Rabu, 11 Agustus 2010

Suara Berpengaruh Bagi Trainer

Saat DR Richard Bandler melatih kami di pelatihan NLP “Persuasion Engineering” Orlando, Amerika, akhir Februari, 2008 lalu untuk mengucapkan bunyi “Ah” dengan getaran di leher, lalu dengan getaran di dada dan terakhir dengan getaran suara di perut, tiba-tiba pikiran saya menerawang kembali saat masa SMA sekitar tahun 80an.

Dimasa itu saya sering kumpul dengan teman-teman untuk berlatih drama, baca puisi dan kegiatan seni lainnya di Taman Ismail Marzuki atau yang dikenal dengan nama TIM, yang kebetulan cukup dekat dengan lokasi rumah awal perjuangan hidup kami sekeluarga membangun harapan baru di Jakarta yakni di Jalan Kimia Ujung.

Salah satu kemampuan yang penting dalam berlatih drama adalah berbicara dengan menggunakan suara perut agar dialog verbal memberikan rasa kuat. Memiliki power istilahnya. Tanpa saya sadari latihan drama waktu itu yang kadang membosankan, ternyata sekarang sangat mendukung kemampuan berbicara saya sebagai Motivator. Khususnya, dalam me-leading peserta seminar secara sangat cepat.

Kecepatan me-leading menjadi sangat penting, karena pihak perusahaan yang mengundang kami para Motivator, umumnya (hampir 90%) menyediakan waktu untuk sesi motivasi sekitar 1 atau 2 jam saja, bahkan saya cukup sering diundang untuk waktu bicara sekitar 45 menit. Jadi kami para Motivator perlu memiliki kemampuan ekstra dan kejelian agar pesan yang ingin disampaikan tetap “masuk” ke benak peserta dalam waktu yang sangat singkat tadi. Dan, perlu teknik-teknik tertentu agar peserta bisa berubah mindset-nya dalam waktu yang pendek.

Menurut DR Richard Bandler kunci perubahan dalam NLP harus dilakukan dengan sangat CEPAT. Karena otak belajar dengan sangat cepat. Lalu, buatlah sangat SEDERHANA agar perubahan menjadi mudah untuk dilakukan dan suasana haruslah FUN atau menyenangkan. Cepat, Sederhana dan Fun…

Saya sangat bersyukur bisa mengenal ilmu NLP yang sangat kaya teknik untuk hal tersebut, bahkan beberapa teknik khusus yang saya dapatkan langsung dari DR John Grinder saat belajar “Essential Training Skill” di London, Maret tahun 2006 lalu, sungguhlah sangat membantu untuk me-leading peserta dalam jumlah yang sangat besar.

Saya berlatih sangat keras menerapkan teknik ini dan saat ada kesempatan bicara di depan 6.000 orang pada tahun 2007 lalu, saya sendiri kaget dengan hasilnya. Seluruh peserta bisa saya ajak untuk diam hening, tertawa terbahak-bahak dan berteriak keras, walau saya bicara dengan suara yang perlahan saja. Untuk kemampuan ini, saya sangat berterima kasih pada DR John Grinder.

Apa sih rahasianya?

Tidak ada yang spesial, hanya perlu latihan yang ketat dan disiplin saja. Salah satu latihan yang masih rutin saya lakukan sampai saat ini adalah Olah Suara atau Olah Vokal, khususnya Suara Perut dalam bahasa Palembang kami menyebut kata perut menjadi Perot he..he..

Apa lagi rahasianya?

Tentu, kemampuan memilih kata dan menyusun kalimat dengan baik dalam waktu yang cepat, sangatlah membantu. Kemampuan ini disebut kecerdasan linguistik. Cukup mudah saya menguasai hal ini, karena sejak kecil saya senang puisi, prosa bahkan gurindam 12 khas wong Sumatera. Anda perlu latihan untuk menyukai hal ini, tidak perlu belajar sampai keluar negeri, cukup gali dari budaya kita sendiri saja. Bangsa Indonesia sangat kaya akan hal ini.

Contoh: Tahimpit nak di ate, takuruang nak di lua. Tanya saudara kita dari Minang untuk memahaminya.

Contoh lain: Sopo sing tekun, meski bakhal tekan, senajan kudhu nganggo teken. Tanyalah kepada saudara kita dari Jawa untuk memahaminya.

Banyak contoh lainnya yang saya gali dari budaya lokal setempat, budaya kampoeng yang sangat kaya dan indah. Janganlah menyerah, tetap melaju, kalau terpaksa, ya sudah, manumpang biduak ka hilie…he..he..

Hambatan huruf “R”

Nah, ini rahasia terakhir. Ini adalah sebuah mindset saja. Mindset menerima diri Anda apa adanya, sykuri apa yang Anda miliki di dalam diri. Sederhana bukan? Saya adalah seorang pemalu, saya sangat benci untuk bicara di depan kelas, khususnya saat di SMA. Mengapa? Karena saya tidak bisa mengucapkan kata atau kalimat yang ada unsur “R”. Apa penyebabnya? Persisnya, saya juga tidak tahu. Namun, yang saya tahu adalah umumnya kami yang terlahir di Palembang, terbiasa untuk “menyimpan” bunyi “R” di dalam mulut saat bicara. Persis seperti orang Perancis bicara. Hanya bedanya orang Perancis tidak makan pempek he..he.. Jadi “R” kami lebih kacau ha..ha..

Cukup lama saya mengatasi kendala terbesar dalam diri saya ini, sampai saya menerimanya dengan ikhlas. Malahan, sekarang menjadi ciri khas saya. “Motivator yang dak pacak ngomong “R” itu nah” demikian celoteh teman-teman he..he.. Malah jadi gampang dikenal dan makin mahal lagi yo bayarannyo, katonyo. Ai, wong kito galo he..he..

Tip Praktis Latihan Olah Suara:

Baiklah, berikut ini rahasia yang harus dibuka dan dibagikan ke orang banyak karena sumber rahasia ini dari Tuhan juga sih, ngapain disimpan saja, ya kan?

1. Pilih huruf yang mau Anda ucapkan, paling baik adalah bunyi huruf hidup seperti: A, I, U, E atau O.

2. Anda boleh kombinasikan huruf hidup tersebut dengan huruf mati lainnya, misal: Ehmmm, Aummm, Oiii… dan kombinasinya, misal: Aaaauuummm, Oooo…oi…oi…iii…iii…

3. Bunyikan huruf atau kata yang dipilih dengan getaran bunyi suara di leher, sentuh leher Anda dan bunyikan dengan panjaaang…

4. Lalu, ganti fokus perhatian Anda ke dada, bunyikan huruf atau kata yang dipilih tadi dengan getaran suara di dada, sentuh dada anda, bunyikan dengan panjaaang… dan rasakan getaran yang ada di dada.

5. Terakhir, ganti fokus perhatian Anda ke bagian perut, bunyikan huruf atau kata yang dipilih tadi dengan getaran suara di perut, sentuh perut anda, bunyikan dengan panjaaang… dan rasakan getaran yang ada di peruuut… Sekali-sekali boleh juga latihan seperti orang menahan buang air besar (ngeden) dengan suara yang besar “Eeekkk…”, ini serius lho he..he.. Dalam budaya Tionghoa, teknik ini menyalurkan tenaga “Chi” ke bagian sentral tubuh kita.

6. Latihan lain yang sering saya lakukan adalah teriak suara “A” atau “O” dengan suara sangat keras melebih kekuatan suara berteriak. Jadi seperti teriak sekeras-kerasnya.

Teknik ini sangat baik untuk melatih suara menjadi berat, juga baik sebagai terapi diri guna melepaskan rasa marah dalam diri Anda, jika ada. Lakukan beberapa kali latihan nomor 6 ini, dengan terus menaikkan tingkat atau intensitas kekerasan suara. Artinya teriaklah semakin keras dan semakin keras!!!

Saat menulis artikel ini, saya baru saja selesai me-leading 500an peserta Seminar Motivasi untuk para Dokter, Bidan, Perawat dan pelayan kesehatan di Batam. Kami melakukan Group Therapy bersama-sama untuk melepaskan segala beban pikiran dengan cara:

Meneriakkan bunyi “A” dan “O” dengan sangat keras dan sepanjang mungkin, selama sekitar 10 menit dan dilanjutkan dengan Self Reflection.

Nah, latihan-latihan yang sering saya lakukan ini akhirnya membuahkan hasil yang sangat berguna untuk diri saya, bukan sebagai pemain drama seperti yang saya cita-citakan tetapi sebagai Motivator. Sehingga saya bisa dengan sangat cepat memindahkan berat suara saya kapan suara leher, suara dada dan kapan menggunakan suara perut.

Latihan dan teknik ini juga berguna untuk Anda yang berprofesi sebagai Pelatih, Leader, Penjual, Guru, Dosen, Penyiar Radio, Tele Marketing, Terapis, Dokter atau profesi apapun yang memerlukan kemantapan suara untuk meyakinkan diri sendiri maupun orang lain.

Dan, saat test suara di Orlando dengan alat tertentu (saya lupa namanya…), hasil bunyi suara saya, khususnya saat berbunyi dengan suara rendah, menghasilkan warna suara yang sangat berat, lurus dengan range yang sangat lebar. Tenang tapi lebar, ah saya bingung ngomongnya. Karena gambar yang muncul di layar alat tersebut seperti itu. Nanti kalau saya ketemu kalimat lain, saya edit deh bagian ini ya…

Thanks to DR Richard Bandle dan DR John Grinder, saya pribadi sungguh bangga dengan karya cipta NLP Anda berdua untuk kehidupan ini. Semoga ilmu NLP yang saya dapatkan dari Anda berdua dapat berguna untuk orang banyak dan bangsa Indonesia ini.

Dan, saya akan terus menggali dan menciptakan teknik-teknik NLP khas Indonesia, sebagaimana yang DR John Grinder harapkan saat menjawab pertanyaan saya, tentang proses terapi yang kami lakukan saat menjadi relawan di Tsunami Aceh tahun 2004 lalu.

Misi saya adalah membagikan ilmu NLP kelas dunia ini kepada masyarakat luas dengan harga yang terjangkau bahkan gratis, agar makin banyak orang yang bisa terbantukan hidupnya menjadi lebih baik, sebagaimana misi kedua pencipta NLP ini untuk misi kehidupan.

Oi, suaro perot kau tuh nah. Kebanyakan ngerop cuko he..he.. (tanya orang Plembang untuk artinya). Awak tu’ pacak, kalu galak. Galak Idak? Salam iwak belido yooo,

Krishnamurti

NB:

Sebagaimana misi saya sejak awal karir sebagai Motivator, maka bagi Anda atau kelompok yang membutuhkan pelatihan saya yang bersifat sosial, silahkan hubungi melalui email krishnamurti@indo.net.id atau HP 08161815333 untuk mengatur waktu.


Kami hanya meng-charge Speaking Fee untuk perusahaan saja, yang tentunya mendapat keuntungan finansial dari sebuah pelatihan. Lalu, dana dari perusahaan yang menjadi klien kami, selanjutnya di-alokasikan untuk pelatihan yang bersifat sosial kepada masyarakat yang membutuhkan jasa kami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar