejak sesi pagi hari. Setelah itu barulah saya menjawab hal-hal tambahan mengenai Parenting versi NLP, tentunya versi NLP racikan saya yang kadang mungkin agak “ngawur”. Nah, salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam beberapa seminar adalah bagaimana mengatasi anak yang sering rewel? Rewel dalam arti yang seluas-luasnya seperti mudah nangis, cengeng, ngambek, “perasa”, jutek, kesal dan sebagainya. Arti kata anak disini adalah Balita.
Contoh ide 1 : “Cecak! Cecak! Cecak!”
Nah, ini cara tradisional yang ampuh sekali untuk membuat anak berhenti menangis. Karena saat orang tua si anak mendongakkan kepala dengan semangat berteriak: “Cecak! Cecak! Cecak!” dan jari telunjuk menunjuk ke arah cecak yang sedang menempel santai menikmati makan malam seekor nyamuk di langit-langit rumah, maka si anakpun akan ikut-ikutan mendongakkan kepala ke arah cecak yang ditunjuk dan tangispun mereda atau seringkali berhenti mendadak, bukan?
Kok bisa ya? Bagaimana prosesnya? Hasil penelitian di NLP mengatakan (menemukan) bahwa postur tubuh berdiri tegak dengan kepala mendongak ke atas akan membuat rongga dada dan rongga tenggorokan terbuka lebih luas. Dan, oksigenpun masuk lebih banyak. Coba lakukan tertawa ha ha ha. Nah, posisi tubuh seperti ini bukanlah “milik” posisi rasa menangis sehingga otomatis tubuh akan menyetop tangisan. Karena posisi menangis adalah posisi kepala menunduk ke bawah atau posisi “perasaan sedih”. Coba lakukan sedih hik hik hik. Demikian penjelasan gamblang dalam bahasa awam bukan bahasa teknis NLP he he he.
Contoh ide 2: Posisi Menggendong Anak
Setelah kita memahami posisi tubuh, sekarang kita bisa mulai latihan merubah cara menggendong agar si kecil tidak sering rewel. Cara terbaik adalah menggendong dimana posisi tubuh anak sama-sama kita menghadap ke depan (posisi nonton layar tancap), bukan posisi si anak menghadap ke dada kita (posisi mendekap). Posisi mendekap baik untuk mengajak atau membuat anak tidur atau merasa aman nyaman di pelukan kita. Namun, untuk mengatasi nangis atau rewel posisi “nonton layar tancap” adalah yang terbaik. Kalau si anak menangis, cukup tekan dari belakang dada dia ke depan dengan dada kita sampai tangis atau rewel mereda.
Contoh ide 3: Bergelayutan seperti Monyet
Nah, terus terang ide ini terinspirasi dari anak saya Bidadari saat dia bergelayutan seperti monyet di taman bermain sekolahannya TK Sanur sekitar minggu ke 4 bulan Oktober lalu. Kebetulan saya sangat dekat dengan Kepala Sekolah dan guru dia yakni Suster Ansi dan Ibu Melly karena kami sering berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang anak-anak. Bidadari sangat suka bermain di bagian gelayutan monyet dan sangat gembira. Sehingga walau terjatuh dan terluka kecil saat bermain di bagian lain, atau terjadi “perperangan ala anak-anak” di bagian lain membuat dia tetap tenang dan santai saja. Bidadari selalu kembali bergelayutan monyet yang kebetulan tidak terlalu favorit untuk anak-anak lain. Saya sangat gembira melihat anak saya seperti anak monyet, anak alam.
Saat menikmati si Bidadari jadi “monyet kecil” tiba-tiba “AHA” muncul lagi dalam pikiran kreatif saya, ini jawaban yang saya cari untuk mengatasi anak yang sering rewel. Saya langsung mencatat ide-ide yang muncul dan saya minta Bidadari terus main gelayutan monyet untuk saya observasi. Thanks ya Bidadari, kamu sungguh inspirasi untuk Papi. Semoga inspirasi kamu berguna untuk orang banyak sesuai namamu Bidadari (he..he.. mata saya bergelinang saat menulis bagian ini).
Dari ide gelayutan monyet tersebut, silahkan Anda para orang tua melanjutkannya di rumah, misalnya dengan mengatur dahan-dahan pohon di halaman rumah menjadi tempat gelayutan anak-anak Anda. Susun sedemikian rupa agar mereka dapat berpindah dari dahan ke dahan dengan jarak yang terjangkau untuk ukuran tangan mereka dan aman. Baik sekali dibuat lebih dari 5 pegangan dahan agar ada area main yang cukup luas.
Boleh juga Anda meniru seperti yang ada di taman bermain anak-anak TK. Untuk meminimalkan biaya, cukup gunakan pipa paralon yang kecil agar mudah dipegang oleh si “monyet kecil”. Bolah juga dibuat seperti pagar-pagar kecil, yang penting mudah untuk mereka bergelayutan seru.
Kalau mau dibuat di dalam rumah, kami sering anjurkan untuk gunakan tali plastik jemuran yang diselipkan kedalam pipa paralon, buat beberapa buah agar si “monyet kecil” tidak cepat bosan. Buat yang mudah sekali untuk dijangkau bergelayutan karena tujuan kita adalah membuat dan melatih posisi tubuh si “monyet kecil” menjadi segar dan sehat agar nantinya dapat menjadi pribadi yang tegar dan tangguh.
Tip tambahan lainnya:
Baik sekali para Ibu menyiapkan makanan setelah anak-anak bermain gelayutan monyet ini, karena rasa lapar akan muncul dengan sendirinya. Air liurpun akan terbit secara alami saat melihat nasi panas mengepul. Dan, makanpun menjadi pengalaman yang nikmat, bukan?
Selamat melatih si anak menjadi anak alam yang kuat, tegar dan tangguh yaitu anak monyet. Makin indah kalau ditambah dengan senyuman dan kata-kata lembut: “Halooo monyeeet…”
Krishnamurti
Demikian pertanyaan yang sering muncul saat saya bersama Shanaz Haque dan 2 pembicara lainnya, diundang untuk memberikan seminar setengah hari dengan harga sangat terjangkau sebagai bagian dari kegiatan pelayanan pada masyarakat yang didukung oleh Nakita tabloid Panduan Tumbuh Kembang Anak dan Dancow Parenting Center. Kebetulan saya & Shanaz Haque wajib hadir di 11 kota-kota besar di Indonesia. Seminar dibawakan oleh 3 pembicara dan saya selalu kebagian sesi yang “santai” yakni sebagai pembicara ketiga yang berbagi tentang topik “Terapi Tawa - Menghadapi Anak Tanpa Amarah”
Sebagai pemandu seminar, Shanaz haruslah hadir dari pagi sampai siang (kacian deh elo, Naz! He..he..) sehingga dia tahu betul pertanyaan-pertanyaan peserta yang muncul sejak sesi pagi hari. Setelah itu barulah saya menjawab hal-hal tambahan mengenai Parenting versi NLP, tentunya versi NLP racikan saya yang kadang mungkin agak “ngawur”. Nah, salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam beberapa seminar adalah bagaimana mengatasi anak yang sering rewel? Rewel dalam arti yang seluas-luasnya seperti mudah nangis, cengeng, ngambek, “perasa”, jutek, kesal dan sebagainya. Arti kata anak disini adalah Balita.
Contoh ide 1 : “Cecak! Cecak! Cecak!”
Nah, ini cara tradisional yang ampuh sekali untuk membuat anak berhenti menangis. Karena saat orang tua si anak mendongakkan kepala dengan semangat berteriak: “Cecak! Cecak! Cecak!” dan jari telunjuk menunjuk ke arah cecak yang sedang menempel santai menikmati makan malam seekor nyamuk di langit-langit rumah, maka si anakpun akan ikut-ikutan mendongakkan kepala ke arah cecak yang ditunjuk dan tangispun mereda atau seringkali berhenti mendadak, bukan?
Kok bisa ya? Bagaimana prosesnya? Hasil penelitian di NLP mengatakan (menemukan) bahwa postur tubuh berdiri tegak dengan kepala mendongak ke atas akan membuat rongga dada dan rongga tenggorokan terbuka lebih luas. Dan, oksigenpun masuk lebih banyak. Coba lakukan tertawa ha ha ha. Nah, posisi tubuh seperti ini bukanlah “milik” posisi rasa menangis sehingga otomatis tubuh akan menyetop tangisan. Karena posisi menangis adalah posisi kepala menunduk ke bawah atau posisi “perasaan sedih”. Coba lakukan sedih hik hik hik. Demikian penjelasan gamblang dalam bahasa awam bukan bahasa teknis NLP he he he.
Contoh ide 2: Posisi Menggendong Anak
Setelah kita memahami posisi tubuh, sekarang kita bisa mulai latihan merubah cara menggendong agar si kecil tidak sering rewel. Cara terbaik adalah menggendong dimana posisi tubuh anak sama-sama kita menghadap ke depan (posisi nonton layar tancap), bukan posisi si anak menghadap ke dada kita (posisi mendekap). Posisi mendekap baik untuk mengajak atau membuat anak tidur atau merasa aman nyaman di pelukan kita. Namun, untuk mengatasi nangis atau rewel posisi “nonton layar tancap” adalah yang terbaik. Kalau si anak menangis, cukup tekan dari belakang dada dia ke depan dengan dada kita sampai tangis atau rewel mereda.
Contoh ide 3: Bergelayutan seperti Monyet
Nah, terus terang ide ini terinspirasi dari anak saya Bidadari saat dia bergelayutan seperti monyet di taman bermain sekolahannya TK Sanur sekitar minggu ke 4 bulan Oktober lalu. Kebetulan saya sangat dekat dengan Kepala Sekolah dan guru dia yakni Suster Ansi dan Ibu Melly karena kami sering berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang anak-anak. Bidadari sangat suka bermain di bagian gelayutan monyet dan sangat gembira. Sehingga walau terjatuh dan terluka kecil saat bermain di bagian lain, atau terjadi “perperangan ala anak-anak” di bagian lain membuat dia tetap tenang dan santai saja. Bidadari selalu kembali bergelayutan monyet yang kebetulan tidak terlalu favorit untuk anak-anak lain. Saya sangat gembira melihat anak saya seperti anak monyet, anak alam.
Saat menikmati si Bidadari jadi “monyet kecil” tiba-tiba “AHA” muncul lagi dalam pikiran kreatif saya, ini jawaban yang saya cari untuk mengatasi anak yang sering rewel. Saya langsung mencatat ide-ide yang muncul dan saya minta Bidadari terus main gelayutan monyet untuk saya observasi. Thanks ya Bidadari, kamu sungguh inspirasi untuk Papi. Semoga inspirasi kamu berguna untuk orang banyak sesuai namamu Bidadari (he..he.. mata saya bergelinang saat menulis bagian ini).
Dari ide gelayutan monyet tersebut, silahkan Anda para orang tua melanjutkannya di rumah, misalnya dengan mengatur dahan-dahan pohon di halaman rumah menjadi tempat gelayutan anak-anak Anda. Susun sedemikian rupa agar mereka dapat berpindah dari dahan ke dahan dengan jarak yang terjangkau untuk ukuran tangan mereka dan aman. Baik sekali dibuat lebih dari 5 pegangan dahan agar ada area main yang cukup luas.
Boleh juga Anda meniru seperti yang ada di taman bermain anak-anak TK. Untuk meminimalkan biaya, cukup gunakan pipa paralon yang kecil agar mudah dipegang oleh si “monyet kecil”. Bolah juga dibuat seperti pagar-pagar kecil, yang penting mudah untuk mereka bergelayutan seru.
Kalau mau dibuat di dalam rumah, kami sering anjurkan untuk gunakan tali plastik jemuran yang diselipkan kedalam pipa paralon, buat beberapa buah agar si “monyet kecil” tidak cepat bosan. Buat yang mudah sekali untuk dijangkau bergelayutan karena tujuan kita adalah membuat dan melatih posisi tubuh si “monyet kecil” menjadi segar dan sehat agar nantinya dapat menjadi pribadi yang tegar dan tangguh.
Tip tambahan lainnya:
Baik sekali para Ibu menyiapkan makanan setelah anak-anak bermain gelayutan monyet ini, karena rasa lapar akan muncul dengan sendirinya. Air liurpun akan terbit secara alami saat melihat nasi panas mengepul. Dan, makanpun menjadi pengalaman yang nikmat, bukan?
Selamat melatih si anak menjadi anak alam yang kuat, tegar dan tangguh yaitu anak monyet. Makin indah kalau ditambah dengan senyuman dan kata-kata lembut: “Halooo monyeeet…”
Krishnamurti
Melatih Daya Juang Anak
Adversity Quotient (AQ) adalah kecerdasan yang sangat diperlukan seorang anak manusia untuk mengatasi masalah atau kesulitan agar bisa berhasil dalam kehidupan ini, selain kemampuan lainnya seperti IQ, EQ atau SQ), demikian penelitian ahli Paul G. Stoltz, Ph.D.
Stoltz menyampaikan hal ini, karena ada orang yang OTAK ENCER (memiliki IQ di atas rata-rata), MULUT LEMEH (memiliki kemampuan bersosialisasi yang baik), FRIENDLY juga penyesuaian dirinya baik, tapi kurang mampu menghadapi masalah-masalah yang menghadang. Pada akhirnya ia gagal mencapai apa yang menjadi tujuannya. Malah banyak yang jadi tukang gossip he..he..
Stoltz meneliti ada 3 tipe anak sehubungan dengan kemampuan mengatasi masalah tersebut, yang dia umpamakan seperti orang yang mendaki gunung.
1. Tipe QUITTERS (mereka yang berhenti dan menyerah)
Adalah anak yang bila sedang mendaki gunung, akan memilih berada di tempat yang paling bawah. Pendaki gunung tipe ini:
- Biasanya memilih tempat cukup di kaki gunung dan biasanya memilih dekat sungai dan banyak warung he..he..)
- Biasanya sibuk ber-foto ria dengan latar belakang gunung yang indah, tinggi dan lengkap karena gunungnya masih jauh he..he..
- “Mana bisa motret gunung kalo di puncak gunung, bukan?” demikian celoteh canda mereka.
- Biasanya berusaha menjauh dari permasalahan, rasa takut dan kuatir lebih kuat dari rasa keinginan bertindak (action).
- Saat melihat atau menghadapi kesulitan, ia akan memilih mundur, dan tidak berani menghadapi permasalahan.
2. Tipe CAMPERS (mereka yang berkemah)
Adalah anak yang belum mencapai puncak gunung tapi sudah merasa puas dengan hasil yang telah dicapainya saat ini. Ia tak mau mendaki lebih tinggi karena risiko yang terlalu besar. Pendaki gunung tipe ini:
- Biasanya lebih menyiapkan diri untuk jalan aman kembali turun dari pada memikirkan bagaimana strategi naik ke puncang gunung.
- Biasanya mencari tempat yang cukup aman dan nyaman. “Ah, paling tidak aku bisa berkemah dengan selonjor kaki. Dari pada tidur dalam posisi jongkok di atas gunung” demikian imajinasi “aman” mereka.
- Biasanya cepat puas atau selalu merasa cukup berada di posisi tengah.
- “Tujuan aku camping kok, bukan mendaki puncak gunung. Ngapain juga nyusahin diri” demikian pembelaan diri mereka.
- Biasanya mengabaikan kemungkinan, peluang atau kesempatan baru yang bisa didapat, bila melangkah lebih tinggi dan lebih jauh.
3. Tipe CLIMBERS (mereka sang Pendaki Gunung sejati)
Adalah anak yang mempunyai tujuan, punya impian, punya target atau sasaran, atau paling tidak sudah punya sesuatu yang ingin diwujudkan. Dan, untuk merealisasikan ide itu, mereka memiliki kemauan dan mampu mengusahakan dengan ulet, tekun dan gigih. Mereka:
- Memiliki rasa ingin tahu atau rasa “Penasaran” yang besar. “Wah, pasti seru nih!” demikian kira-kira mindset dalam benak mereka.
- Memiliki rasa percaya diri yang besar. “Paling tidak, aku sudah usaha yang maksimal dan aku punya pengalaman baru (bukan kegagalan)”
- Memiliki keberanian menghadapi sesuatu yang baru. “Anything is POSSIBLE. Gimana bisa tahu, kalo nggak mencoba” tentu dalam konteks positip ya…
- Memiliki disiplin yang tinggi. “Aku harus selesaikan apa yang telah aku mulai” demikian tekad dalam diri mereka.
- Tipe inilah yang tergolong memiliki AQ yang baik.
Nah, apakah kecerdasan mengatasi masalah ini bisa dihasilkan tiba-tiba atau instant? Tentu saja jawabanya TIDAK. Harus ada PROSES yang dilalui. Harus ada LATIHAN dengan disiplin yang baik. Dan juga, harus ada UJIAN-nya. Kalau tidak, kita tidak pernah tahu kita berada di kelas berapa, bukan?
Apakah bisa dipercepat proses melatih AQ ini? Tentu, peluang mempercepat proses ini makin besar sejak ditemukannya NLP. Banyak sekali teknik-teknik NLP yang mendukung hal ini. Kebetulan, saya punya beberapa pengalaman tentang hal ini saat dipercaya membantu para atlet PASI Jatim pada PON di Palembang beberapa tahun lalu.
Baiklah berikut ini beberapa ide dan tip praktis NLP ala saya, yang semoga saja bisa berhikmah untuk Anda sebagai orang tua dalam melatih anak-anak Anda menjadi anak Tangguh atau lebih tangguh dari sebelumnya.
Dasarnya sederhana saja karena Allah sudah memberikan kita alat bantu agar kita bisa lebih mudah mengeksplorasi dunia, maka gunakan saja alat bantu itu yakni alat indra kita: Mata, Telinga dan alat Perasa. Dalam NLP dikenal istilah V.A.K (Visual, Audiotori dan Kinestetik)
Artinya dalam menstimulasi atau melatih “mental” anak-anak untuk menjadi tangguh, usahakan dan libatkan ke 3 unsur tersebut agar dapat terekam dengan baik oleh mereka yang akan menjadi pengalamandi kehidupan mereka di masa mendatang.
Beberapa cara “Kampoeng” yang dianggap kuno tapi menurut NLP ala saya adalah NLP yang luar biasa, khususnya untuk menstimulasi anak-anak yakni:
Dongeng
Ah, mendongeng adalah metode yang luar biasa dampaknya. Masih tersimpan dengan sangat baik di otak saya, bagaimana Tante saya yang kami panggil “Engkim Luluk” mendongeng dengan mimik semangat di depan kami tiga bersaudara yang duduk kursi panjang beranda rumah, sore menjelang malam hari, sekitar tahun 1970an. Ehm, dongeng betapa cerdiknya Sang Kancil dalam menghadapi tantangan serigala. Ternyata Gambar Kancil terekam dengan sangat kuat di benak saya sampai saat ini, karena ternyata otak kita menyimpan GAMBAR KANCIL bukan huruf “K A N C I L” bukan?
Nah, mendongengkan sendiri pesan akhlak, pesan nilai-nilai atau pesan mental yang ingin Anda tanamkan kepada jiwa anak Anda, tentu sangatlah baik. Anad hanya perlu melatih diri untuk melibatkan seluruh indra Anda saat bercerita. Jadilah si Kancil dengan gerakan, suara dan rasa percaya diri yang besar karena cerdik.
Untuk dongeng monyet yang lincah, Anda tentu perlu belajar jadi monyet. Bukan? He..he.. Baik juga pergi ke Ubud Bali dan belajar dengan “saudara” tertua kita di Monkey Forest… kebetulan saya sedang berada disini saat menulis artikel ini dan memang sedang belajar dengan mereka he..he..
Bermain
Beberapa permainan “Kampoeng” menurut observasi saya, sungguhlah sangatlah efektif dalam melatih ketangguhan anak-anak. Misalnya:
Permainan Lompat Karet
Umumnya dimainkan oleh anak-anak perempuan. Selain melatih kelenturan fisik, juga melatih diri untuk tetap TENANG saat menghapi tekanan. Karena biasanya pihak yang mendapat giliran memutar karet akan mempercepat putarannya, jika pihak pelompat karet bisa terus mengatasi tingkat tantangan yang diberikan. Misal: batas dengkul, batas paha, batas pinggan, batas pundak, batas kepala dan batas kepala plus satu jengkal tangan atau disebut batas “MERDEKA!!!”
Permainan Kelereng
Dengan beberapa kombinasi tantangan atau tingkat kesulitan tertentu, membuat anak-anak harus meningkatkan kemampuannya, kalau tidak akan kalah. Nah, saat kalahpun ini adalah latihan yang baik untuk anak-anak dalam mengatasi rasa kalah. Memilih menyerah atau malahan makin giat berlatih?
Dalam pengalaman saya bermain kelereng saat masih kecil, sering kali kita berhadapan dengan situasi yang sulit untuk “menembak” kelereng yang dituju. Semakin terlatih, semakin mudah kita menghadapi situasi sulit tersebut. Saat bisa mengatasi situasi sulit itu, tersimpan rasa bangga dalam diri ini. “Yes, I CAN Do It!” bukan kelerengnya…
Nah, selanjutnya silahkan Anda kembangkan sendiri nilai-nilai atau sikap mental apa yang Anda ingin tanamkan ke anak-anak Anda, berikut ini beberapa ide saja yang semoga menjadi referensi hikmah.
Misal: kita ingin mengajarkan “KETEKUNAN”
MERAJUT: Anda bisa mencontohkan (visual) bagaimana nikmatnya (rasa) membuat rajutan. Lamanya waktu proses pembuatan bisa menjadi pelajaran akan ketekunan, juga kesabaran.
MEMBATIK: merupakan contoh yang luar biasa dan sangat mengagumkan akan makna ketekunan dan kesabaran. Selain manfaat untuk pelestarian budaya. Biaya pelatihan jadi murah, peralatanpun sekarang Anda bisa peroleh dengan mudah ditoko-toko batik di kota-kota besar Jawa Tengah.
Contoh menstimulasi: MENYERANG & BERTAHAN
CATUR adalah pilihan yang baik dalam menstimulasi anak-anak untuk memiliki mental kapan harus menyerang, kapan harus bertahan. Karena ada giliran bermain menyerang dengan bidak putih dan bermain bertahan dengan bidak hitam. Permainan ini menjadi salah satu kegemaran saya sejak saya SD dan salah seorang teman yang berjasa untuk hal ini adalah teman SD saya bernama Parlin Hasibuan yang dengan telaten mengajarkan saya bermain catur sampai kami berpisah setamat SMP.
Contoh menstimulasi: KETANGGUHAN & “PAIN TOLERANCE”
OLAHRAGA adalah pilihan terbaik untuk melatih ketangguhan anak-anak, karena ada saat-saat mereka harus melawan rasa sakit dan ini sangat penting kekuatan mereka di masa depan, sehingga mereka akan memiliki toleransi yang tinggi terhadap rasa sakit yang mungkin saja semakin meningkat dengan tantangan yang lebih berat. Bukankah sebuah hal yang mustahil otot yang kekuatan angkat bebannya hanya 20 kg, bisa mengangkat beban yang beratnya 50 kg, bukan? Tentu, diperlukan otot dengan kekuatan angkat minimal 50 kg juga.
RENANG dengan satu gaya yang monoton adalah sarana latihan mental yang baik, misal berenang dengan gaya dada selama 2 jam. Bukan renang dengan kecepatan. Atur saja, sesuai kebutuhan. Jika tekanan yang ingin Anda ciptakan, tentu lomba renang dengan kecepatan adalah pilihan stimulasi yang baik. Jika daya tahan, tentu lama waktu yang jadi pilihan.
BERSEPEDA juga merupakan cara yang kreatif untuk menstimulasi anak-anak akan kemampuan toleransi mengatasi rasa sakit, khususnya perjalanan yang menantang seperti ke gunung atau mountain bike.
MARATON adalah pilihan yang paling praktis dan murah tentunya, selain bisa dilakukan kapan saja, juga bisa kapan saja. Lama waktu (bukan kecepatan) adalah stimulasi yang sangat baik untuk daya tahan, khususnya ketangguhan dan membuat strategi di dalam diri untuk terus melangkah sampai tiba di tujuan.
Maraton berbeda dengan olah raga lain, karena dalam pengalaman saya sejak SD yang hamper setiap minggu pagi marathon dengan teman-teman, saya selalu berhasil mengatasi suara dalam diri saya (self talk) untuk menyerah. Saya selalu katakana: “Krishna terus, terus dan terus lari sampai FINISH. Paling pingsan, gak mungkin mati kok”
Ingat sobatku, berjuang menggapai impian tidak akan membuat Anda mati. Jikapun Anda mati, maka Anda akan mati dengan kemenangan.
Krishnamurti
Stoltz menyampaikan hal ini, karena ada orang yang OTAK ENCER (memiliki IQ di atas rata-rata), MULUT LEMEH (memiliki kemampuan bersosialisasi yang baik), FRIENDLY juga penyesuaian dirinya baik, tapi kurang mampu menghadapi masalah-masalah yang menghadang. Pada akhirnya ia gagal mencapai apa yang menjadi tujuannya. Malah banyak yang jadi tukang gossip he..he..
Stoltz meneliti ada 3 tipe anak sehubungan dengan kemampuan mengatasi masalah tersebut, yang dia umpamakan seperti orang yang mendaki gunung.
1. Tipe QUITTERS (mereka yang berhenti dan menyerah)
Adalah anak yang bila sedang mendaki gunung, akan memilih berada di tempat yang paling bawah. Pendaki gunung tipe ini:
- Biasanya memilih tempat cukup di kaki gunung dan biasanya memilih dekat sungai dan banyak warung he..he..)
- Biasanya sibuk ber-foto ria dengan latar belakang gunung yang indah, tinggi dan lengkap karena gunungnya masih jauh he..he..
- “Mana bisa motret gunung kalo di puncak gunung, bukan?” demikian celoteh canda mereka.
- Biasanya berusaha menjauh dari permasalahan, rasa takut dan kuatir lebih kuat dari rasa keinginan bertindak (action).
- Saat melihat atau menghadapi kesulitan, ia akan memilih mundur, dan tidak berani menghadapi permasalahan.
2. Tipe CAMPERS (mereka yang berkemah)
Adalah anak yang belum mencapai puncak gunung tapi sudah merasa puas dengan hasil yang telah dicapainya saat ini. Ia tak mau mendaki lebih tinggi karena risiko yang terlalu besar. Pendaki gunung tipe ini:
- Biasanya lebih menyiapkan diri untuk jalan aman kembali turun dari pada memikirkan bagaimana strategi naik ke puncang gunung.
- Biasanya mencari tempat yang cukup aman dan nyaman. “Ah, paling tidak aku bisa berkemah dengan selonjor kaki. Dari pada tidur dalam posisi jongkok di atas gunung” demikian imajinasi “aman” mereka.
- Biasanya cepat puas atau selalu merasa cukup berada di posisi tengah.
- “Tujuan aku camping kok, bukan mendaki puncak gunung. Ngapain juga nyusahin diri” demikian pembelaan diri mereka.
- Biasanya mengabaikan kemungkinan, peluang atau kesempatan baru yang bisa didapat, bila melangkah lebih tinggi dan lebih jauh.
3. Tipe CLIMBERS (mereka sang Pendaki Gunung sejati)
Adalah anak yang mempunyai tujuan, punya impian, punya target atau sasaran, atau paling tidak sudah punya sesuatu yang ingin diwujudkan. Dan, untuk merealisasikan ide itu, mereka memiliki kemauan dan mampu mengusahakan dengan ulet, tekun dan gigih. Mereka:
- Memiliki rasa ingin tahu atau rasa “Penasaran” yang besar. “Wah, pasti seru nih!” demikian kira-kira mindset dalam benak mereka.
- Memiliki rasa percaya diri yang besar. “Paling tidak, aku sudah usaha yang maksimal dan aku punya pengalaman baru (bukan kegagalan)”
- Memiliki keberanian menghadapi sesuatu yang baru. “Anything is POSSIBLE. Gimana bisa tahu, kalo nggak mencoba” tentu dalam konteks positip ya…
- Memiliki disiplin yang tinggi. “Aku harus selesaikan apa yang telah aku mulai” demikian tekad dalam diri mereka.
- Tipe inilah yang tergolong memiliki AQ yang baik.
Nah, apakah kecerdasan mengatasi masalah ini bisa dihasilkan tiba-tiba atau instant? Tentu saja jawabanya TIDAK. Harus ada PROSES yang dilalui. Harus ada LATIHAN dengan disiplin yang baik. Dan juga, harus ada UJIAN-nya. Kalau tidak, kita tidak pernah tahu kita berada di kelas berapa, bukan?
Apakah bisa dipercepat proses melatih AQ ini? Tentu, peluang mempercepat proses ini makin besar sejak ditemukannya NLP. Banyak sekali teknik-teknik NLP yang mendukung hal ini. Kebetulan, saya punya beberapa pengalaman tentang hal ini saat dipercaya membantu para atlet PASI Jatim pada PON di Palembang beberapa tahun lalu.
Baiklah berikut ini beberapa ide dan tip praktis NLP ala saya, yang semoga saja bisa berhikmah untuk Anda sebagai orang tua dalam melatih anak-anak Anda menjadi anak Tangguh atau lebih tangguh dari sebelumnya.
Dasarnya sederhana saja karena Allah sudah memberikan kita alat bantu agar kita bisa lebih mudah mengeksplorasi dunia, maka gunakan saja alat bantu itu yakni alat indra kita: Mata, Telinga dan alat Perasa. Dalam NLP dikenal istilah V.A.K (Visual, Audiotori dan Kinestetik)
Artinya dalam menstimulasi atau melatih “mental” anak-anak untuk menjadi tangguh, usahakan dan libatkan ke 3 unsur tersebut agar dapat terekam dengan baik oleh mereka yang akan menjadi pengalamandi kehidupan mereka di masa mendatang.
Beberapa cara “Kampoeng” yang dianggap kuno tapi menurut NLP ala saya adalah NLP yang luar biasa, khususnya untuk menstimulasi anak-anak yakni:
Dongeng
Ah, mendongeng adalah metode yang luar biasa dampaknya. Masih tersimpan dengan sangat baik di otak saya, bagaimana Tante saya yang kami panggil “Engkim Luluk” mendongeng dengan mimik semangat di depan kami tiga bersaudara yang duduk kursi panjang beranda rumah, sore menjelang malam hari, sekitar tahun 1970an. Ehm, dongeng betapa cerdiknya Sang Kancil dalam menghadapi tantangan serigala. Ternyata Gambar Kancil terekam dengan sangat kuat di benak saya sampai saat ini, karena ternyata otak kita menyimpan GAMBAR KANCIL bukan huruf “K A N C I L” bukan?
Nah, mendongengkan sendiri pesan akhlak, pesan nilai-nilai atau pesan mental yang ingin Anda tanamkan kepada jiwa anak Anda, tentu sangatlah baik. Anad hanya perlu melatih diri untuk melibatkan seluruh indra Anda saat bercerita. Jadilah si Kancil dengan gerakan, suara dan rasa percaya diri yang besar karena cerdik.
Untuk dongeng monyet yang lincah, Anda tentu perlu belajar jadi monyet. Bukan? He..he.. Baik juga pergi ke Ubud Bali dan belajar dengan “saudara” tertua kita di Monkey Forest… kebetulan saya sedang berada disini saat menulis artikel ini dan memang sedang belajar dengan mereka he..he..
Bermain
Beberapa permainan “Kampoeng” menurut observasi saya, sungguhlah sangatlah efektif dalam melatih ketangguhan anak-anak. Misalnya:
Permainan Lompat Karet
Umumnya dimainkan oleh anak-anak perempuan. Selain melatih kelenturan fisik, juga melatih diri untuk tetap TENANG saat menghapi tekanan. Karena biasanya pihak yang mendapat giliran memutar karet akan mempercepat putarannya, jika pihak pelompat karet bisa terus mengatasi tingkat tantangan yang diberikan. Misal: batas dengkul, batas paha, batas pinggan, batas pundak, batas kepala dan batas kepala plus satu jengkal tangan atau disebut batas “MERDEKA!!!”
Permainan Kelereng
Dengan beberapa kombinasi tantangan atau tingkat kesulitan tertentu, membuat anak-anak harus meningkatkan kemampuannya, kalau tidak akan kalah. Nah, saat kalahpun ini adalah latihan yang baik untuk anak-anak dalam mengatasi rasa kalah. Memilih menyerah atau malahan makin giat berlatih?
Dalam pengalaman saya bermain kelereng saat masih kecil, sering kali kita berhadapan dengan situasi yang sulit untuk “menembak” kelereng yang dituju. Semakin terlatih, semakin mudah kita menghadapi situasi sulit tersebut. Saat bisa mengatasi situasi sulit itu, tersimpan rasa bangga dalam diri ini. “Yes, I CAN Do It!” bukan kelerengnya…
Nah, selanjutnya silahkan Anda kembangkan sendiri nilai-nilai atau sikap mental apa yang Anda ingin tanamkan ke anak-anak Anda, berikut ini beberapa ide saja yang semoga menjadi referensi hikmah.
Misal: kita ingin mengajarkan “KETEKUNAN”
MERAJUT: Anda bisa mencontohkan (visual) bagaimana nikmatnya (rasa) membuat rajutan. Lamanya waktu proses pembuatan bisa menjadi pelajaran akan ketekunan, juga kesabaran.
MEMBATIK: merupakan contoh yang luar biasa dan sangat mengagumkan akan makna ketekunan dan kesabaran. Selain manfaat untuk pelestarian budaya. Biaya pelatihan jadi murah, peralatanpun sekarang Anda bisa peroleh dengan mudah ditoko-toko batik di kota-kota besar Jawa Tengah.
Contoh menstimulasi: MENYERANG & BERTAHAN
CATUR adalah pilihan yang baik dalam menstimulasi anak-anak untuk memiliki mental kapan harus menyerang, kapan harus bertahan. Karena ada giliran bermain menyerang dengan bidak putih dan bermain bertahan dengan bidak hitam. Permainan ini menjadi salah satu kegemaran saya sejak saya SD dan salah seorang teman yang berjasa untuk hal ini adalah teman SD saya bernama Parlin Hasibuan yang dengan telaten mengajarkan saya bermain catur sampai kami berpisah setamat SMP.
Contoh menstimulasi: KETANGGUHAN & “PAIN TOLERANCE”
OLAHRAGA adalah pilihan terbaik untuk melatih ketangguhan anak-anak, karena ada saat-saat mereka harus melawan rasa sakit dan ini sangat penting kekuatan mereka di masa depan, sehingga mereka akan memiliki toleransi yang tinggi terhadap rasa sakit yang mungkin saja semakin meningkat dengan tantangan yang lebih berat. Bukankah sebuah hal yang mustahil otot yang kekuatan angkat bebannya hanya 20 kg, bisa mengangkat beban yang beratnya 50 kg, bukan? Tentu, diperlukan otot dengan kekuatan angkat minimal 50 kg juga.
RENANG dengan satu gaya yang monoton adalah sarana latihan mental yang baik, misal berenang dengan gaya dada selama 2 jam. Bukan renang dengan kecepatan. Atur saja, sesuai kebutuhan. Jika tekanan yang ingin Anda ciptakan, tentu lomba renang dengan kecepatan adalah pilihan stimulasi yang baik. Jika daya tahan, tentu lama waktu yang jadi pilihan.
BERSEPEDA juga merupakan cara yang kreatif untuk menstimulasi anak-anak akan kemampuan toleransi mengatasi rasa sakit, khususnya perjalanan yang menantang seperti ke gunung atau mountain bike.
MARATON adalah pilihan yang paling praktis dan murah tentunya, selain bisa dilakukan kapan saja, juga bisa kapan saja. Lama waktu (bukan kecepatan) adalah stimulasi yang sangat baik untuk daya tahan, khususnya ketangguhan dan membuat strategi di dalam diri untuk terus melangkah sampai tiba di tujuan.
Maraton berbeda dengan olah raga lain, karena dalam pengalaman saya sejak SD yang hamper setiap minggu pagi marathon dengan teman-teman, saya selalu berhasil mengatasi suara dalam diri saya (self talk) untuk menyerah. Saya selalu katakana: “Krishna terus, terus dan terus lari sampai FINISH. Paling pingsan, gak mungkin mati kok”
Ingat sobatku, berjuang menggapai impian tidak akan membuat Anda mati. Jikapun Anda mati, maka Anda akan mati dengan kemenangan.
Krishnamurti
Mengatasi Stres Saat Ujian
Hai adik-adikku!
Kamu pasti pernah deh mengalami “hang” atau seperti perasaan “tegang” saat ujian. Sehingga, walau kamu tahu jawaban dari salah satu soal yang mungkin sangat mudah, namun tiba-tiba jawabannya “hilang”, bukan?
Gimana dong ngatasinya?
Ini ada beberapa ide terapan NLP ala kakak, saat ngalami “hang”. Pilih salah satu ide yang kamu rasa paling pas untuk kamu. Latihan dulu aja sampai mahir. Lalu, terapan dan lihat hasil ujian kamu. Kalo sudah makin mahir, pilih terapkan yang lainnya agar kamu punya beberapa teknik untuk atasi situasi ini.
1. Dalam 1 tarikan nafas, dalam hati hitung angka 1 sampai angka tertinggi yang kamu bisa. Lalu, tahan nafas kamu sebentar, kemudian hitung mundur dari angka tertinggi tadi menuju angka 1, dalam 1 hembusan nafas juga. Ulangi beberapa kali, jika kamu rasa perlu.
2. Tekan atau pencet kelingkingmu sampai terasa sakit, pindahkan perhatian kamu ke rasa sakit kelingking itu, bayangkan stresnya pindah ke kelingking itu, lalu lepaskan pelan-pelan, sambil merasakan stres kamupun ikut lenyap.
3. Lihat ke luar jendela, lalu bayangkan ras stres yang ada di kepala kamu atau mungkin di dada kamu, pindah melayang ke tempat yang kamu ingin cantolkan. Bisa kamu cantolkan ke pucuk pohon, di daun pohon atau terbang menyelinap di awan yang jauh tinggi sekali…
4. Tarif nafas gaya Opa Bandler, ini kakak dapat idenya saat ikut training terapan NLP di Orlando, Maret 2008 lalu, gini lho caranya: tarik nafas cepat lewat mulut, lalu hembuskan lewat hidung. Lakukan beberapa kali sampai terasa rileks…
5. Tarik nafas pelan-pelan banget, lalu tahan nafas selama yang kamu bisa, boleh tahan nafas di perut atau di dada, lalu buang nafas pelan-pelan juga, sambil berkata dalam hati: “Tenang, tenang, tenang…”. Boleh juga tambahkan nama kamu, seperti: “Tenang Krishna, tenang Krishna, tenang Krishna…” atau kata-kata lain yang kamu rasa cocok untuk kamu. Boleh diulang, jika perlu…
6. Dongakkan kepala kamu ke langit-langit, lalu lihat salah satu titik, pilih bebas aja… Hitung mundur dalam hati: “3..2..1..” atau boleh juga hitung lebih lama: “10..sampai 1..”
7. Dongakkan kepala kamu ke langit-langit, lalu buang nafas seperti kamu meniup lilin. Ulangi, kapanpun kamu inginkan…
8. Dengan wajah tetap menghadap ke depan, gerakan bola mata kamu demikian:
- katakan dalam hati: “Atas” dan gerakan mata kamu ke atas.
- katakan dalam hati: “Kanan” dan gerakan mata kamu ke kanan.
- katakan dalam hati: “Bawah” dan gerakan mata kamu ke bawah.
- katakan dalam hati: “Kiri” dan gerakan mata kamu ke kiri.
- Ulangi beberapa kali, misalnya 5 putaran. Boleh dibuat putaran yang terbalik: atas, kiri, bawah, kanan…
Lakukan beberapa kali, lalu pilih soal yang sudah kamu temukan jawabannya, ulangi lagi cara diatas, kapanpun kamu perlu. Teknik ini hasil dari penelitian Opa Grinder yang kakak aplikasikan untuk kondisi-kondisi tertentu…
9. Bayangkan diri kamu melayang keluar dari kelas tempat ujian, kembali ke rumah atau tempat dimana kamu belajar, buka kembali semua memori saat itu. Cari informasi yang dibutuhkan, lalu kembali bayangkan ke kelas untuk melanjutkan ujian. Baik sekali melakukan teknik 1 sampai 8 dulu, sebelum mencoba yang ke 9 ini.
Nah, setelah kamu merasa tenang, lanjutkan mengerjakan soal ujian yang kamu anggap paling mudah. Ingat, strategi sukses mengerjakan ujian adalah pilih yang mudah dulu. Bukan sesuai urutan 1, 2, 3 dan selanjutnya.
Dan, yang paling penting setelah kamu menguasai teknik-teknik mengatasi stres ini, kamu harus tetap belajar yang terbaik dan berikan yang terbaik untuk diri kamu sendiri dan tentunya, buatlah bangga orang tuamu…
Dalam kehidupan ini, semua orang perlu ujian. Karena hanya dengan ujian, kita bisa naik kelas. Bayangkan kalau tidak ada ujian, kan hidup jadi nggak seru, dong!
Selamat menikmati ujian! Makin pintar ya…
Kak Krishna
Kamu pasti pernah deh mengalami “hang” atau seperti perasaan “tegang” saat ujian. Sehingga, walau kamu tahu jawaban dari salah satu soal yang mungkin sangat mudah, namun tiba-tiba jawabannya “hilang”, bukan?
Gimana dong ngatasinya?
Ini ada beberapa ide terapan NLP ala kakak, saat ngalami “hang”. Pilih salah satu ide yang kamu rasa paling pas untuk kamu. Latihan dulu aja sampai mahir. Lalu, terapan dan lihat hasil ujian kamu. Kalo sudah makin mahir, pilih terapkan yang lainnya agar kamu punya beberapa teknik untuk atasi situasi ini.
1. Dalam 1 tarikan nafas, dalam hati hitung angka 1 sampai angka tertinggi yang kamu bisa. Lalu, tahan nafas kamu sebentar, kemudian hitung mundur dari angka tertinggi tadi menuju angka 1, dalam 1 hembusan nafas juga. Ulangi beberapa kali, jika kamu rasa perlu.
2. Tekan atau pencet kelingkingmu sampai terasa sakit, pindahkan perhatian kamu ke rasa sakit kelingking itu, bayangkan stresnya pindah ke kelingking itu, lalu lepaskan pelan-pelan, sambil merasakan stres kamupun ikut lenyap.
3. Lihat ke luar jendela, lalu bayangkan ras stres yang ada di kepala kamu atau mungkin di dada kamu, pindah melayang ke tempat yang kamu ingin cantolkan. Bisa kamu cantolkan ke pucuk pohon, di daun pohon atau terbang menyelinap di awan yang jauh tinggi sekali…
4. Tarif nafas gaya Opa Bandler, ini kakak dapat idenya saat ikut training terapan NLP di Orlando, Maret 2008 lalu, gini lho caranya: tarik nafas cepat lewat mulut, lalu hembuskan lewat hidung. Lakukan beberapa kali sampai terasa rileks…
5. Tarik nafas pelan-pelan banget, lalu tahan nafas selama yang kamu bisa, boleh tahan nafas di perut atau di dada, lalu buang nafas pelan-pelan juga, sambil berkata dalam hati: “Tenang, tenang, tenang…”. Boleh juga tambahkan nama kamu, seperti: “Tenang Krishna, tenang Krishna, tenang Krishna…” atau kata-kata lain yang kamu rasa cocok untuk kamu. Boleh diulang, jika perlu…
6. Dongakkan kepala kamu ke langit-langit, lalu lihat salah satu titik, pilih bebas aja… Hitung mundur dalam hati: “3..2..1..” atau boleh juga hitung lebih lama: “10..sampai 1..”
7. Dongakkan kepala kamu ke langit-langit, lalu buang nafas seperti kamu meniup lilin. Ulangi, kapanpun kamu inginkan…
8. Dengan wajah tetap menghadap ke depan, gerakan bola mata kamu demikian:
- katakan dalam hati: “Atas” dan gerakan mata kamu ke atas.
- katakan dalam hati: “Kanan” dan gerakan mata kamu ke kanan.
- katakan dalam hati: “Bawah” dan gerakan mata kamu ke bawah.
- katakan dalam hati: “Kiri” dan gerakan mata kamu ke kiri.
- Ulangi beberapa kali, misalnya 5 putaran. Boleh dibuat putaran yang terbalik: atas, kiri, bawah, kanan…
Lakukan beberapa kali, lalu pilih soal yang sudah kamu temukan jawabannya, ulangi lagi cara diatas, kapanpun kamu perlu. Teknik ini hasil dari penelitian Opa Grinder yang kakak aplikasikan untuk kondisi-kondisi tertentu…
9. Bayangkan diri kamu melayang keluar dari kelas tempat ujian, kembali ke rumah atau tempat dimana kamu belajar, buka kembali semua memori saat itu. Cari informasi yang dibutuhkan, lalu kembali bayangkan ke kelas untuk melanjutkan ujian. Baik sekali melakukan teknik 1 sampai 8 dulu, sebelum mencoba yang ke 9 ini.
Nah, setelah kamu merasa tenang, lanjutkan mengerjakan soal ujian yang kamu anggap paling mudah. Ingat, strategi sukses mengerjakan ujian adalah pilih yang mudah dulu. Bukan sesuai urutan 1, 2, 3 dan selanjutnya.
Dan, yang paling penting setelah kamu menguasai teknik-teknik mengatasi stres ini, kamu harus tetap belajar yang terbaik dan berikan yang terbaik untuk diri kamu sendiri dan tentunya, buatlah bangga orang tuamu…
Dalam kehidupan ini, semua orang perlu ujian. Karena hanya dengan ujian, kita bisa naik kelas. Bayangkan kalau tidak ada ujian, kan hidup jadi nggak seru, dong!
Selamat menikmati ujian! Makin pintar ya…
Kak Krishna
Membuat Batas Masalah Kantor Dan Diluar Kantor
“Bagaimana mengolah pikiran, agar saat kita meninggalkan kantor, persoalan kantor tertinggal di kantor. Sehingga saya jadi fresh saat tiba di rumah. Demikian pula sebaliknya…”
Demikian pertanyaan yang cukup sering (bahkan agak banyak) muncul pada acara seminar Parenting yang kami lakukan selama tahun 2007 lalu. Menurut saya sih gampang-gampang saja, dan selama ini sangat efektif. Terutama saat saya masih bekerja sebagai IT Manager di sebuah perusahaan sampai akhir tahun 2001 lalu.
Ini yang saya lakukan dan setelah belajar NLP, teknik sederhana dan gampang ini ternyata NLP banget, bok! Tapi saya dapatkan ide ini dari sebuah buku yang saya lupa namanya, kalau tidak salah karya Shakti Gwain tentang Kekuatan Visualisasi.
1. Karena kantor di lantai 3, jadi saya membuat Garis Imajiner di pintu masuk lantai dasar. Caranya saya membayangkan menyoret garis di lantai dari titik A ke titik B. Bayangkan saja persis seperti kita membuat garis di lantai dengan menggunakan kapur barus berwarna putih.
2. Setelah garis dibuat, sepakati yang mana bagian diluar kantor dan yang mana bagian didalam kantor. Ada area yang menyatakan sebelum dan sesudah. Sebut saja: Bagian Luar Kantor (Baluk) dan Bagian Dalam Kantor (Badak).
3. Beritahu ke Unconscious bahwa kita akan membuat program ini, nah kalau bagian ini adalah tambahan baru yang saya dapatkan idenya dari training NLP Design Human Engineering di Orlando, Maret lalu. Beritahu bahwa kita akan berpindah STATE dari bagian Baluk ke badak dengan cara melewati garis tersebut. Cukup kayak ngomong dalam hati saja, kok. Mudah-mudah sajalah…
4. Setelah itu, lakukan perpindahkan STATE dengan melibatkan semua alat indra V.A.K. Ada beberapa ide untuk ini dan pilih yang Anda rasa pas untuk Anda:
1. Kaki kiri tetap di Baluk, kaki kanan di Badak, artinya kita mau meninggalkan semua perasaan yang ada dalam diri ini di area Baluk. Kapan? Saat mengangkat kaki kiri melangkahi garis imajiner menuju ke Badak. Saat melatih bagian ini, rasakan semua perasaan tertinggal di area Baluk.
2. Buang nafas sebanyak mungkin saat masih di Baluk, tinggalkan semua perasaan yang ada dalam diri ini di area Baluk. Lalu, sambil kaki melangkahi garis imajiner dan saat masuk ke area Badak, tarik nafas yang dalam dan rasakan kesegarannya.
3. Hentakkan kaki (boleh kiri atau kanan) di area Baluk sebagai pesan ke Unconscious untuk meninggalkan segala perasaan yang mungkin “mengganggu” dan pindah ke Peak State di area Badak.
4. Di area Baluk, mata Anda menghadap ke bawah, saat pindah ke area Badak, mata Anda mendelik ke atas setinggi mungkin.
5. Anda boleh memilih salah satu ide di nomor 4 atau boleh juga mengkombinasikannya.
6. Lakukan sebaliknya saat pulang dari kantor menuju ke rumah, boleh di garis imajiner yang sama (sebaiknya demikian). Hanya melakukannya terbalik.
7. Latih, latih dan latih sampai Anda terbiasa…
Sedikit catatan:
1. Garis Imajiner ini juga bisa Anda buat di rumah, seperti di pintu garasi rumah sebagai tanda batas bahwa urusan rumah adalah di rumah, jangan dibawa keluar. Dan, urusan luar adalah urusan luar, jangan dibawah ke rumah.
2. Cara kerja Teknik Garis Imajiner persis sama dengan teknik yang ada di NLP yakni Circle of Influence. Jadi bagi Anda yang sudah memahami Circle of Influence, dapat membuat Garis Imajiner lebih mantap lagi.
3. Jika Anda menguasai teknik Trancing-In dan Trancing-Out, sungguh sangat baik Anda memprogram area A ke B dengan teknik ini dalam kondisi trance, karena hanya butuh sekali program saja, tanpa perlu pengulangan lain.
4. Teknik ini juga selalu saya gunakan saat pindah state dari sebelum bicara di panggung, naik ke panggung dan berada di panggung. Banyak orang mengamati bahwa saya (tepatnya “state” saya) sangatlah berbeda jika berada di atas panggung sebagai pembicara, dibandingkan saya saat di kehidupan biasa dibawah panggung, menjadi orang biasa saja yang sederhana… Iyalah, yauuu…
Selamat berlatih dan ingat! Dalam latihan, tidak ada kata “gagal”, Anda hanya belum terbiasa saja…
Krishnamurti
Demikian pertanyaan yang cukup sering (bahkan agak banyak) muncul pada acara seminar Parenting yang kami lakukan selama tahun 2007 lalu. Menurut saya sih gampang-gampang saja, dan selama ini sangat efektif. Terutama saat saya masih bekerja sebagai IT Manager di sebuah perusahaan sampai akhir tahun 2001 lalu.
Ini yang saya lakukan dan setelah belajar NLP, teknik sederhana dan gampang ini ternyata NLP banget, bok! Tapi saya dapatkan ide ini dari sebuah buku yang saya lupa namanya, kalau tidak salah karya Shakti Gwain tentang Kekuatan Visualisasi.
1. Karena kantor di lantai 3, jadi saya membuat Garis Imajiner di pintu masuk lantai dasar. Caranya saya membayangkan menyoret garis di lantai dari titik A ke titik B. Bayangkan saja persis seperti kita membuat garis di lantai dengan menggunakan kapur barus berwarna putih.
2. Setelah garis dibuat, sepakati yang mana bagian diluar kantor dan yang mana bagian didalam kantor. Ada area yang menyatakan sebelum dan sesudah. Sebut saja: Bagian Luar Kantor (Baluk) dan Bagian Dalam Kantor (Badak).
3. Beritahu ke Unconscious bahwa kita akan membuat program ini, nah kalau bagian ini adalah tambahan baru yang saya dapatkan idenya dari training NLP Design Human Engineering di Orlando, Maret lalu. Beritahu bahwa kita akan berpindah STATE dari bagian Baluk ke badak dengan cara melewati garis tersebut. Cukup kayak ngomong dalam hati saja, kok. Mudah-mudah sajalah…
4. Setelah itu, lakukan perpindahkan STATE dengan melibatkan semua alat indra V.A.K. Ada beberapa ide untuk ini dan pilih yang Anda rasa pas untuk Anda:
1. Kaki kiri tetap di Baluk, kaki kanan di Badak, artinya kita mau meninggalkan semua perasaan yang ada dalam diri ini di area Baluk. Kapan? Saat mengangkat kaki kiri melangkahi garis imajiner menuju ke Badak. Saat melatih bagian ini, rasakan semua perasaan tertinggal di area Baluk.
2. Buang nafas sebanyak mungkin saat masih di Baluk, tinggalkan semua perasaan yang ada dalam diri ini di area Baluk. Lalu, sambil kaki melangkahi garis imajiner dan saat masuk ke area Badak, tarik nafas yang dalam dan rasakan kesegarannya.
3. Hentakkan kaki (boleh kiri atau kanan) di area Baluk sebagai pesan ke Unconscious untuk meninggalkan segala perasaan yang mungkin “mengganggu” dan pindah ke Peak State di area Badak.
4. Di area Baluk, mata Anda menghadap ke bawah, saat pindah ke area Badak, mata Anda mendelik ke atas setinggi mungkin.
5. Anda boleh memilih salah satu ide di nomor 4 atau boleh juga mengkombinasikannya.
6. Lakukan sebaliknya saat pulang dari kantor menuju ke rumah, boleh di garis imajiner yang sama (sebaiknya demikian). Hanya melakukannya terbalik.
7. Latih, latih dan latih sampai Anda terbiasa…
Sedikit catatan:
1. Garis Imajiner ini juga bisa Anda buat di rumah, seperti di pintu garasi rumah sebagai tanda batas bahwa urusan rumah adalah di rumah, jangan dibawa keluar. Dan, urusan luar adalah urusan luar, jangan dibawah ke rumah.
2. Cara kerja Teknik Garis Imajiner persis sama dengan teknik yang ada di NLP yakni Circle of Influence. Jadi bagi Anda yang sudah memahami Circle of Influence, dapat membuat Garis Imajiner lebih mantap lagi.
3. Jika Anda menguasai teknik Trancing-In dan Trancing-Out, sungguh sangat baik Anda memprogram area A ke B dengan teknik ini dalam kondisi trance, karena hanya butuh sekali program saja, tanpa perlu pengulangan lain.
4. Teknik ini juga selalu saya gunakan saat pindah state dari sebelum bicara di panggung, naik ke panggung dan berada di panggung. Banyak orang mengamati bahwa saya (tepatnya “state” saya) sangatlah berbeda jika berada di atas panggung sebagai pembicara, dibandingkan saya saat di kehidupan biasa dibawah panggung, menjadi orang biasa saja yang sederhana… Iyalah, yauuu…
Selamat berlatih dan ingat! Dalam latihan, tidak ada kata “gagal”, Anda hanya belum terbiasa saja…
Krishnamurti
Membantu Membuang Rasa Stres, Menjadi Tenang
Kok seperti ada Setan & Malaikat dalam diriku?
“Duh, aku bingung deh dengan diriku ini? Emosiku sering meledak-ledak, tapi kadang juga bisa sangat sedih. Kadang cuma ingin berdiam diri saja sendiri. Dalam diri aku, kayak ada 2 orang yang sering ngomong, gitu lho. Kadang si Baik yang ngomong, kadang si Jahat yang ngomong. Aku Stresss banget nih. Aku aneh, aku gila ya, Kak Krishna?”
Saya menjawab dengan tertawa: “Betul sekali, kamu sudah mulai gila ha..ha..” Yang nanyapun makin stres dan tranceee…
The Law of Polarity
Begitulah kegalauan insan manusia di usia akil balik, usia remaja, usia transformasi dari anak-anak ke dewasa. Membingungkan, menggalaukan, sulit ditebak dan rentan secara emosi. Bagaimana mengatasi kedua emosi yang seringkali ekstrem ini? Emosi Setan dan emosi Malaikat, begitulah bahasa “guyon”-nya. Sayapun tidaklah terlalu tahu. Namun, tantangan ini membuat saya berpikir keras dan menguji coba beberapa teknik-teknik NLP. Minimal untuk membantu lebih reda, lebih enak dan semoga bisa selesai dengan baik.
Nah dalam hidup ini pasti: ada Hitam, ada Putih. Ada siang, ada malam. Ada tangis, ada tawa. Ada dingin, ada panas. Ada Setan, ada Malaikat. Sadari saja dalam hidup ini pasti ada ke 2 hal yang berlawanan. It’s a law of universe. Tidak bisa kita lawan. Tidak bisa ditolak. Tapi justru, diterimaaa… berdamai… Peace, peace!
Ide dari Collapse Anchoring
Oke, tadi tuh omongan orang dewasa . Sekarang kita kembali yok ke situasi kamu sebagai remaja. Kakak, kebetulan ada ide sederhana yang lumayan efektif dan powerful lho. Nama asalnya Collapse Anchoring, kereeen kan? Tapi karena diotak-atik gaya kakak, maka dibuat lebih sederhana aja ya, kakak beri nama: Teknik “Katupkan Tangan” guna mendamaikan Setan & Malaikat yang sering muncul di pikiranmu.
Kamu gak usah kuatir, bahwa kamu gila. Hampir semua orang kok punya pengalaman kayak kamu, walau sudah kakek nenek. Kakak banyak nangani klien orang dewasa yang ngalami kayak kamu. Bahkan, di Batam ada klien yang punya 10 Setan & Malaikat dalam pikirannya, sereeem kan? Pada bandel-bandel lagi. Hanya, kamu lebih ekspresif aja sehingga kamu lebih keblinger. Tapi bagus, kamu bisa mengenali situasi itu.
Nah, ini kakak punya ide sederhana. Teknik ini mudah banget kok. Kamu bisa lakukan sendiri. Ini caranya:
1.
Ambil posisi seperti kamu mau berdoa, boleh bersila, boleh duduk atau bersujud. Bagus juga kamu lakukan teknik ini pada malam hari sebelum kamu mau tidur, agar tidurmu bisa sangat nyenyak…
2.
Buka telapak tangan kirimu menghadap ke atas, lalu:
*
Pindahkan seluruh perasaan kamu hari ini yang membuatmu galau seperti kesal, marah, sedih, ngambek, benci, nggak enak di dalam dada dan lain-lainnya ke telapak tangan kiri tersebut. Caranya tarik nafas, lalu pindahkan perasaan “PALING” galau tadi dengan meniupkan nafas ke telapak kiri kamu.
*
Terus hembuskan nafas kamu ke telapak kiri kamu tadi, sampai kamu merasa lebih enak (kayak terasa enteng). Hebatnya, pikiran kamu tahu dan nurut apapun yang kamu perintahkan.
*
Setelah kira-kira semua perasaan galau kamu pindah, lalu kepalkan telapak kirimu dengan erat. Karena kita mau kunci tuh perasaan galau itu supaya gak nyebar kemana-mana.
3.
Sekarang, tarik nafas yang dalam banget dan hembuskan pelan-pelan…
4.
Pasti juga hari ini kamu mengalami perasaan senang, gembira, nyaman, bahagia, tertawa-tawa atau yang seperti inilah. Nah, sekarang buka telapak tangan kananmu menghadap ke atas, lalu:
*
Pindahkan seluruh perasaan senang dan gembira kamu hari ini ke telapak tangan kanan kamu. Caranya tarik nafas, lalu pindahkan perasaan “PALING” senang dan gembira dengan meniupkan nafas ke telapak kanan kamu.
*
Terus saja pindahkan sampai rasanya banyak banget dan telapak tangan kananmu penuh luber dengan perasaan senang dan gembira.
*
Sekarang, kepalkan telapak tangan kanan kamu sekuat mungkin. Karena kita mau menggunakan kekuatan positip kamu untuk menyelesaikan banyak hal dalam kehidupan kamu.
5.
Nah, ini jurus kunci yang harus kamu ingat dan lakukan. Dengan sangat cepat, buka kedua telapak tanganmusatukan, boleh ditambah gosok-gosok kedua belah telapak tanganmu.
6.
Lalu, tarik nafas dengan perlahan melalui hidung dan buang nafasmu selambat dan sepanjang mungkin, melalui mulut huuuh…
7.
Bagus banget jika kamu lanjutkan dengan doa bersyukur atas apa yang telah kamu alami dan semoga membuat kamu makin kuat dan makin baik.
8.
Tidur deh yang lelaaap ya… zzz…zzz…
Mengalami Berbagai Macam Rasa
Setelah kamu makin terasa tenang, ini lho sedikit pelajaran kehidupan. Dalam hidup ini ada macam-macam rasa. Ada manis, ada pahit, ada pedas, ada asin dan kawan-kawan. Kan, gak seru kalo kamu hanya tahu rasa manis aja. Kapan kamu punya pengalaman lainnya. Semakin kami tahu macam-macam rasa, maka kamu semakin kaya pengalaman. Dan, kamu juga akan semakin banyak bekal untuk melanjutkan perjalanan kehidupan ini ke masa depanmu.
Semakin banyak pengalaman rasa dan kamu tahu bagaimana menyiasati dan menikmati rasa itu, maka kamu akan semakin bijak. Walau kamu masih remaja. Ingat lho, bijak itu bukan hanya milik orang yang lebih tua dari kamu.
Bijak itu milik orang yang bisa menguasai rasa dalam dirinya. Kalo bahasa orang tuanya sih “orang yang sudah bisa mengendalikan diri”, gitu deh!
Jadi syukuri kalo bisa ngalamin macem-macem rasa dalam hidupmu ya…, karena akan membuat kamu kuat nantinya. Itu ya kurang lebih hikmah kehidupan ini. Oke, lalu…
Ingat! Latih sampai Mahir & Ajarin juga Temanmu
Buatlah orang tua kamu bangga padamu!
Salam sayang dari kakakmu, juga untuk Papa Mama kamu ya…
Krishnamurti
“Duh, aku bingung deh dengan diriku ini? Emosiku sering meledak-ledak, tapi kadang juga bisa sangat sedih. Kadang cuma ingin berdiam diri saja sendiri. Dalam diri aku, kayak ada 2 orang yang sering ngomong, gitu lho. Kadang si Baik yang ngomong, kadang si Jahat yang ngomong. Aku Stresss banget nih. Aku aneh, aku gila ya, Kak Krishna?”
Saya menjawab dengan tertawa: “Betul sekali, kamu sudah mulai gila ha..ha..” Yang nanyapun makin stres dan tranceee…
The Law of Polarity
Begitulah kegalauan insan manusia di usia akil balik, usia remaja, usia transformasi dari anak-anak ke dewasa. Membingungkan, menggalaukan, sulit ditebak dan rentan secara emosi. Bagaimana mengatasi kedua emosi yang seringkali ekstrem ini? Emosi Setan dan emosi Malaikat, begitulah bahasa “guyon”-nya. Sayapun tidaklah terlalu tahu. Namun, tantangan ini membuat saya berpikir keras dan menguji coba beberapa teknik-teknik NLP. Minimal untuk membantu lebih reda, lebih enak dan semoga bisa selesai dengan baik.
Nah dalam hidup ini pasti: ada Hitam, ada Putih. Ada siang, ada malam. Ada tangis, ada tawa. Ada dingin, ada panas. Ada Setan, ada Malaikat. Sadari saja dalam hidup ini pasti ada ke 2 hal yang berlawanan. It’s a law of universe. Tidak bisa kita lawan. Tidak bisa ditolak. Tapi justru, diterimaaa… berdamai… Peace, peace!
Ide dari Collapse Anchoring
Oke, tadi tuh omongan orang dewasa . Sekarang kita kembali yok ke situasi kamu sebagai remaja. Kakak, kebetulan ada ide sederhana yang lumayan efektif dan powerful lho. Nama asalnya Collapse Anchoring, kereeen kan? Tapi karena diotak-atik gaya kakak, maka dibuat lebih sederhana aja ya, kakak beri nama: Teknik “Katupkan Tangan” guna mendamaikan Setan & Malaikat yang sering muncul di pikiranmu.
Kamu gak usah kuatir, bahwa kamu gila. Hampir semua orang kok punya pengalaman kayak kamu, walau sudah kakek nenek. Kakak banyak nangani klien orang dewasa yang ngalami kayak kamu. Bahkan, di Batam ada klien yang punya 10 Setan & Malaikat dalam pikirannya, sereeem kan? Pada bandel-bandel lagi. Hanya, kamu lebih ekspresif aja sehingga kamu lebih keblinger. Tapi bagus, kamu bisa mengenali situasi itu.
Nah, ini kakak punya ide sederhana. Teknik ini mudah banget kok. Kamu bisa lakukan sendiri. Ini caranya:
1.
Ambil posisi seperti kamu mau berdoa, boleh bersila, boleh duduk atau bersujud. Bagus juga kamu lakukan teknik ini pada malam hari sebelum kamu mau tidur, agar tidurmu bisa sangat nyenyak…
2.
Buka telapak tangan kirimu menghadap ke atas, lalu:
*
Pindahkan seluruh perasaan kamu hari ini yang membuatmu galau seperti kesal, marah, sedih, ngambek, benci, nggak enak di dalam dada dan lain-lainnya ke telapak tangan kiri tersebut. Caranya tarik nafas, lalu pindahkan perasaan “PALING” galau tadi dengan meniupkan nafas ke telapak kiri kamu.
*
Terus hembuskan nafas kamu ke telapak kiri kamu tadi, sampai kamu merasa lebih enak (kayak terasa enteng). Hebatnya, pikiran kamu tahu dan nurut apapun yang kamu perintahkan.
*
Setelah kira-kira semua perasaan galau kamu pindah, lalu kepalkan telapak kirimu dengan erat. Karena kita mau kunci tuh perasaan galau itu supaya gak nyebar kemana-mana.
3.
Sekarang, tarik nafas yang dalam banget dan hembuskan pelan-pelan…
4.
Pasti juga hari ini kamu mengalami perasaan senang, gembira, nyaman, bahagia, tertawa-tawa atau yang seperti inilah. Nah, sekarang buka telapak tangan kananmu menghadap ke atas, lalu:
*
Pindahkan seluruh perasaan senang dan gembira kamu hari ini ke telapak tangan kanan kamu. Caranya tarik nafas, lalu pindahkan perasaan “PALING” senang dan gembira dengan meniupkan nafas ke telapak kanan kamu.
*
Terus saja pindahkan sampai rasanya banyak banget dan telapak tangan kananmu penuh luber dengan perasaan senang dan gembira.
*
Sekarang, kepalkan telapak tangan kanan kamu sekuat mungkin. Karena kita mau menggunakan kekuatan positip kamu untuk menyelesaikan banyak hal dalam kehidupan kamu.
5.
Nah, ini jurus kunci yang harus kamu ingat dan lakukan. Dengan sangat cepat, buka kedua telapak tanganmusatukan, boleh ditambah gosok-gosok kedua belah telapak tanganmu.
6.
Lalu, tarik nafas dengan perlahan melalui hidung dan buang nafasmu selambat dan sepanjang mungkin, melalui mulut huuuh…
7.
Bagus banget jika kamu lanjutkan dengan doa bersyukur atas apa yang telah kamu alami dan semoga membuat kamu makin kuat dan makin baik.
8.
Tidur deh yang lelaaap ya… zzz…zzz…
Mengalami Berbagai Macam Rasa
Setelah kamu makin terasa tenang, ini lho sedikit pelajaran kehidupan. Dalam hidup ini ada macam-macam rasa. Ada manis, ada pahit, ada pedas, ada asin dan kawan-kawan. Kan, gak seru kalo kamu hanya tahu rasa manis aja. Kapan kamu punya pengalaman lainnya. Semakin kami tahu macam-macam rasa, maka kamu semakin kaya pengalaman. Dan, kamu juga akan semakin banyak bekal untuk melanjutkan perjalanan kehidupan ini ke masa depanmu.
Semakin banyak pengalaman rasa dan kamu tahu bagaimana menyiasati dan menikmati rasa itu, maka kamu akan semakin bijak. Walau kamu masih remaja. Ingat lho, bijak itu bukan hanya milik orang yang lebih tua dari kamu.
Bijak itu milik orang yang bisa menguasai rasa dalam dirinya. Kalo bahasa orang tuanya sih “orang yang sudah bisa mengendalikan diri”, gitu deh!
Jadi syukuri kalo bisa ngalamin macem-macem rasa dalam hidupmu ya…, karena akan membuat kamu kuat nantinya. Itu ya kurang lebih hikmah kehidupan ini. Oke, lalu…
Ingat! Latih sampai Mahir & Ajarin juga Temanmu
Buatlah orang tua kamu bangga padamu!
Salam sayang dari kakakmu, juga untuk Papa Mama kamu ya…
Krishnamurti
Langganan:
Postingan (Atom)